
Keesokan harinya, acara siraman diadakan di rumah Satria maupun Kinara. Acara siraman itu menggunakan adat jawa sesuai dengan adat kedua keluarga. Acara siraman diadakan lebih meriah daripada acara pengajian yang memang harus lebih tenang kemarin.
Kinara kembali dirias oleh make up artist yang sama seperti kemarin. Pastinya Kinara terlihat sangat cantik dengan pakaian untuk siraman.
" Serius deh Ra, kamu lebih cantik dan aura kamu sebagai calon pengantin semakin keluar hari ini " puji Elsa yang memang mengagumi kecantikan sahabatnya itu.
Kinara pun tersenyum mendengar ucapan Elsa. " Nanti kamu juga gitu kalau nikah, Sa " ucap Kinara.
" Harus lah. Aku emang harus kelihatan cantik " jawab Elsa dan mereka berdua pun tertawa.
Acara siraman pada pagi hari itu akan dimulai dengan sungkeman. Kinara sebagai calon pengantin wanita keluar dari kamar rias lalu sungkem kepada orang tuanya untuk memohon doa restu kepada kedua orang tuanya.
Sama seperti kemarin, Kinara kembali bersimpuh di hadapan Papa Lukman dan Mama Santi. Tapi pagi ini suasana semakin haru dan lebih mendebarkan karena acara ini lebih sakral daripada kemarin yang lebih santai.
" Papa, Mama yang sangat Ara sayangi. Sekali lagi Ara ingin mengatakan permohonan maaf jika selama hidup Ara melakukan banyak kesalahan dan kekhilafan baik kata-kata maupun perbuatan Ara yang kurang berkenan di hati Papa dan Mama " ucap Kinara terhenti sejenak untuk menghapus air matanya yang sudah mengalir deras.
" Di saat yang baik ini, Ara mohon izin, mohon restu untuk dinikahkan dengan laki-laki pilihan Ara. Laki-laki yang sangat baik, laki-laki yang sangat Ara cintai, laki-laki yang bernama Satria Bimantara bin Arif Bimantara. Ara setulus hati ikhlas dan ridho, Papa dan Mama menikahkan Ara. Ara juga mohon doa dan restu Papa dan Mama, semoga kehidupan rumah tangga Ara nanti senantiasa rukun, damai, sejahtera, sakinah mawadah warahmah, dan berkah penuh berkah dari Allah SWT " lanjut Kinara dengan tangis yang semakin menjadi.
" Seperti yang sudah kami katakan kemarin, Papa dan Papa memberikan doa dan restu pada kamu untuk menikah dengan laki-laki pilihan kamu. Semoga rumah tangga kalian selalu rukun dan diberikan kebahagiaan, menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah " jawab Papa Lukman yang juga menangis.
Sedangkan Mama Santi menangis dan tidak bisa berkata-kata apa-apa lagi.
Kinara pun langsung memeluk kedua orang tuanya sangat erat sebelum dirinya benar-benar menjadi seorang istri.
Acara pun dilanjutkan dengan siraman, Kinara diantar ke tempat siraman. Kinara duduk di atas bangku yang beralaskan tikar bangka atau tikar pandan. Lalu dimulai acara siraman adat Jawa, urutan siraman ini dimulai dari sesepuh tertua, lalu orang tua dan keluarga. Terakhir yang menyirami adalah make up artist atau juru rias pengantin.
Karena kakek dan nenek dari pihak Papa Lukman maupun Mama Santi telah tiada, maka yang melakukan siraman yang pertama adalah kedua orang tua dari Rendi yang merupakan kakak dari Papa Lukman.
__ADS_1
Kinara terus tersenyum sepanjang acara siraman itu dan menikmatinya.
Setelah selesai, Papa Lukman menggendong Kinara untuk seperti ia kecil. Ini adalah gendongan terakhir sebelum Kinara berpindah tanggung jawab kepada suaminya.
