
Langit sudah berubah menjadi gelap pertanda malam sudah datang. Selesai sholat magrib dan makan malam, Satria menepati janjinya untuk bermain bersama keponakannya. Mereka sekarang sedang bermain puzzle di ruang keluarga sambil menonton tv berdua.
" Om, sudah selesai " ucap Rere memperlihatkan puzzle yang sudah selesai ia susun.
" Pinter banget sih putri cantiknya Om ini " ucap Satria tersenyum mengusap kepala Rere.
" Iya dong, Om " jawab Rere tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang ompong.
Satria tertawa melihat itu.
Ting.
Suara ponsel Satria berbunyi menandakan ada pesan masuk. Satria pun mengambilnya dari atas meja. Tapi sebelum Satria mengambilnya, Rere melihat ada foto seorang gadis yang om nya jadikan wallpaper ponselnya.
" Om, itu foto siapa? " tanya Rere saat Satria meletakkan ponselnya.
Satria melihat tangan Rere yang menunjuk ponselnya.
Satria mengambil ponselnya dan menunjukkan foto gadis yang tak lain adalah Kinara. Foto yang ia ambil diam-diam dan ia jadikan wallpaper.
" Ini namanya, Ara. Rere bisa panggil Tante Ara " ucap Satria mengenalkan Kinara pada Rere lewat foto.
" Ate Ara? " ucap Rere yang tidak bisa mengatakan tante.
Satria menganggukkan kepalanya.
" Tante Ara cantik gak? " tanya Satria menunjukkan foto Kinara yang lain di galeri ponselnya.
" Ate Ara cantik kayak Rere " jawab Rere.
" Rere mau gak kalo Tante Ara jadi tantenya Rere? " tanya Satria lagi.
" Rere mau, Rere kan gak punya ate " jawab Rere.
Satria senang dan memeluk Rere. Keluarga intinya sudah setuju untuk ia bersama Kinara. Tinggal menunggu Kinara jatuh cinta padanya dan ia akan langsung meminta restu pada keluarga Kinara.
***
Keesokkan harinya, Satria sekeluarga sudah siap untuk pergi ke opening toko kue keluarga Kinara.
" Ayo kita berangkat " ucap Ayah Arif.
Mereka pun menuju mobil, mereka akan menggunakan satu mobil. Rendra mengemudi bersama Ayah Arif, Bunda Wulan dan Puspa di tengah, dan Satria serta Rere di belakang.
Satria memberi arahan pada Rendra untuk menuju toko kue yang tidak jauh dari sekolahnya.
Tiga puluh menit kemudian, mereka pun sampai. Di sana sudah cukup banyak orang yang datang. Papa Lukman memang mengundang tetangga rumahnya dan juga warga sekitar toko.
Mereka semua turun dari mobil dan menghampiri Papa Lukman dan Mama Santi yang sedang menyambut tamu.
" Assalamualaikum " ucap mereka.
" Walaikumsalam " jawab Papa Lukman dan Mama Santi.
" Mbak Wulan, Mas Arif " ucap Papa Lukman.
Papa Lukman dan Ayah Arif pun langsung berpelukan melepaskan rindu setengah bertahun-tahun tidak bertemu. Bunda Wulan juga memeluk Mama Santi.
" Kamu apa kabar Man? " tanya Ayah Arif pada Papa Lukman.
__ADS_1
" Alhamdulillah sehat mas " jawab Papa Lukman.
" Mas gimana kabarnya? " tanya balik Papa Lukman.
" Alhamdulillah aku juga baik Man " jawab Ayah Arif.
" Oh iya ini Puspa, anakku. Ini Rendra suaminya dan yang digendong Satria itu cucuku, anak Puspa " ucap Ayah Arif memperkenalkan anak, menantu serta cucunya.
Puspa dan Rendra pun menyalami Papa Lukman dan Mama Santi.
" Puspa, Tante gak nyangka kamu sudah jadi ibu sekarang " ucap Mama Santi memeluk Puspa.
" Iya Tante " jawab Puspa membalas pelukan Mama Santi.
Satria melihat ke sana kemari mencari Kinara yang tidak terlihat setiap Satria datang.
" Kemana sih Ara ini. Pasti tiap aku dateng dia gak ada " ucap Satria dalam hati.
" Sayang, kenalin ini Kakek Lukman dan Nenek Santi " ucap Puspa pada anaknya.
" Halo Kakek Nenek, aku Rere " ucap Rere melambaikan tangannya.
" Ya ampun, lucu banget " ucap Mama Santi.
Mama Santi mendekati Satria yang sedang menggendong Rere.
" Nenek boleh gendong Rere gak? " tanya Mama Santi pada Rere.
Rere pun menganggukkan kepalanya dan berpindah ke gendongan Mama Santi.
