
Satria dan Kinara serta Raka sedang mengobrol dan tiba-tiba ada seorang pelayan menawari mereka minuman. Karena haus mereka pun mengambil minuman itu masing-masing.
" Kebetulan banget ada yang nawarin minuman. Gue haus banget tapi males ambilnya " ucap Raka lalu meminum minuman itu hingga habis.
Satria dan Kinara juga meminum minuman itu.
Ela yang melihat itu dari kejauhan terdengar penuh arti. Sepertinya ia sudah merencanakan sesuatu pada mereka.
Lima belas menit kemudian, Satria merasakan tubuh dan hawa di sekitarnya sangat panas. Tubuhnya juga terasa sangat tidak nyaman. Satria pun pamit ke toilet untuk menyegarkan wajahnya.
" Aku ke toilet dulu ya " ucap Satria memberikan gelas minuman miliknya pada Kinara.
" Iya Mas " jawab Kinara.
" Ka, jagain Kinara " ucap Satria pada Raka.
" Iya, tenang aja. Calon bini lo ini bakal gue jagain " jawab Raka.
Setelah itu, Raka pun langsung pergi ke toilet karena tubuhnya terasa semakin panas.
" Kenapa panas banget sih " ucap Satria sambil terus berjalan dengan cepat menuju toilet.
Sesampainya di toilet, Satria langsung menyalakan keran wastafel lalu membasuh wajahnya beberapa kali dengan air tapi bukannya berkurang, sekarang malah tubuhnya terasa semakin panas dan napasnya memburu.
" Aku ini kenapa? " gumam Satria sambil menatap wajahnya di cermin wastafel.
Kemudian Satria teringat dengan minuman yang belum lama ia minum. Ia yakin jika ada yang memasukkan sesuatu ke dalam minuman dan mencoba menjebaknya. Ia bisa mengetahui tanda-tanda dari beberapa obat-obatan terlarang dan berbahaya karena ia pernah mempelajarinya dan ia tahu apa yang terjadi pada dirinya.
" Sialan. Ini pasti ada yang gak beres. Jangan-jangan ada yang mau jebak aku " ucap Satria menarik rambutnya.
Tiba-tiba pintu toilet terbuka dan terlihat ada dua orang bertubuh besar di sana. Mereka menghampiri Satria dan menarik tubuh Satria.
" Lepaskan saya. Kalian siapa? " ucap Satria mencoba melepaskan pegangan dua orang itu.
Dua orang itu hanya diam dan membawa Satria pergi. Satria tidak bisa melawan mereka karena sekarang tubuhnya terpengaruh oleh sesuatu.
" Siapa mereka? Dan siapa yang mau coba jebak aku? " tanya Satria dalam hati.
Satria terus memikirkan cara agar bisa terlepas dari dua orang itu dengan menahan rasa panas dan gejolak di dalam tubuhnya.
__ADS_1
Hingga beberapa saat kemudian, dua orang itu membawa Satria ke sebuah kamar hotel. Satria merasa dugaannya benar jika ia memang ingin dijebak.
" Aku harus bisa lepas dari mereka. Jangan sampai aku terjebak dan melakukan hal-hal yang merugikan aku " ucap Satria dalam hati.
Satria mencoba memberontak sambil menahan rasa ditubuhnya tapi tenaganya tidak bisa melawan dua orang itu. Satria di di dorong memasuki kamar hotel itu dan mereka menguncinya dari luar.
" Hey, buka pintunya " teriak Satria memukul pintu kamar hotel itu.
Satria terus berteriak tapi sepertinya kamar hotel itu kedap suara sehingga tidak akan ada yang bisa mendengar suaranya di luar. Satria melihat ke sekeliling kamar tapi tidak ada satu orang pun di sana selain dirinya.
" Akh, siapa yang mencoba menjebak aku " ucap Satria menarik rambutnya.
Satria segera mengambil ponselnya lalu mengirimkan pesan pada Raka untuk meminta bantuan.
" Ka, tolongin gue. Gue dalam bahaya " ucap Satria dalam pesannya.
