
Hari sudah berubah menjadi malam. Kinara juga sudah mulai bekerja dengan melayani beberapa pengunjung di cafe tempatnya bekerja. Kinara begitu sibuk malam ini karena pengunjung cafe lebih ramai dibanding hari biasanya.
" Pesanan untuk meja lima belas " ucap Bu Jumi yang baru saja menyelesaikan pesanan itu.
" Oke, Bu " jawab Kinara.
Kinara pun membawa pesanan makanan dan minuman itu ke meja nomor lima belas.
" Selamat menikmati " ucap Kinara tersenyum ramah.
Saat Kinara ingin pergi ke dapur untuk mengambil pesanan yang lain, tiba-tiba saja Dina memanggilnya.
" Ada apa, Kak Dina? " tanya Kinara pada Dina.
" Tuh, di meja nomor tiga minta dilayani sama kamu " ucap Dina menunjuk meja itu.
Kinara melihat ke arah meja yang ditunjuk oleh Dina dan di sana ada Riko dan Gerry.
Kinara menghela napasnya panjang. Ia sebenarnya cukup malas bertemu dengan Riko saat ini tapi ia harus tetap melayani mereka karena mereka adalah pengunjung cafe itu.
" Ya sudah, aku ke sana samperin mereka. Kakak ke dapur ya soalnya banyak yang harus diantar " ucap Kinara pada Dina.
" Oke Ra " jawab Dina.
Kinara beranjak menghampiri meja Riko dan Gerry. Ia mencoba bersikap biasa saja dan tetap ramah.
" Ada yang bisa aku bantu, Kak? " tanya Kinara pada Riko dan Gerry.
" Tolong temani aku makan, Ra " ucap Riko.
" Maaf Kak, gak bisa. Aku lagi kerja sekarang dan aku juga lagi sibuk banyak pesenan yang harus aku antar " tolak Kinara.
" Sebentar saja, Ra. Nanti aku yang bilang sama manager kamu " ucap Riko sedikit memaksa.
" Maaf Kak, tapi aku beneran gak bisa " jawab Kinara tetap menolak.
" Kalau gak ada yang bisa aku bantu. Aku pergi dulu " ucap Kinara.
Kinara akan pergi dari sana tapi Riko memegang tangannya dan membawanya pergi keluar dari cafe.
" Lepasin aku, Kak " ucap Kinara mencoba melepaskan tangannya dari Riko.
Riko tidak memperdulikan Kinara. Ia terus membawa pergi Kinara hingga mereka sampai ke sebuah tempat yang cukup sepi. Riko melepaskan tangannya dari Kinara.
" Kenapa Kakak bawa aku ke sini? " tanya Kinara kesal.
" Aku cuma mau ngomong berdua sama kamu, Ra " jawab Riko.
__ADS_1
" Tapi aku harus kerja sekarang " ucap Kinara akan pergi tapi lagi-lagi Riko menahannya.
" Lepasin, Kak " ucap Kinara menghempaskan tangan Riko.
" Sebentar aja, Ra " ucap Riko memohon.
Kinara menghela napasnya panjang. " Baiklah " jawab Kinara akhirnya.
Riko merasa senang karena akhirnya Kinara mau berbicara dengannya dan tidak menghindarinya lagi.
" Ra, kenapa kamu menghindar terus dari aku? Kenapa kamu gak kasih aku kesempatan buat dekat sama kamu? Kenapa kamu selalu nolak setiap ajakan aku? " tanya Riko pada Kinara.
" Sebelumnya aku minta maaf Kak, tapi ada hati seorang laki-laki yang harus aku jaga. Aku gak mau buat dia kecewa. Jujur aja aku merasa risih dan gak nyaman sama Kakak yang terus dekatin aku. Sekali lagi aku minta maaf, Kak " ucap Kinara.
Riko sangat terkejut mendengar itu. Hatinya terasa sangat sakit mendengar wanita pujaannya menjauhi dirinya untuk menjaga hati lelaki lain.
" Tapi aku suka sama kamu, Ra " ucap Riko meraih tangan Kinara dan menggenggamnya.
