
Saat matahari sudah mulai naik ke atas untuk menerangi bumi, Kinara segera keluar dari kamarnya untuk membantu Mama Santi menyiapkan sarapan. Sebenarnya Kinara masih sangat malu, tetapi jika ia terus berada di dalam kamar bersama Satria maka Mama Santi akan lebih berpikir yang tidak-tidak.
" Mau masak apa, Ma? " tanya Kinara menghampiri Mama Santi yang sedang memotong wortel.
" Sup ayam, Sayang " jawab Mama Santi masih fokus dengan apa yang dikerjakannya.
" Kamu mau makanan yang lain? Tapi Mama rasa sup ayam paling cocok untuk memulihkan tenaga, apalagi setelah kedinginan mandi di pagi buta " ucap Mama Santi yang mengandung sedikit sindiran untuk sang putri.
Seketika wajah Kinara berubah menjadi sangat merah saking malunya. Mama Santi malah tersenyum melihat itu.
" Mama jangan godain Ara terus dong " ucap Kinara dengan kepala yang menunduk.
" Mama gak godain kamu, Sayang. Mama cuma bilang kalau sup ayam ini cocok untuk memulihkan tenaga dan untuk orang yang sedang kedinginan " ucap Mama Santi sambil memasukkan wortel yang sudah dipotong ke dalam sebuah wadah.
" Atau kamu sedang seperti itu ya? Oh iya, Mama baru ingat kalau kamu tadi mandi pagi-pagi buta bersama Satria " lanjut Mama Santi tersenyum menggoda Kinara.
Rasanya Kinara ingin menenggelamkan dirinya ke dasar bumi agar tidak merasakan malu luar biasa seperti ini.
" Mama " rengek Kinara karena ia sudah terlanjur malu.
Mama Santi pun tertawa melihat sang putri yang sangat malu dan entah mengapa ia ingin sekali terus menggodanya.
" Maaf Sayang, tapi Mama sangat suka melihat wajah merah kamu itu " ucap Mama Santi pada Kinara setelah menghentikan tawanya.
" Ma, please. Ara malu banget ini " ucap Kinara menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
" Iya-iya, Sayang. Sekarang tidak lagi " jawab Mama Santi tidak tega melihat wajah sang putri semakin memerah.
Setelah itu Mama Santi meminta Kinara untuk membumbui tempe dan tahu yang akan digoreng untuk mendampingi sup ayam yang sedang dimasak oleh Mama Santi. Kinara pun langsung melakukan apa yang diminta oleh Mama Santi. Kinara menggunakan bumbu instan dan memberikannya sedikit air, lalu Kinara mencelupkan tempe dan tahu ke dalam bumbu itu.
" Sambil nunggu bumbunya meresap, buat sambal tomatnya ya, Ra " ucap Mama Santi pada Kinara.
" Iya Ma " jawab Kinara.
__ADS_1
Kinara segera mengambil cobek dan bahan-bahan untuk membuat sambal tomat. Kinara menggoreng bawang merah dan bawang putih yang sudah dikupas serta cabai, tomat dan terasi. Setelah layu dan matang, Kinara segera meniriskannya lalu meletakkannya ke dalam cobek. Kinara menambahkan gula dan garam lalu mengulek semua itu hingga tidak terlalu halus.
Setelah selesai membuat sambel tomat, Kinara segera menggoreng tahu dan tempe yang bumbunya sudah meresap.
" Tata semua di atas meja makan ya, Ra. Mama mau mandi dulu " ucap Mama Santi setelah memindahkan sup ayam yang sudah matang ke dalam sebuah wadah.
" Iya Ma " jawab Kinara.
Kinara pun segera menata semua makanan yang sudah matang di atas meja makan. Ia juga menuangkan air putih ke dalam gelas. Tak lupa juga setelah itu ia membuatkan kopi untuk Satria dan Papa Lukman.
" Sebaiknya aku panggil Mas Satria sekarang " ucap Kinara setelah menyelesaikan semua pekerjaannya.
