
Setelah makan malam, Satria dan Kinara langsung berangkat ke rumah kedua orang tua Kinara karena barang-barang yang akan Kinara bawa sudah ia kemas sebelumnya. Satria pun memasukkan satu koper kecil milik Kinara ke dalam bagasi mobilnya.
Baru setelah itu Satria dan Kinara masuk ke dalam mobil dan Satria langsung melajukan dengan kecepatan sedang.
" Aku pasti kangen banget gak ketemu kamu selama satu minggu kedepan, Sayang " ucap Satria pada Kinara saat mereka di tengah perjalanan.
" Walaupun kangen harus ditahan, Mas. Setelah satu minggu kita kan ketemu di hari pernikahan kita dan setelah itu kita bisa ketemu sepuasnya " ucap Kinara menoleh pada Satria.
Satria pun menganggukkan kepalanya.
" Aku bener-bener gak sabar nunggu satu minggu dan kamu bakal jadi milik aku sepenuhnya " ucap Satria meraih salah satu tangan Kinara dan menggenggamnya.
Kinara tersenyum malu karena itu juga yang ia tunggu dari lama dan ia tidak sabar hari itu tiba.
" Aku juga, Mas " balas Kinara.
Satria dan Kinara pun melanjutkan perjalanan hingga tiga puluh menit kemudian mereka sudah sampai di depan rumah kedua orang tua Kinara. Satria dan Kinara pun langsung turun dari mobil dan Satria juga mengeluarkan koper milik Kinara.
Terlihat Papa Lukman dan Mama Santi serta Alina keluar dari rumah setelah mendengar suara mobil Satria. Satria dan Kinara pun langsung menghampiri mereka dan mengucapkan salam.
" Assalamualaikum " ucap Satria dan Kinara bersamaan.
" Walaikumsalam " jawab mereka.
__ADS_1
Satria dan Kinara mencium tangan Papa Lukman dan Mama Santi lalu Kinara memeluk kedua orang tua serta adiknya itu.
" Kalian sampai lebih cepat " ucap Papa Lukman karena mengira jika mereka akan sampai sekitar tiga puluh menit lagi.
" Iya Om. Alhamdulillah jalanan gak macet jadi kita bisa sampai lebih cepat " jawab Satria.
Papa Lukman dan Mama Santi meminta Satria untuk masuk ke dalam rumah, akan tetapi Satria menolaknya karena ia harus segera pulang karena besok ia harus piket pagi. Alhasil Satria langsung pamit dan berbicara pada Kinara sebentar sebelum mereka berpisah satu minggu kedepan.
" Aku gak bisa satu hari tanpa ketemu kamu " ucap Satria dengan wajah lesu.
" Sebelumnya dua tahun aja bisa, masa ini cuma satu minggu gak bisa sih " ucap Kinara tersenyum.
" Bisa sih bisa, tapi aku pasti bakal kangen banget " jawab Satria menghela napasnya panjang.
Kinara tersenyum, ia sebenarnya juga pasti akan merindukan Satria tapi memang itu harus mereka lakukan. Lagipula Kinara ingin fokus merawat dirinya satu minggu ini untuk memberikan yang terbaik untuk Satria nanti.
" Lebih baik kamu pulang sekarang " usir Kinara.
" Kamu kok ngusir aku sih, Sayang " ucap Satria memanyunkan bibirnya karena Kinara mengusirnya.
" Kamu bisa kemalaman sampai rumah kalau nanti, Mas. Kamu besok harus piket pagi kan " ucap Kinara.
" Iya juga sih " jawab Satria.
__ADS_1
Setelah itu Satria pun langsung pamit untuk pulang pada Kinara.
" Kalau gitu aku pulang dulu ya. Kamu jangan lupa kasih kabar terus ke aku " pamit Satria.
" Iya, kalau hp aku gak di sita Mama " jawab Kinara
Lagi-lagi Satria hanya menghela napasnya panjang dan itu membuat Kinara tertawa kecil.
" Udah sana pulang. Jangan lupa jaga kesehatan terus makan teratur " ucap Kinara mendorong tubuh Satria pelan.
" Iya Sayang " jawab Satria.
Walaupun terasa berat tapi Satria harus pulang sekarang.
" Assalamualaikum " ucap Satria sebelum pergi.
" Walaikumsalam " jawab Kinara tersenyum lalu melambaikan tangannya.
Satria segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan rumah Kinara. Kinara baru masuk ke dalam rumah saat mobil Satria sudah tidak terlihat lagi.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