Lagi-lagi Riko terkejut saat melihat sebuah cincin yang melingkar di jari manis Kinara.
" Maaf Kak, hatiku sudah dimiliki orang lain " jawab Kinara menarik tangannya dari genggaman Riko.
" Siapa laki-laki itu, Ra? Apa itu Raka? " tanya Riko.
" Laki-laki itu bukan Raka dan Kak Riko gak perlu tahu siapa laki-laki itu " jawab Kinara.
" Aku rasa Kakak sudah mengerti. Aku pergi dulu Kak, aku harus kerja lagi " lanjut Kinara pergi meninggalkan Riko yang masih terdiam.
Riko terdiam cukup lama di sana setelah kepergian Kinara.
" Akh... " teriak Riko menyugar rambutnya.
" Siapa laki-laki itu? Beruntung banget bisa dapetin Kinara " ucap Riko.
" Tapi apa Kinara sudah bertunangan? Ada cincin di jarinya " lanjut Riko.
Riko kembali ke cafe itu dan menghampiri Gerry yang masih di sana.
" Gimana? Kusut banget muka lo " ucap Gerry saat melihat Riko.
" Kinara punya cowok. Dia menghindar dari gue selama ini karena menjaga hati cowoknya itu. Gue juga liat ada cincin di jarinya " ucap Riko mengusap wajahnya kasar.
Gerry menepuk pundak Riko. " Sudahlah, mungkin Kinara bukan jodoh lo. Masih banyak cewek cantik di kampus " ucap Gerry.
" Tapi gak ada yang kayak dia " jawab Riko.
" Ya cari yang beda dari dia. Lo emang mau cinta cuma satu sisi? " ucap Gery pada Riko.
__ADS_1
" Ya enggak " jawab Riko.
" Makanya lo harus move on. Kasihan juga Kinara kalo lo paksa buat suka sama lo. Nantinya malah kalian sama-sama tersakiti " ucap Gerry.
Riko pun mengangguk kepala membenarkan ucapan Gerry.
Riko menatap nanar Kinara yang sedang melayani pengunjung yang lain. Hatinya sakit menerima kenyataan ini.
Kinara yang tidak sengaja melihat Riko yang sedang menatapnya. Kinara pun langsung pergi dari sana karena tidak nyaman dengan tatapan Riko.
" Semoga Kak Riko ngerti dan gak terus deketin aku lagi " ucap Kinara dalam hati.
Setelah itu Kinara pun melanjutkan pekerjaan melayani pengunjung cafe itu.
***
Sementara itu, Satria merasa perasaannya sedang tidak enak. Ia tiba-tiba saja kepikiran tentang Kinara. Ia khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada Kinara.
" Kenapa perasaanku jadi gak enak gini dan Ara yang tiba-tiba terlintas dipikiran aku. Semoga kamu baik-baik aja, Ra. Aku jauh dari kamu dan gak bisa jagain kamu " ucap Satria sambil menatap foto Kinara.
Sandi yang melihat Satria seperti orang yang diam saja pun menjadi penasaran.
" Lo kenapa? Dari tadi tadi diem aja " tanya Sandi pada Satria.
" Gue juga gak tau tapi perasaan gue tiba-tiba gak enak. Gue kepikiran sama cewek gue, gue takut dia kenapa-napa. Sedangkan gue gak ada di deket dia dan jaga dia " jawab Satria menjelaskan apa yang ia rasakan.
" Mungkin lo lagi kangen banget kali sama cewek lo jadi gitu " ucap Sandi.
" Mungkin aja " jawab Kinara.
" Sudahlah, jangan terlalu mikir yang enggak-enggak. Yakin aja kalo cewek lo baik-baik aja. Mending sekarang kita tidur, besok kita banyak kegiatan " ucap Sandi.
" Iya " jawab Satria.
Satria memasukkan kembali foto Kinara ke laci nakas. Satria merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
" Semoga ini cuma perasaan aku aja karena terlalu kangen sama kamu dan kamu baik-baik aja di sana, Ra " ucap Satria dalam hati.
Setelah itu Satria pun memejamkan matanya dan berusaha untuk tertidur.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1