Kinara pergi ka kamarnya dan memanggil Satria untuk sarapan bersama. Tapi saat ia memasuki kamar, tidak ada tanda-tanda sang suami sama sekali.
" Mas Satria kemana? " gumam Kinara tidak melihat keberadaan sang suami.
Saat Kinara ingin mencari Satria, terlihat suaminya memasuki kamar dan entah dari mana.
" Kamu dari mana, Mas? " tanya Kinara pada Satria.
Satria memang keluar ke teras karena ingin mencari udara segar dan ternyata ayah mertuanya juga ada di sana. Mereka pun mengobrol selagi menunggu para wanita memasak dan menyiapkan sarapan.
Kinara menganggukkan kepalanya mengerti.
" Kalau gitu sekarang kita keluar terus sarapan bersama " ucap Kinara karena semua orang pasti sebentar lagi akan berkumpul di meja makan.
" Iya Sayang " jawab Satria.
Setelah itu mereka berdua keluar dari kamar dan menuju meja makan. Ternyata di sana sudah ada Alina yang sudah rapi dengan seragamnya. Satria mencoba bersikap biasa saja dan berharap adik iparnya itu tidak mengerti apa yang ia dan Kinara lakukan sehingga membuat mereka mandi pagi-pagi buta.
" Lama banget sih, Kak. Aku sudah lapar ini " ucap Alina saat melihat kedatangan kakak dan kakak iparnya.
" Sabar dong, Lin. Papa sama Mama aja belum datang" jawab Kinara.
__ADS_1
Satria mendudukkan tubuhnya di salah satu kursi yang ada di sana lalu Kinara memberikan secangkir kopi yang masih panas pada Satria.
" Terima kasih, Sayang " ucap Satria menerima secangkir kopi itu.
" Iya Mas " jawab Kinara tersenyum lalu mendudukkan tubuhnya di samping Satria.
Satria menyeruput dan menikmati kopi itu selagi menunggu kedua mertuanya datang ke meja makan.
Tak lama kemudian, Papa Lukman dan Mama Santi datang lalu duduk di kursi mereka masing-masing.
" Ma, sepertinya sebentar lagi kita akan segera memiliki cucu. Lihatlah, menantu kita sangat rajin sampai membuat tato alami di leher Ara " ucap Papa Lukman pada Mama Santi dengan suara yang keras.
Seketika ucapan Papa Lukman membuat Satria yang sedang meminum kopinya terbatuk.
" Uhuk, uhuk, uhuk " Satria terbatuk-batuk akibat terkejut dan juga malu.
Sedangkan Kinara merutuki kebodohannya karena ia tidak melihat pakaiannya yang ternyata memperlihatkan tanda kepemilikan yang diberikan oleh Satria.
" Ya ampun, Ra. Kenapa pakai baju gak liat-liat dulu sih? " rutuk Kinara pada dirinya sendiri di dalam hati.
" Malah bagus dong, Pa. Mama sudah sangat ingin memiliki cucu " jawab Mama Santi tersenyum.
Sungguh Satria dan Kinara merasakan malu luar biasa karena terus lagi-lagi mertuanya melihat tanda-tanda yang membuat mereka tahu apa yang ia dan Kinara lakukan.
" Seharusnya aku buat tanda merah itu di tempat-tempat yang tersembunyi " ucap Satria di dalam hati.
Papa Lukman dan Mama Santi terus tersenyum melihat Satria dan Kinara yang sangat malu dan terlihat salah tingkah. Sedangkan Alina tidak memperdulikan apa yang orang dewasa bahas karena ia sudah sangat lapar dan ingin segera sarapan.
Setelah itu Mama Santi mengajak mereka semua untuk segera sarapan karena Alina sudah terus merengek dan juga ia harus mengalihkan pembicaraan karena sudah dipastikan pengantin baru itu sudah sangat malu.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia, Suamiku Seorang Bodyguard dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