Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
161. Seorang Guru


__ADS_3

Satu minggu berlalu, hari ini Kinara akan mulai mengajar di salah satu sekolah menengah atas di Jakarta. Sekolah itu yang menjadi tempat tugas Kinara setelah ia menjadi seorang guru dan juga pegawai negeri sipil (PNS). Kinara begitu semangat di hari pertamanya sebagai seorang guru dan mulai mengajar.


Kinara tetap tinggal di rumah milik keluarga Satria karena memang jaraknya lebih dekat dibandingkan dengan rumah kedua orang tuanya. Kinara akan berangkat dengan menggunakan motor kesayangan yang sudah menemaninya selama hampir tujuh tahun ini. Sebenarnya ia bisa membeli motor baru dengan gajinya di cafe tetapi ia tidak ingin mengganti motor itu.


Saat Kinara sudah siap hendak berangkat ke sekolah tempatnya mengajar, sebuah pesan dari Satria masuk ke ponselnya. Kinara dengan segera membuka pesan itu.


" Semangat hari pertama mengajarnya, Bu Guru. Hati-hati di jalan dan jangan sampai kepincut sama muridnya. Ada calon suami yang nungguin di sini " ucap Satria dalam pesannya.


Kinara tersenyum membaca pesan itu dan langsung membalasnya. " Siap, Pak. Hati ini sudah terkunci buat Pak Polisi seorang " balas Kinara.


Satria sebenarnya sangat ingin mengantarkan Kinara di hari pertamanya mengajar, tetapi ia ada beberapa pekerjaan yang harus ia urus. Satria memilih langsung bekerja di kantor polisi sebelumnya karena ia akan mengambil cuti untuk pernikahan mereka dua bulan lagi.


Setelah itu Kinara langsung berangkat ke sekolah tempat ia bekerja karena tidak ingin terlambat di hari pertamanya.


***


Hanya butuh waktu dua puluh menit ia sudah sampai di sekolah yang cukup terkenal dan merupakan sekolah negeri favorit di Jakarta. Kinara memarkirkan motornya di parkiran khusus untuk guru. Sebelumnya Kinara pernah datang ke sana untuk bertemu dengan kepala sekolah sehingga ia tahu beberapa tempat di sekolah itu.


Beberapa murid yang melintas memerhatikan Kinara, mungkin karena ia belum pernah melihat Kinara sebelumnya. Kinara pun tersenyum ramah kepada mereka. Hingga ada tiga orang Siswa laki-laki menghampiri dirinya saat ia akan masuki gedung sekolah.


" Murid baru ya? " tanya salah satu dari mereka.


Kinara yang menggunakan kemeja batik dan rok hitam panjang dengan wajah yang imut tidak memperlihatkan jika dirinya adalah seorang guru. Jadi tidak heran jika para siswa itu bertanya demikian pada Kinara.


Kinara tidak langsung menjawab tetapi ia memperhatikan ketiga pemuda yang memakai seragam sekolah dengan berantakan. Kinara bisa menebak jika mereka bertiga adalah siswa-siswa yang cukup nakal.


" Nanti kalian akan tahu " jawab Kinara tersenyum.


" Saya duluan, permisi " ucap Kinara lalu langsung pergi dari hadapan ketiga pemuda itu.


Kinara langsung menuju ruang kepala sekolah yang pernah ia kunjungi sebelumnya. Kinara mengetuk pintu ruangan itu dan masuk setelah mendapatkan jawaban dari dalam.

__ADS_1


" Bu Kinara " ucap kepala sekolah yang bernama Bu Heni itu.


Kinara tersenyum dan menjabat tangan Bu Heni.


Bu Heni meminta Kinara untuk duduk selagi ada waktu sebelum upacara bendera pada hari Senin itu dimulai.


" Selamat bergabung di sekolah kami, Bu Kinara. Semoga Anda betah mengajar di sini walaupun ada beberapa siswa yang memang cukup nakal " ucap Bu Heni pada Kinara.


