
Pagi-pagi sekali Satria sudah keluar dari rumah Rendra dan Puspa. Ia ingin pergi ke rumah yang ditinggali oleh Kinara. Motor dan seragam kerjanya masih berada di sana. Ia juga lupa untuk mencuci seragam kerjanya kemarin sehingga ia bingung pagi ini pergi kerja dengan memakai apa.
" Mau kemana kamu pagi-pagi gini? " tanya Puspa yang hendak membeli sayur di tukang sayur keliling.
" Ke rumah Ara " jawab Satria.
" Ngapain pagi-pagi gini, jangan ganggu dia dulu " ucap Puspa yang mengira Satria ingin pergi mengganggu Kinara.
" Ist, siapa juga yang mau ganggu Ara. Aku tu mau ambil seragam kerja aku yang ketinggalan di sana " ucap Satria kesal.
Puspa hanya ber-oh ria mendengar itu.
" Aku pergi dulu. Assalamualaikum " ucap Satria lalu pergi.
" Walaikumsalam " jawab Puspa.
Tepat di depan rumah itu, Satria langsung membuka pagar dan masuk. Ia mengetuk pintu rumah itu.
Tok tok tok.
" Assalamualaikum, Ra " ucap Satria.
" Ra, Ara " panggil Satria tidak sabaran.
Tak lama kemudian pintu itu pun terbuka. Terlihat Kinara yang menggunakan celemek dan sepertinya Kinara sedang memasak.
" Walaikumsalam " jawab Kinara.
Kirana cukup terkejut melihat Satria yang datang saat hari masih sedikit gelap.
" Kenapa, Mas? Pagi banget kamu ke sini " ucap Kinara pada Satria.
" Seragam aku masih di kamar mandi kan? Aku lupa langsung cuci tadi malam dan sekarang aku bingung mau pake apa ke kantor " ucap Satria panik.
Kinara tersenyum melihat Satria yang sedang panik.
" Kamu tenang aja, Mas. Seragam kamu sudah aku cuci tadi malam dan sudah aku setrika. Sekarang tinggal kamu pake aja " ucap Kinara yang membuat Satria bernapas lega.
" Alhamdulillah " ucap Satria mengusap dadanya.
" Ini beneran kan? " tanya Satria memastikan.
" Iya Mas " jawab Kinara.
Setelah itu mereka pun masuk ke dalam rumah. Satria memutuskan untuk mandi dan bersiap-siap di sana karena semua pakaiannya ada di rumah itu.
__ADS_1
Sementara Satria masih mandi dan bersiap-siap, Kinara menyelesaikan masakannya. Kinara memasak omelet sayur dan roti panggang untuk sarapan pagi ini. Ia juga membuat secangkir kopi sesuai dengan permintaan Satria dan ia juga membuat segelas susu hangat untuk dirinya.
" Sekarang giliran aku yang mandi " ucap Kinara setelah selesai menata semua itu di meja makan.
Kinara memasuki kamar mandi yang sudah kosong. Mungkin saja Satria sedang bersiap-siap sekarang. Kinara segera mandi dan tidak butuh waktu lama ia sudah selesai lengkap dengan pakaian di tubuhnya karena sekarang di rumah itu sedang ada Satria.
Setelah selesai bersiap-siap, Kinara pergi ke meja makan. Di sana sudah ada Satria yang sedang menikmati secangkir kopi buatan Kinara. Satria terlihat begitu tampan dengan seragam polisinya dan juga dengan rambutnya yang masih sedikit basah.
Kinara duduk tepat di sebelah Satria. " Kenapa gak dimakan roti sama omelet sayurnya? " tanya Kinara pada Satria.
" Nungguin kamu biar kita bisa sarapan bareng " jawab Satria tersenyum.
Mereka pun menikmati sarapan itu dengan diselingi sebuah obrolan.