" Ara berat ya, Pa " ucap Kinara menatap wajah Papa Lukman yang sedang menggendongnya.
" Enggak, Sayang. Papa bahkan merasakan tubuhmu lebih ringan seperti kamu kembali kecil " jawab Papa Lukman tersenyum.
Kinara merasa sangat bahagia dan memeluk Papa Lukman dengan erat.
Setelah acara siraman, Kinara diantar ke ruang ganti untuk di alubi-alubi atau dikerik rambut bulu halus di atas dahi. Baru setelah itu Kinara kembali di rias untuk melakukan acara selanjutnya.
" Apa Ara sudah siap? " tanya Mama Santi menghampiri Kinara yang sedang dipakaikan hijab.
" Sebentar lagi, Bu " jawab make up artist.
Kinara kembali dibawa keluar setelah selesai dibantu oleh Elsa. Kinara akan meminta doa dan restu dari para tamu undangan. Kinara menyampaikan singkat dan padat karena ia akan terus menangis jika terlalu panjang.
Bersamaan dengan acara siraman, diadakan kegiatan upacara jual dawet. Dalam upacara jual dawet ini tugas Mama Santi menjadi penjualnya, sedangkan Papa Lukman membantu memayungi Mama Santi. Para tamu berkerumun membeli dawet, alat pembayarannya berupa yang terbuat dari kreweng berbentuk bulat dan gepeng.
Kinara duduk di tempat yang disediakan bersamaan dengan Elsa dan juga Alina. Mereka melihat Papa Lukman dan Mama Santi yang sedang mengikuti acara jual dawet.
***
Sementara itu di kediaman keluarga Satria juga sedang diadakan acara yang sama. Satria juga kembali meminta doa restu kepada kedua orang tuanya.
" Bismillahirrahmanirrahim. Ayah dan Bunda yang Satria hormati dan sayangi. Besok Satria akan melaksanakan pernikahan Satria dengan calon istri pilihan Satria. Sebelum Satria mohon maaf jika selama ini Satria melakukan kesalahan yang disengaja ataupun tidak. Sekaligus Satria meminta izin dan restu untuk menikahi seorang gadis yang sangat Satria cintai, gadis yang bernama Kinara Larasati bin Lukman Hakim. Di bawah bimbingan, doa dan restu dari Ayah dan Bunda, semoga pernikahan Satria senantiasa dalam lindungan dan ridho Allah SWT " ucap Satria bersimpuh di hadapan kedua orang tuanya.
__ADS_1
" Ayah dan Bunda memberikan restu kepada kamu. Semoga pernikahan kalian nanti selalu dilimpahkan kebahagiaan " jawab Ayah Arif.
" Semoga rumah tangga kalian selalu rukun dan bahagia sebagaimana harapan kita semua " tambah Bunda Wulan mengusap air matanya.
Satria memeluk Ayah Arif dan Bunda Wulan setelah itu. Satria juga tidak lupa meminta restu kepada kakaknya dan juga kakek dan neneknya.
Acara siraman dimulai setelah air dari rumah Kinara sampai. Air yang dipakai untuk memandikan calon pengantin pria pada dasarnya sama jenisnya dengan yang dipakai calon pengantin wanita. Hanya saja ditambahkan air yang dipakai siraman oleh calon pengantin wanita yaitu Kinara. Upacara menambahkan atau mencampur air siraman jalan pengantin wanita dengan air siraman calon pengantin pria ini disebut manuhaken atau mempertemukan.
Siraman dimulai dengan yang tertua yaitu kakek dan nenek Satria dari Kalimantan. Baru setelah itu dilanjutkan dengan kedua orang tua dan juga keluarga terdekat.
" Berbahagialah Nak " ucap Nenek Satria menyiramkan air ke kepala Satria.
Satria pun tersenyum.
Setelah itu semua acara dilalui oleh Satria sehingga semuanya selesai dan akan dilanjutkan dengan acara midodareni nanti malam.
***
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia, Suamiku Seorang Bodyguard dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