Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
129. Begitu Terpukul


__ADS_3

Di pagi yang sedikit mendung, Kinara sedang membuat bolu pisang untuk cemilan. Apalagi jika hujan turun, bolu pisang adalah cemilan yang paling pas dipadukan dengan secangkir teh hangat. Kebetulan juga hari ini Kinara memiliki jadwal kuliah pada sore hari sehingga ia mempunyai banyak waktu sekarang untuk membuat bolu pisang itu.


" Nah, sudah selesai. Mending aku mandi dulu sambil nunggu bolunya mateng " ucap Kinara setelah memasukkan adonan bolu pisang itu ke dalam panci pengukus.


Setelah itu Kinara pun langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya karena tubuhnya sudah berkeringat karena mengerjakan semua pekerjaan rumah dan membuat bolu pisang itu.


***


Sementara itu, Rendra dan Puspa baru saja kembali dari rumah Ayah Arif dan Bunda Wulan pagi ini karena tadi malam mereka menginap di sana. Mereka pulang hanya untuk mengambil beberapa keperluan mereka dan anak-anak mereka. Rendra dan Puspa akan tinggal sementara di rumah Ayah Arif dan Bunda Wulan selama Satria masih dalam keadaan kritis karena mereka harus bergantian menjaga Bunda Wulan yang begitu terpukul.


Dan pagi itu juga mereka mendapatkan kabar yang kurang baik bahkan buruk tentang keadaan Satria. Detak jantung Satria melemah dan hingga sekarang belum juga stabil, jika sampai jam tujuh malam belum juga stabil maka dokter sudah menyerah dan kemungkinan besar Satria akan pergi meninggalkan mereka untuk selama-lamanya. Mendengar itu Bunda Wulan kembali histeris dan pingsan kembali.


" Mas, kalau Satria bener-bener ninggalin kita buat selama-lamanya gimana? Aku gak mau kehilangan adik aku satu-satunya " ucap Puspa menangis.


Rendra memeluk Puspa dan membawanya untuk duduk di sofa ruang tamu.


" Jangan ngomong seperti itu, Sayang. Kita harus yakin kalau Satria bakal baik-baik aja, kita doakan kondisi Satria kembali stabil " ucap Rendra mengusap punggung Puspa dan mencoba membuatnya tenang.


Rendra sendiri sebenarnya tidak yakin dengan apa yang dia katakan karena ia mendengar sendiri jika dokter yang menangani Satria mengatakan Satria semakin melemah saat Komandan Anton mengabarinya tadi.


" Tapi Mas, mereka bilang Satria kritis sekarang dan detak jantungnya semakin lemah. Mereka bahkan bilang Satria gak bisa diselamatkan lagi kalau sampai malam ini belum stabil juga " ucap Puspa dengan tangis yang semakin keras.


Brak.


Terdengar suara benda terjatuh, Rendra dan Puspa pun langsung menoleh ke arah sumber suara itu.


" Ara? " ucap Rendra dan Puspa saat melihat Kinara yang berada di belakang mereka.

__ADS_1


Mereka tentu saja sangat terkejut melihat Kinara yang berada di sana dan kemungkinan Kinara mendengar apa yang mereka bicarakan tentang keadaan Satria. Mereka pun sangat panik karena Kinara belum mengetahui tentang keadaan Satria. Rendra dan Puspa pun langsung menghampiri Kinara yang hanya terdiam setelah menjatuhkan sebuah wadah yang tadi bawa.


" Kak, Mas Satria kenapa? Kenapa Kakak bilang Mas Satria bakal ninggalin kita buat selama-lamanya? " tanya Kinara dengan mata yang berkaca-kaca pada Puspa.


Kinara mendengar semua yang Rendra dan Puspa bicarakan. Awalnya ia hanya ingin mengantar bolu pisang buatannya untuk Rendra dan Puspa tapi saat ia berada di depan pintu ia melihat Puspa yang sedang menangis di dalam pelukan Rendra. Saat Kinara mendekat ia malah mendengar sesuatu yang membuat dirinya begitu shock.