" Kalau kayak gini aku malah ngerasa kita ini sudah suami istri tau gak, Ra. Pagi-pagi disiapin sarapan sama kamu. Aduh aku jadi gak sabar deh buat nikahin kamu " ucap Satria membayangkan jika ia dan Kinara menikah nanti.
" Sabar dulu, Mas. Kamu kan harus tugas dulu dan aku juga masih kuliah " ucap Kinara sambil merapikan bekas makan mereka.
" Iya Sayang. Aku sabar kok " jawab Satria.
Satria akan menemani Kinara untuk belanja bulanan sebelum ia pergi bekerja. Kinara akan belanja di pasar karena pagi-pagi seperti ini supermarket belum ada yang buka.
" Kamu tunggu sini aja. Biar aku ke dalam sendiri " ucap Kinara setelah melepaskan helmnya.
Akhirnya Kinara membiarkan Satria untuk menemani masuk ke dalam pasar. Pasar yang mereka datangi adalah pasar modern sehingga tempatnya bersih dan juga menyediakan kebutuhan sehari-hari dengan lengkap.
Kinara mulai berbelanja mulai dari beras dan bahan makanan lainnya. Ia juga membeli bumbu dapur dan juga persabunan. Untuk kebutuhan pribadinya, Kinara akan membelinya di supermarket nanti setelah selesai kuliah.
Satria menatap kagum pada Kinara yang begitu cekatan dalam berbelanja.
" Wah, bener-bener calon istri idaman ini mah " ucap Satria dalam hati.
" Mas, kenapa ngelamun? " tanya Kinara pada Satria yang melamun.
Satria pun segera tersadar. " Ah, enggak kok " jawab Satria.
" Kamu sudah selesai? " tanya Satria.
" Sudah, Mas " jawab Kinara.
Satria yang melihat beberapa kantong plastik yang Kinara bawa pun langsung mengambilnya.
" Biar aku aja yang bawa, Mas. Kamu sudah bawa banyak tuh " ucap Kinara yang melihat begitu banyak kantong plastik di tangan Satria.
" Enggak papa, lagian aku bisa kok bawanya. Kamu jalan aja " jawab Satria.
__ADS_1
Kinara pun berjalan ke luar dari pasar diikuti oleh Satria di belakangnya yang membawa begitu banyak barang belanjaan.
Mereka pun langsung pulang karena Satria harus segera berangkat bekerja.
" Kamu hati-hati ya di jalan. Semangat kerjanya " ucap Kinara saat Satria hendak pergi.
Kinara juga memberikan sebuah kotak bekal pada Satria untuk Satria makan siang.
" Iya Sayang " jawab Satria.
" Kamu ini calon istri idaman banget tau gak, Ra. Pinter masak, pinter belanja, bawain bekel, sekarang bersikap manis banget kayak istri yang lagi anter suaminya berangkat kerja " ucap Satria pada Kinara.
" Aamiin, Mas. Semoga aja memang bisa jadi calon istri idaman seperti yang Mas bilang " jawab Kinara tersenyum.
" Aamiin " ucap Satria.
Dan setelah itu mereka pun tertawa bersama karena memang jika orang lain yang melihat mereka memang seperti pasangan suami istri sekarang.
" Ya sudah, aku berangkat dulu " pamit Satria.
" Iya Mas " jawab Satria.
Satria pun segera memakai jaket dan juga helmnya.
" Salim dulu " ucap Satria memberikan tangannya pada Kinara.
" Ist, belum waktunya kali " ucap Kinara.
Tetapi walaupun begitu, Kinara tetap meraih tangan Satria dan mencium seperti seorang istri.
" Assalamualaikum " ucap Satria melambaikan tangannya.
" Walaikumsalam " jawab Satria.
Kinara membalas lambaian tangan Satria hingga Satria sudah tidak terlihat lagi.
Setelah itu, Kinara masuk ke dalam rumah. Kinara akan membereskan barang-barang belanjaannya tadi dan setelah itu baru ia akan berangkat ke kampus.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1