" Rere berat, Tante " ucap Puspa.
" Oh iya, ayo silahkan masuk " ucap Papa Lukman mempersilahkan mereka masuk.
Mereka semua pun masuk, sedangkan Satria masih di luar dengan alasan ingin menelepon teman. Ia ingin menunggu Kinara yang seperti belum datang karena motornya belum terlihat.
" Hai Bro " sapa Raka yang baru datang diikuti Elsa di belakangnya.
" Loh kok barengan? " ucap Satria dengan senyum menggoda.
" Gak usah mikir aneh-aneh deh. Gue berangkat bareng bokap nyokap gue tuh " ucap Elsa sambil menunjuk orang tuanya yang sudah masuk.
" Kirain sengaja berangkat bareng gitu " ucap Satria tersenyum.
" Enggak, lagian dia mau gue jemput gak mau " jawab Raka melirik Elsa.
" Gue masih bisa berangkat sendiri " ucap Elsa ketus.
" Lo ngapain sendirian disini? " tanya Raka.
" Nunggu Kinara, dari tadi gue gak liat dia " jawab Satria.
Tak lama Kinara datang dengan mengendarai motornya bersama Alina.
" Kalian udah dateng " ucap Kinara menghampiri mereka.
Sedangkan Alina masuk ke dalam toko.
" Kamu dari mana, Ra? " tanya Satria langsung.
__ADS_1
" Lo tu gak sabaran banget " ucap Raka pada Satria.
Tapi Satria tidak menggubris perkataan Raka.
Kinara tersenyum. " Aku abis beli pita " jawab Kinara menunjukkan kantong plastik di tangannya.
" Ya sudah sini kita yang pasang " ucap Satria mengambil kantong plastik itu dari tangan Kinara.
" Ya udah, ayok kita masuk " ajak Kinara.
Mereka semua pun masuk ke dalam toko. Satria dan Raka memasang pita yang akan dipotong nanti. Kinara dan Elsa menghampiri Mama Santi yang memanggilnya.
" Kenapa Ma? " tanya Kinara.
" Sini sayang. Mama mau kamu ketemu sama seseorang " ucap Mama Santi.
Kinara dan Elsa pun mengikuti Mama Santi menuju ke ruangan yang memang khusus untuk keluarga jika sedang berada di toko. Saat masuk, Kinara melihat Ayah Arif dan Bunda Wulan. Kinara pun langsung menyalami mereka diikuti oleh Elsa.
" Sayang kamu kenal gak sama yang di sebelah Tante ini? " tanya Bunda Wulan merangkul orang di sampingnya.
Kinara pun beralih melihat orang yang dirangkul oleh Bunda Wulan.
" Kak Puspa " ucap Kinara terkejut sekaligus senang.
Puspa pun tersenyum dan merentangkan tangannya. Kinara langsung memeluk Puspa dan Puspa membalasnya.
" Aku kangen banget sama kakak " ucap Kinara setelah melepas pelukannya.
" Kakak juga kangen sama kamu " jawab Puspa.
Kinara sangat senang bertemu dengan Puspa kembali. Walaupun dulu mereka tidak lama bermain bersama tapi mereka sangat akrab. Apalagi Kinara tidak memiliki kakak.
" Ra, kenalin ini suami kakak, Rendra " ucap Puspa memperkenalkan suaminya.
Kinara tersenyum dan menyalami Rendra.
" Ini anak Kakak " ucap Puspa merangkul Rere yang berdiri di sampingnya.
Kinara berjongkok agar sejajar dengan Rere. " Halo Sayang " ucap Kinara pada Rere.
" Halo Ate Ara " ucap Rere memeluk Kinara.
" Kok kamu tau nama Tante? " tanya Kinara.
" Om Satria yang bilang. Kata Om Satria, Ate Ara bakal jadi ate nya Rere " jawab Rere.
Kebetulan Satria dan Raka baru saja masuk ke ruangan itu. Satria sangat malu mendengar Rere mengatakan itu. Begitu pun dengan Kinara yang wajahnya sudah memerah. Semua orang yang ada di sana pun tersenyum.
Tak lama acara opening toko kue pun dimulai. Papa Lukman memberikan sambutan sebentar dan dilanjut dengan seorang ustadz yang diundang Papa Lukman membacakan doa. Setelah itu Papa Lukman dan Mama Santi memotong pita yang menandakan toko kue tersebut sudah dibuka.
" Saya ucapkan terimakasih kepada kalian semua yang sudah berkenan hadir. Sekarang silahkan nikmati hidangan yang sudah kami siapkan " ucap Papa Lukman pada semua tamu uang hadir.
Mereka sudah menyiapkan berbagai macam jenis kue kering dan cake serta minuman untuk para tamu yang hadir.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1