" Ra, dengerin Kakak dulu ya " ucap Puspa memegang kedua bahu Kinara.


" Mas Satria kenapa, Kak? " tanya Kinara dan air matanya sudah jatuh membasahi pipinya.


Bukannya menjawab, Puspa malah semakin menangis dan memeluk Kinara karena ia tidak kuat mengatakannya pada Satria.


Kinara pun menoleh pada Rendra dan meminta penjelasan tentang apa yang ia dengar tadi.


" Ra, Satria sekarang lagi kritis karena dada kanannya tertusuk pisau saat dia sedang menangkap para pelaku pengedar narkoba itu. Tadi malam detak jantung Satria melemah dan jika sampai nanti malam masih seperti itu kemungkinan besar Satria gak bisa diselamatkan lagi " ucap Rendra dengan begitu berat.


" Kami semua juga berharap seperti itu Ra, tapi kenyataannya Satria sedang berada antara hidup dan mati. Kita semua cuma bisa mendoakan Satria di sini " ucap Puspa pada Kinara.


Kinara memundurkan tubuhnya dan menggelengkan kepalanya karena memang ia berusaha untuk tidak mempercayai itu. Ia tidak akan siap jika harus kehilangan Satria untuk selama-lamanya.


" Mas Satria " teriak Kinara histeris.


Kinara menjatuhkan tubuhnya di lantai karena kakinya terasa sangat lemas dan tidak kuat lagi untuk berdiri. Dunianya terasa hancur saat mendengar orang yang ia cintai sedang dalam keadaan antara hidup dan mati.


Melihat Kinara yang shock dan begitu terpukul mendengar kabar itu, Puspa menghampiri Kinara dan langsung memeluknya.


" Kamu harus tenang, Ra. Kita semua merasa terpukul mendengar kabar ini " ucap Puspa memeluk Kinara.

__ADS_1


" Mas Satria, Kak. Aku gak mau kehilangan Mas Satria, aku cinta banget sama dia, Kak. Dia janji buat nikahin aku setelah aku lulus kuliah tapi kenapa dia malah mau pergi ninggalin aku, Kak " ucap Kinara di sela-sela tangisnya.


Rendra hanya bisa melihat dua wanita yang sama-sama sangat terpukul dan sedih itu menangis.


" Aku harus susul Mas Satria ke sana, Kak. Aku gak akan biarin Mas Satria pergi ninggalin aku " ucap Satria melepaskan pelukan Puspa.


Kinara mencoba bangkit dan hendak pergi entah kemana tapi sebelum Kinara keluar dari rumahnya Rendra segera mencegahnya. Rendra dan Puspa tidak mungkin membiarkan Kinara pergi sendiri dalam keadaan seperti ini.


" Ara, kamu jangan seperti ini. Kamu harus kuat dan yakin kalau Satria bakal baik-baik aja " ucap Rendra pada Kinara.


" Tapi Bang, Mas Satria mau ninggalin aku dan aku gak mau itu " jawab Kinara memberontak dan tetap ingin pergi.


" Kalau kamu seperti ini Satria juga pasti sedih, Ra. Kalau kamu kenapa-napa karena pergi dengan keadaan seperti ini pasti Satria bakal menyalahkan dirinya sendiri setelah sadar nanti. Kamu mau gak bisa nemuin Satria lagi " ucap Rendra mencoba menyadarkan Kinara agar tidak bertindak gegabah.


Kinara terdiam dan terus menangis karena memang yang dikatakan oleh Rendra itu benar. Satria pasti akan marah dan menyalahkan dirinya sendiri jika terjadi apa-apa dengan dirinya.


" Kita masuk ke dalam ya, kamu tenangin diri kamu dulu " ucap Puspa menuntun Kinara untuk masuk kembali ke dalam rumah.


Kinara duduk di sofa ruang tamu dengan air mata yang terus mengalir seperti tidak bisa berhenti. Hatinya sakit dan hancur saat ini, apalagi jika Satria benar-benar meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2