" Tidak masalah, Bu. Itu akan menjadi tantangan bagi saya " jawab Kinara tersenyum.


Kinara memang harus siap menghadapi berbagai macam siswa yang akan ada dibawah bimbingannya.


Setelah itu, Kinara dan Bu Heni menuju lapangan untuk upacara bendera. Nanti juga akan ada acara perkenalan Kinara sebagai guru baru di sekolah itu setelah upacara selesai.


Upacara bendera pun dimulai, Kinara berbaris di barisan para guru. Tanpa sengaja, Kinara melihat tiga siswa yang tadi sempat bertemu dengannya sedang berlari memasuki barisan dan di belakangnya ada seorang guru yang sepertinya merupakan guru BK. Sepertinya ketiga siswa itu ingin bolos dari upacara bendera pagi ini.


Tidak ingin ambil pusing, Kinara pun kembali fokus pada upacara bendera yang sudah dimulai itu.


" Anak-anak, hari ini Ibu ingin memperkenalkan guru baru di sekolah kita. Ini adalah Bu Kinara, dia adalah guru matematika yang baru menggantikan Bu Lusi yang harus pindah ke luar kota. Ibu harap kalian bisa bersikap baik dan menghormati Bu Kinara " ucap Bu Heni memperkenalkan Kinara.


Bu Heni juga meminta Kinara untuk memperkenalkan dirinya sendiri agar bisa lebih dekat dengan para siswa yang ada di sekolah itu.


" Selamat pagi semuanya. Perkenalkan nama saya Kinara Larasati, kalian bisa memanggil saya dengan Bu Kinara seperti yang dikatakan oleh Bu Heni. Saya akan mengajar matematika untuk kelas 12 jadi mohon bantuannya untuk anak-anak kelas 12. Saya juga akan menjadi wali kelas dari kelas 12 IPS 2 " ucap Kinara memperkenalkan dirinya.


" Jika ada yang kurang jelas atau ingin ada sesuatu yang ditanyakan pada saya, kalian bisa menemui saya nanti. Terima kasih " lanjut Kinara


Setelah acara perkenalan singkat itu selesai, semua siswa pun dibubarkan. Sedangkan Kinara pergi ke ruang guru diantar oleh Bu Heni.


" Ini adalah meja Bu Kinara, semoga saja nyaman " ucap Bu Heni menunjukkan meja untuk Kinara.


" Terima kasih, Bu. Ini sudah sangat nyaman " jawab Kinara tersenyum.

__ADS_1


Bu Heni meminta seorang guru untuk mengantarkan Kinara ke kelasnya karena Bu Heni ada sebuah rapat online yang harus ia ikuti.


" Perkenalkan nama saya, Lintang. Saya guru Bahasa Indonesia di sini " ucap seorang guru bernama Lintang mengulurkan tangannya pada Kinara.


" Saya Kinara " jawab Kinara membalas uluran tangan itu.


Lintang terlihat masih cukup muda, jika dilihat mungkin seumuran dengan Rendra.


" Mau ke kelas sekarang, Bu? " tanya Lintang pada Kinara.


" Iya Pak " jawab Kinara.


Kinara mengambil beberapa buku dan barang yang ia perlukan untuk mengajar lalu pergi ke kelas pertama yang akan ia masuki. Kinara mengikuti langkah Lintang dan berjalan di sampingnya.


" Bu Kinara ini baru saja selesai kuliah ya? " tanya Lintang sambil mereka berjalan.


" Iya Pak. Saya bari wisuda sekitar satu minggu yang lalu " jawab Kinara.


" Wah, pantas saja Bu Kinara terlihat masih muda " ucap Lintang.


Kinara pun hanya tersenyum menanggapi itu.


Mereka berdua pun terus berjalan untuk menuju kelas yang mereka tuju.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2