
Mata Kinara langsung membulat sempurna saat melihat orang yang baru saja ia harapkan sekarang sedang berjalan melewati jalan masuk itu dengan sebuah buket bunga dan senyum yang sudah sangat Kinara rindukan.
" Mama, itu Om Satria " teriak Rere yang melihat Satria dan menunjuknya.
Semua orang yang ada di sana pun langsung melihat ke arah yang ditunjuk oleh Rere dan benar di sana ada Satria yang berjalan mendekat ke arah mereka. Mereka semua terkejut termasuk Ayah Arif dan Bunda Wulan karena Satria tidak memberitahukan apapun tentang kepulangannya hari ini. Tadi pagi bahkan Satria mengirim pesan jika ia belum bisa kembali karena masih ada sesuatu yang harus ia kerjakan. Tapi sekarang Satria datang dan memberikan kejutan kepada mereka semua.
Sebenarnya Satria tadi pagi hampir saja ketinggalan pesawat karena ia tinggal untuk mencari makanan tetapi di detik-detik terakhir akhirnya ia bisa mengejar sebelum pesawat itu benar-benar lepas landas. Satria bahkan tidak sempat pulang ke rumah orang tuanya terlebih dahulu dan mengganti pakaiannya di bandara lalu ia langsung datang ke sana.
Satria sangat bahagia akhirnya bisa melihat keluarganya kembali dan tentunya Kinara yang semakin terlihat cantik dan berubah menjadi seorang wanita dewasa, bukan gadis manis yang sangat ia cintai.
" Assalamualaikum " ucap Satria saat sudah berada di dekat mereka semua.
" Walaikumsalam " jawab mereka.
Bunda Wulan langsung memeluk putranya itu yang sudah sangat lama tidak ia temui, begitu juga dengan Ayah Arif. Mereka sangat merindukan Satria yang selama ini harus pergi untuk melakukan tugasnya.
" Anak nakal, kenapa gak bilang kalau kamu jadi pulang hari ini? " ucap Bunda Wulan memukul lengan Satria.
" Maaf, Bunda. Awalnya memang begitu tapi Komandan Anton memberikan izin Satria buat pulang duluan kemarin sore. Satria baru sampai Medan jam empat pagi dan tadi juga hampir ketinggalan pesawat tapi Alhamdulillah sekarang Satria sudah di sini " jawab Satria mengatakan apa yang terjadi.
" Sudahlah, yang terpenting kamu sudah ada di sini " ucap Ayah Arif dan Satria pun menganggukkan kepalanya.
Setelah itu Satria menemui kakak dan keluarga kecilnya. Satria juga menyalami Papa Lukman dan Mama Santi terlebih dahulu sebelum ia menemui pujaan hatinya yang hanya terdiam, mungkin karena terkejut dengan kedatangannya ini.
" Kalian nanti dulu ya " ucap Satria pada para sahabatnya yang ada di sana.
" Kita gampang. Temuin dulu orang yang selalu setia nunggu lo tuh " jawab Raka tersenyum dan menunjuk Kinara dengan dagunya.
Satria berjalan mendekati Kinara yang sedang menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca.
" Kamu gak mau nyambut aku? " tanya Satria pada Kinara.
Tanpa mengatakan apapun, Kinara langsung memukuli lengan Satria beberapa kali.
__ADS_1
" Ra, kok aku dipukul sih " ucap Satria menahan tangan Kinara.
" Kamu jahat, hiks hiks hiks " ucap Kinara dengan air mata yang sudah terjatuh di pipinya.
Perasaan Kinara campur aduk sekarang antara bahagia, terkejut dan sekaligus kesal karena Satria pulang tanpa memberitahukannya. Kinara bahkan sudah sangat sedih karena Satria kemarin mengatakan jika ia tidak bisa pulang dan menghadiri acara wisudanya.
" Maafin aku ya, Sayang. Aku mau ngasih kejutan sama kamu " ucap Satria tersenyum.
