Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
111. Sanggup Menunggu


__ADS_3

Satria dan Kinara terdiam cukup lama dengan pikiran masing-masing. Mereka memandang ke arah danau dengan pemandangan yang indah. Satria memikirkan ketakutan jika Kinara tidak sanggup untuk menunggunya dan mungkin menerima pinangan laki-laki lain.


" Sayang " panggil Satria setelah cukup lama diam.


" Iya Mas " jawab Kinara menoleh ke arah Kinara.


" Aku berharap banget kamu bisa nunggu aku sampai aku kembali. Tapi misalkan di saat aku belum kembali, ada laki-laki lain yang buat kamu bahagia, bilang sama aku ya. Kasih kabar jadi aku gak berharap di sana. Jujur aja aku takut kamu berpaling ke laki-laki lain " ucap Satria mengatakan ketakutannya pada Kinara.


Kinara cukup terkejut mendengar itu. " Kamu ngomong apa sih, Mas? Aku bakal tunggu kamu sampai kamu kembali. Insya Allah aku sanggup nunggu kamu sampai kamu sendiri yang minta buat berhenti " ucap Kinara menatap wajah Satria.


" Aku cuma takut, Sayang " jawab Satria dengan wajah yang sedih.


Kinara menangkup pipi Satria dengan kedua tangannya agar Satria menatap dirinya.


" Kamu percaya kan sama aku, Mas. Aku tu cinta sama kamu dan aku bakal nunggu kamu " ucap Kinara dengan begitu yakin.

__ADS_1


Satria menatap mata Kinara dan ia tidak melihat kebohongan atau pun keraguan di sana, malah yang ia lihat hanya sebuah keyakinan Kinara dengan apa yang dia katakan.


" Makasih ya, Sayang " ucap Satria pada Kinara.


" Iya Mas " jawab Kinara tersenyum.


Sekali lagi Satria merasa sangat beruntung dipertemukan dengan perempuan seperti Kinara. Ia tidak akan pernah menyesal mengenal Kinara walaupun nantinya Kinara tidak ditakdirkan untuk menjadi jodohnya.


" Mungkin ini juga jawaban Allah atas keresahan aku akhir-akhir ini. Jujur aja aku cukup kesulitan menahan nafsu aku kalau lagi berdua sama kamu, Ra. Ada aja bisikan godaan setan yang nyuruh aku buat nyentuh kamu lebih lagi, apalagi kamu itu perempuan yang aku cintai. Aku laki-laki dewasa dan aku gak tau sampai kapan aku bisa tahan. Aku berharap ini adalah cara aku buat menjaga kamu sampai kamu halal buat aku " ucap Satria jujur dengan apa yang membuatnya resah akhir-akhir ini.


" Iya Mas, mungkin memang ini yang terbaik buat kita. Hubungan ini sebenarnya sudah salah dan aku juga takut kita semakin terjerumus ke dalam hal yang lebih salah " jawab Kinara.


Satria setuju dengan apa yang dikatakan Kinara. Dosa mereka dengan menjalani hubungan itu sudah sangat banyak, mereka juga sadar akan itu.


" Aku mungkin bakal lebih jarang lagi kasih kabar kamu apalagi daerah tempat aku tugas itu cukup di tempat pedalaman. Aku minta maaf itu dari sekarang " ucap Satria pada Kinara.

__ADS_1


" Iya Mas, aku bakal selalu berusaha ngertiin kamu " jawab Kinara tersenyum.


Satria melihat jam tangan di pergelangan tangannya. Ia pun mengajak Kinara untuk pulang sebelum hari bertambah malam.


" Pulang yuk, nanti malah tambah malam " ajak Satria berdiri dari duduknya disusul Kinara.


" Iya Mas " jawab Kinara.


Mereka berjalan meninggalkan tepi danau dan menuju motor Satria. Satria memakaikan helm ke kepala Kinara, baru setelah itu mereka naik ke atas motor Satria. Satria melajukan motornya membelah jalanan kota Jakarta malam itu meninggalkan area danau.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2