
Beberapa hari kemudian, Satria sudah mulai bertugas di kesatuan polisi yang ada di Jakarta. Sekarang Satria sudah mendapatkan pangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda) setelah mengikuti pendidikan selama lima bulan. Satria ditempatkan di tempat yang sama dengan Sandi.
" Satria berangkat dulu ya Yah, Bun. Doakan semoga semuanya lancar " pamit Satria setelah menghabiskan sarapannya.
" Iya Sayang. Bunda selalu mendoakan kamu " jawab Bunda Wulan.
" Ingat, lakukan semua tugas kamu dengan baik " ucap Ayah Arif pada Satria.
" Pasti, Yah " jawab Satria.
Satria berdiri dari posisi duduknya lalu mencium tangan Ayah Arif dan Bunda Wulan bergantian.
" Assalamualaikum " ucap Satria.
" Walaikumsalam " jawab Ayah Arif dan Bunda Wulan.
Bunda Wulan begitu bangga melihat Satria pergi dengan menggunakan seragam polisi. Terlihat begitu gagah di mata Bunda Wulan.
Satria pergi menggunakan motornya yang biasa ia gunakan untuk pergi ke sekolah dulu. Satria sangat menyayangi motor itu karena di motor itu banyak sekali kenangannya bersama Kinara.
__ADS_1
Sesampainya di kantor ia bertugas, Satria pun langsung turun dari motornya. Ternyata Sandi baru saja datang.
" Beruntung banget kita bisa tugas di satu tempat gini " ucap Sandi pada Satria saat mereka sedang berjalan memasuki ruangan mereka.
" Iya San, jadi bakal ada orang yang gue manfaatin buat beli makan siang " jawab Satria bercanda.
" Dih ogah, dikira gue babu lo apa? " ucap Sandi kesal.
Satria pun hanya tertawa melihat itu.
Memasuki ruangan kerja mereka, di sana sudah ada beberapa teman mereka. Mereka pun mengobrol sebentar sebelum melakukan apel pagi di hari pertama itu. Satria juga menyempatkan untuk mengirimkan pesan kepada Kinara terlebih dahulu.
Setelah melakukan apel pagi, Satria dan Sandi dipanggil oleh komandan polisi yang ada di kantor itu.
" Saya baru saja mendapatkan laporan jika kasus pencurian sepeda motor di daerah perkampungan Pasar Senin dan belum diketahui siapa pelaku pencurian tersebut. Saya ingin kalian berdua selidiki kasus ini dan tangkap pelaku tersebut secepatnya " ucap komandan polisi itu.
" Siap, Ndan " jawab Satria dan Sandi.
Mereka harus selalu siap dengan segala tugas dan kasus yang harus mereka tangani.
__ADS_1
" Kalian bisa mulai nanti malam karena pelaku pencurian motor itu beraksi pada malam hari " ucap komandan polisi itu lagi.
" Baik, Ndan " jawab mereka.
Setelah itu Satria dan Sandi kembali ke ruangan mereka. Mereka harus memikirkan rencana untuk bisa menangkap pelaku pencurian motor itu.
" Kita pantau aja daerah yang sering terjadi pencurian itu nanti malam dan kalau ada kesempatan kita langsung tangkap pelaku itu " ucap Sandi pada Satria.
" Gue setuju sih. Kita harus lihat dulu keadaan di sana gimana dan bertindak dengan penuh perhitungan. Walaupun cuma pencuri motor tapi bisa jadi mereka sangat berbahaya. Kita harus tetap hati-hati " tambah Satria.
" Iya, lo bener " jawab Sandi dengan menganggukkan kepalanya.
Mereka terus memikirkan rencana-rencana cadangan yang harus mereka siapkan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, mereka juga harus memastikan bisa menangani kasus ini dengan baik apalagi ini tugas pertama mereka.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