" Selamat ya, Sayang. Akhirnya perjuangan kamu selama ini membuahkan hasil yang sangat baik. Semoga ilmu yang kamu dapatkan bisa berguna untuk diri kamu dan juga orang lain. Aku bangga banget sama kamu " lanjut Satria memberikan selamat dan buket bunga yang ia bawa, Satria membelinya saat perjalanan menuju ke sana.
Bukannya reda tetapi air mata Kinara malah mengalir semakin deras saja karena ucapan selamat dari Satria. Satria ingin sekali memeluk Kinara saat ini tetapi tidak bisa ia lakukan, apalagi ada orang tua dan keluarga mereka yang juga berada di sana.
" Jangan nangis lagi ya. Aku sudah kembali dan gak akan pergi ninggalin kamu selama ini lagi. Maaf juga aku datang terlambat, acara wisuda kamu sudah selesai " ucap Satria yang sebenarnya sedikit merasa bersalah.
" Gak papa, Mas. Aku udah bahagia banget kamu kembali " jawab Kinara menghapus air matanya dan berusaha untuk menghentikan tangisnya.
Semua orang yang ada di sana tersenyum bahagia melihat Satria dan Kinara yang akhirnya bertemu kembali setelah dua tahun. Mereka tahu bagaimana beratnya Satria dan Kinara menjalani hubungan mereka dengan jarak yang begitu jauh.
Satria tersenyum lalu memeluk sahabatnya satu per satu kecuali Elsa karena Elsa perempuan dan ia tidak mungkin melakukan itu.
" Gimana kabar lo? " tanya Raka pada Satria.
" Gue baik banget " jawab Satria tersenyum.
" Iyalah baik, udah ketemu sama Ayang " ucap Elsa melirik pada Kinara yang berdiri di samping Satria.
Wajah Kinara yang tadi merah karena menangis kini kembali memerah karena merasa malu.
" Gak usah malu gitu, Ra. Puas-puasin kangen-kangenan sana orang yang kamu kangenin setiap hari " ucap Jeki yang malah menggoda Kinara.
" Apaan sih kalian " ucap Kinara dengan wajah yang sudah sangat merah.
Mereka pun tertawa melihat Kinara yang sedang malu seperti itu, sedangkan Satria hanya tersenyum. Jujur saja ia sangat rindu wajah Kinara yang sedang malu seperti itu.
__ADS_1
" Sudah selesai kan kangen-kangenannya. Sekarang mending kita pergi ke restoran yang sudah Om booking buat merayakan kelulusan Kinara lagi dan juga kepulangan Satria " ucap Papa Lukman pada mereka semua.
" Iya, kalau masih kangen dilanjut nanti. Sekarang juga sudah hampir masuk jam makan siang " tambah Ayah Arif.
Mereka semua pun langsung setuju, terutama para sahabat Satria dan Kinara.
" Asik, makan gratis lagi " ucap Raka yang terlihat sangat senang.
" Gak berubah ya lo ternyata " ucap Satria karena Raka masih tetap sama.
" Emang gak berubah Sat, malah tambah parah. Cowok gak modal banget, mintanya gratisan mulu " bukan Raka yang menjawab tetapi Elsa yang kembali kesal dengan sikap Raka yang menurutnya membuat malu.
" Gue emang gak modal. Gue belum kerja dan masih dapet uang dari orang tua gue jadi ya gue seneng kalau ada makan gratis gini " jawab Raka apa adanya.
" Ist " Elsa menatap kesal Raka.
" Kalau gue punya modal nanti bakal buat ngelamar elo. Jadi lo sabar ya, Elsa Sayang " ucap Raka tersenyum pada Elsa.
" Dih ogah. Jangan panggil gue sayang juga, jijik gue " ucap Elsa lalu langsung berjalan lebih duku meninggalkan mereka semua.
" Eh, Elsa Sayang tunggu " ucap Raka yang semakin menjadi dan mengejar Elsa.
Satria dan Kinara hanya tertawa melihat kedua sahabatnya itu yang sama sekali tidak berubah.
Setelah itu mereka semua segera pergi ke sebuah restoran yang sudah di booking oleh Papa Lukman untuk merayakan kebahagiaan mereka hari ini sekaligus makan siang bersama.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1