Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
142. Penyelidikan Kembali


__ADS_3

Satu minggu berlalu tetapi orang-orang Tuan Bahadur terus mengawasi Satria dan rekan-rekannya sehingga mereka kesulitan untuk bergerak. Sehingga Satria memutuskan untuk tetap melakukan penyelidikan mulai hari ini setelah selama seminggu ini ia hanya diam dan melakukan kegiatan di kebun agar mereka tidak curiga. Jika Satria tidak cepat bertindak kemungkinan besar mereka akan tetap berada di desa itu dan kasus itu tidak akan selesai.


Pada pukul tiga dini hari, Satria sudah bersiap-siap untuk pergi agar tidak ada yang melihat saat pergi. Satria akan melakukan penyelidikan itu bersama dengan dua rekannya. Sandi akan tetap berada di desa karena jika mereka berdua pergi kemungkinan orang yang mengawasi mereka akan curiga karena Satria dan Sandi yang paling menonjol diantara mereka semua.


Satria berkumpul bersama Komandan Anton dan rekan-rekannya sebelum berangkat.


" Kalian bertiga tetap harus berhati-hati dan segera hubungi kami di sini jika membutuhkan bantuan " ucap Komandan Anton pada Satria dan kedua rekannya.


" Baik, Ndan " jawab mereka.


Mereka semua harus mempersiapkan semua rencana dengan sangat matang karena mereka tidak ingin sesuatu hal buruk kembali menimpa mereka semua seperti Satria kemarin.


" Baiklah, sebelum kalian berangkat sebaiknya kita semua berdoa agar semua ini berjalan dengan lancar dan mereka yang bertugas mendapatkan semua bukti yang kita butuhkan " ucap Komandan Anton.


" Berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing, mulai " lanjut Komandan Anton memimpin untuk berdoa.


Mereka semua pun berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing, termasuk juga Satria.


" Ya Allah, berikan kelancaran dan keselamatan untuk hamba dan rekan-rekan hamba. Aamiin " ucap Satria berdoa dalam hati.


" Berdoa selesai " ucap Komandan Anton setelah mereka selesai berdoa.


Setelah itu Satria dan kedua rekannya berangkat melalui pintu belakang dan langsung menuju hutan. Untuk penyelidikan pertama ini mereka harus mencari tahu dimana letak markas mereka yang baru dan jika bisa mereka harus mencari tahu rencana Tuan Bahadur dan anak buahnya selanjutnya.


" Sudah berapa lama kita berjalan? " tanya Satria pada salah satu rekannya saat ia melihat matahari sudah hampir menunjukkan sinarnya.


" Dua jam " jawab rekan Satria itu.


Satria pun memutuskan untuk melaksanakan sholat subuh di hutan itu sebelum matahari terbit dan waktunya habis bersama kedua rekannya.

__ADS_1


Hari sudah beranjak siang, Satria dan kedua rekannya sudah berjalan cukup jauh tapi markas Tuan Bahadur belum juga mereka temukan. Bahkan mungkin mereka sudah berada sisi lain dari hutan itu. Tapi tiba-tiba Satria mendengar suara langkah kaki yang tidak jauh dari mereka.


" Bersembunyi " perintah Satria pada kedua rekannya saat mendengar suara langkah kaki itu semakin dekat.


Mereka bertiga bersembunyi di balik semak-semak belukar yang cukup tinggi sehingga mereka sulit untuk dilihat.


" Kita harus segera kembali ke markas dan mengamankan barang-barang terlarang itu di ruang bawah tanah agar tidak ada yang menemukannya walaupun ada penggerebekan seperti kemarin " ucap salah satu orang yang masih bisa Satria dengar.


" Benar, kita harus cepat atau Tuan Bahadur akan sangat marah " ucap orang yang lainnya.


Setelah itu dua orang itu pergi menjauh dari tempat Satria dan kedua rekannya bersembunyi.


" Kita ikuti mereka dan tetap harus jaga jarak aman. Tetapi tetap pastikan kita tidak kehilangan jejak mereka " ucap Satria pada kedua rekannya.


" Baik " jawab mereka.


Satria dan kedua rekannya pun mengikuti mereka dengan jarak yang cukup jauh tetapi tetap bisa melihat kemana mereka pergi.


Penyelidikan mereka cukup sampai di sini dulu dan mereka akan melakukannya lagi dengan rencana dan persiapan yang lebih matang. Hal yang terpenting saat ini adalah mereka sudah bisa mengetahui dimana letak markas baru Tuan Bahadur dan anak buahnya.


" Lebih baik sekarang kita kembali dan mempersiapkan rencana selanjutnya karena tidak mungkin kita bergerak sekarang. Yang terpenting kita sudah tau dimana markas mereka " ucap Satria memutuskan untuk kembali.


" Baik. Aku juga merasa jika mereka pasti lebih waspada dan memperketat penjagaan dari sebelumnya " jawab salah satu rekan Satria.


" Benar dan itu akan sangat berbahaya bagi kita " sambung rekan yang lainnya.


Setelah itu mereka bertiga pun kembali dan menyudahi penyelidikan mereka dengan lancar dan tanpa diketahui oleh para anak buah Tuan Bahadur.


***

__ADS_1


Sementara itu, Kinara harus menjawab semua pertanyaan Raka dan Elsa yang baru tahu jika Rena menyerang dan menyakiti Kinara hingga tangan Kinara lebam walaupun sekarang sudah sembuh. Raka dan Elsa mengetahui itu karena Jeki yang tidak sengaja mengatakannya padahal Kinara sudah memintanya untuk tidak memberitahu siapapun.


" Sorry Ra, gue keceplosan " ucap Jeki dengan cengirannya karena mendapatkan tatapan tajam dari Kinara.


Kinara pun hanya menghela napasnya melihat wajah Raka dan Elsa yang meminta penjelasan kepada dirinya.


" Kenapa lo gak cerita sama kita sih, Ra? Kalau aja lo cerita gue pasti kasih tu Mak Lampir pelajaran " ucap Raka pada Kinara.


" Iya Ra, seharusnya kamu bilang sama kita. Biar aku cakar muka dia sekalian " sambung Elsa yang masih sangat kesal mendengar itu dari Jeki.


" Sudahlah Ka, Sa. Gak perlu dibahas lagi, lagipula aku gak papa dan ada Jeki juga kok yang jagain aku. Sekarang juga Fajar ataupun Rena gak pernah ganggu aku lagi " ucap Kinara tidak ingin mereka terus membahas hal itu.


Raka dan Elsa pun hanya bisa pasrah dan menurut jika Kinara sudah bicara seperti itu.


" Ya udah, tapi kalau ada apa-apa lagi dan kami sendirian langsung hubungi kita bertiga ataupun salah satu dari kita. Kita bertiga gak mau kalau ada yang nyakitin kamu Ra " ucap Elsa pada Kinara.


" Iya Ra. Kita sahabat dan gue dikasih tanggung jawab sama Satria buat jagain lo, jadi kalau ada apa-apa lo bilang sama kita-kita " tambah Raka dan diangguki oleh Jeki.


Kinara tersenyum dan merasa terharu karena ia memilik sahabat yang begitu baik kepada dirinya.


" Makasih ya. Aku beruntung punya sahabat kayak kalian " ucap Kinara pada Raka dan Elsa serta Jeki.


Mereka bertiga pun tersenyum dan menganggukkan kepala mereka.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2