Satria juga mengirimkan lokasinya sekarang pada Raka agar Raka bisa mendatanginya karena ia tidak sempat melihat nomor kamar hotel itu.
" Akh, aku gak tahan. Ini panas banget " ucap Satria lalu membuka seluruh kancing kemejanya.
Ceklek.
Deg.
" Ela? " ucap Satria tidak percaya.
Ela tersenyum menggoda dan berjalan mendekat ke arah Satria. Satria yang melihat itu pun langsung melangkah menjauh. Tubuhnya sudah bereaksi saat melihat Ela dengan penampilan seperti itu, apalagi saat ini ia sedang terpengaruh sesuatu. Satria sangat berusaha untuk mengendalikan tubuhnya.
" Halo Sayang " ucap Ela semakin mendekat.
" Stop. Jangan mendekat " ucap Satria berusaha menjauh dari Ela.
" Kenapa Sayang? Aku itu cuma mau membantu kamu. Kita akan melewati malam yang indah berdua " ucap Ela dengan seringai licik.
Satria benar-benar tidak habis pikir dengan Ela yang berani berbuat hal yang seperti ini dan menjebak dirinya.
" Stop, Ela. Kamu benar-benar keterlaluan. Kamu jebak aku dengan obat perangsang itu " ucap Satria pada Ela.
" Aku lakukan itu demi dapetin kamu " jawab Ela.
__ADS_1
" Jangan mimpi karena kamu gak akan pernah dapetin aku " ucap Satria sambil tersenyum berusaha menahan gejolak gairah di tubuhnya saat melihat Ela.
" Aku yakin bisa dapetin kamu. Ayo sekarang aku bantuin kamu muasin hasrat kamu dari pada kamu mati menahan itu, lebih baik bercinta dengan aku " ucap Ela semakin mendekat.
" Aku gak sudi. Lebih baik aku mati dari pada harus melakukan itu dengan kamu " jawab Satria.
Ela yang mendengar itu pun sangat kesal. Ia berjalan cepat pada Satria dan Satria pun mencoba menghindar tapi ia tidak bisa bergerak cepat karena tubuhnya terasa sangat panas.
Ela memeluk Satria dari belakang dan menggesek-gesekkan dadanya di punggung Satria. Ia juga mengusap dada bidang Satria yang sudah tidak tertutupi kemeja untuk memancing hasrat Satria. Satria dengan sekuat tenaga melepaskan pelukan Ela dari tubuhnya hingga Ela tahu ke lantai. Satria langsung berlari ke arah pintu hotel dsn dan mencoba untuk membuka.
" Ya Allah, tolong selamatkan hamba dari semua ini " doa Satria dalam hati.
Saat ini ia hanya bisa berharap Raka melihat pesan yang dikirimkan dan segera datang untuk menyelamatkannya.
" Gue mohon lo cepet dateng, Ka " gumam Satria masih berusaha untuk membuka pintu kamar hotel itu.
Ela sudah sangat kesal dan tidak bisa sabar lagi. Ia berdiri dan langsung menghampiri Satria.
" Kita harus melakukan itu sekarang juga " ucap Ela menarik tangan Satria.
" Lepas " bentak Satria.
Ela tidak menghiraukan bentakan dari Satria. Ia menarik tangan Satria sampai kemeja yang dipakai Satria terlepas dan mendorong tubuh Satria hingga terbaring di atas tempat tidur hotel. Belum sempat Satria bangun dengan tubuh yang sangat sulit ia kendalikan, Ela sudah naik ke atas tubuhnya dengan telanjang bulat. Ia sudah melepaskan lingerie yang tadi dipakainya.
" Turun dari tubuhku sekarang " bentak Satria.
" Gak akan sebelum aku mendapatkan kamu " ucap Ela berusaha untuk mencium Satria tapi Satria terus menghindar.
" Astaghfirullah, tolong selamatkan hamba ya Allah " ucap Satria dalam hati.
Satria masih terus berusaha mengendalikan tubuh dan akal sehatnya walaupun kepalanya terasa sangat sakit sekarang ini. Ia hanya berharap ada orang yang datang agar ia tidak melakukan hal yang tidak pantas dengan Ela.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1