Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
34. Skin To Skin


__ADS_3

Sudah hampir jam dua belas malam tapi hujan belum juga berhenti. Kayu yang Satria gunakan untuk membuat api pun sudah akan habis dan otomatis apinya juga akan padam. Satria melihat Kinara yang tertidur di bahunya. Tadi Kinara tertidur dan tiba-tiba kepalanya jatuh di bahu Satria.


" Pasti orang rumah khawatir banget ini " ucap Satria karena hari semakin malam.


Jujur saja Satria juga sudah sangat mengantuk saat ini, apalagi udara yang dingin membuatnya tambah mengantuk.


Kinara tersenyum saat melihat Kinara yang sedang tidur.


" Imut banget sih " ucap Satria menyentuh pipi Kinara.


Tapi Saat tangannya menyentuh pipi Kinara, ia merasakannya panas. Untuk memastikannya lagi Satria pun menyentuh kening Kinara dan benar saja terasa panas. Satria pun panik, apalagi Kinara sekarang menggigil kedinginan.


" Ya ampun Ra, kamu demam " ucap Satria panik.


Satria menggosok-gosokkan tangannya lalu mencoba membuat tangan dan wajah Kinara hangat lagi.


" Mama dingin " ucap Kinara mengigau.


Satria tambah panik saat melihat Kinara semakin menggigil kedinginan. Ia merapatkan jaket yang dipakai Kinara dan langsung memeluk Kinara dengan erat.


" Tenang ya Ra, aku bakal peluk kamu biar kamu gak kedinginan lagi " ucap Satria sambil memeluk Kinara.


Cukup lama Satria memeluk Kinara tapi Kinara terus menggigil kedinginan dan tubuhnya semakin panas.


" Badan kamu tambah panas Ra, kalo demam kamu gak turun-turun ini bisa bahaya " ucap Satria saat mengecek suhu Kinara dengan memegang dahi Kinara.


Satria begitu khawatir saat merasakan suhu tubuh Kinara yang semakin panas.


" Apa pakai cara skin to skin aja ya, cuma itu yang bisa dilakukan sekarang biar demam Ara turun. Di sini gak ada selimut apalagi obat penurun demam " ucap Satria memikirkan cara untuk menolong Kinara.


" Tapi kalo Kinara marah nanti gimana? " lanjut Satria.


Satria pun berpikir untuk melakukan metode skin to skin pada Kinara agar demam Kinara turun. Tapi untuk saat ini hanya itu yang bisa ia lakukan agar demam Kinara tidak semakin tinggi dan membuat Kinara dalam bahaya dan harus dilarikan ke rumah sakit.


" Maaf ya Ra, tapi biar demam kamu cepet turun " ucap Satria akhirnya.


Satria melepaskan kaos yang ia pakai hingga ia hanya bertelanjang dada. Satria akan melepaskan jaket yang dipakai Kinara tapi sebelum itu ia menarik napasnya panjang lalu menghembuskannya.


" Maaf ya, Ra " ucap Satria melihat wajah Kinara yang semakin pucat.

__ADS_1


Satria pun melepaskan jaket yang Kinara pakai lalu ia jua melepaskan kemeja Kinara. Satria membuka satu per satu kancing kemeja Kinara hingga terlepas semuanya. Beruntung Kinara menggunakan tank top di dalamnya hingga Satria tidak terlalu melihat tubuh Kinara walau tetap saja bra dan belahan dada Kinara bisa Satria lihat.


" Aku bener-bener minta maaf, Ra " ucap Satria sambil melepaskan kemeja dari tubuh Kinara.


Setelah kemeja Kinara terlepas, Satria langsung memeluk Kinara yang hanya menggunakan tank top dan ia bertelanjang dada lalu Satria menutup tubuh mereka dengan jaketnya.


" Semoga demamnya cepat turun " ucap Satria melihat Kinara yang masih memejamkan matanya.


Satria terus memeluk Kinara dengan erat. Ia berusaha keras menahan sesuatu dalam tubuhnya. Mau bagaimana ia seorang laki-laki dan juga ia sudah beranjak dewasa, berada di dekat seorang wanita yang cukup terbuka seperti ini membangkitkan hasrat di tubuhnya. Apalagi dada Kinara yang menempel di dadanya sungguh sangat menyiksa Satria, juga hembusan napas Kinara tepat mengenai lehernya yang menjadi bagian sensitif di tubuhnya.


" Beri aku kekuatan ya Allah " ucap Satria dalam hati.


Hujan sudah mulai reda dan demam Kinara juga sudah turun. Kinara membuka matanya, ia bisa merasakan ada seseorang yang memeluknya.


" Satria " ucap Kinara tersenyum saat melihat Satria memejamkan matanya sambil memeluk dirinya.


Kinara kembali memejamkan matanya tapi sedetik kemudian ia pun tersadar. Kinara kembali membuka matanya dan mendorong tubuh Satria yang sedang memeluknya.


" Aaa " teriak Kinara sambil mendorong tubuh Satria.


Kinara semakin histeris saat melihat Satria yang bertelanjang dada dan ia sudah tidak memakai kemejanya lagi.


" Apa yang kamu lakuin sama aku, Sat? " tanya Kinara menangis.


Kinara mencoba menutupi tubuhnya dengan jaket Satria.


" Ra, kamu jangan salah paham dulu " ucap Satria pada Kinara.


Ia panik melihat Kinara menangis. Ia takut Kinara salah paham padanya dan mengira ia sudah berbuat macam-macam pada Kinara.


" Jangan deket-deket " ucap Kinara saat Satria mendekat padanya.


" Iya, aku gak bakal deket-deket " jawab Satria.


Kinara masih menangis dan takut saat Satria mendekat ke arahnya. Ia mengira Satria sudah melakukan hal yang tidak pantas padanya.


" Ra, kamu dengerin aku dulu ya. Aku gak ngelakuin apa-apa sama kamu. Tadi tu kamu demam tinggi banget, aku bingung harus ngelakuin apa supaya demam kamu turun apalagi kita masih kejebak disini. Aku tadi lakuin metode skin to skin sama kamu biar demam kamu turun, aku takut demam kamu tambah tinggi dan itu bahaya buat kamu " ucap Satria menjelaskan pada Kinara.


" Aku minta maaf tapi aku terpaksa buka baju kamu, Ra. Tapi beneran Ra, aku gak ngelakuin macem-macem. Liat aja aku gak berani " lanjut Satria jujur.

__ADS_1


Kinara pun mulai menghentikan tangisnya. Ia melihat Satria yang hanya bertelanjang dada dan bagian bawahnya juga masih lengkap dan ia juga hanya kemejanya saja yang terlepas. Apalagi melihat Satria yang sepertinya berkata jujur, ia pun mempercayai penjelasan Satria.


" Beneran kan kita gak ngapa-ngapain? " tanya Kinara memastikan.


" Beneran, Ra " jawab Satria.


" Ya udah, aku percaya " ucap Kinara.


" Sekarang kamu balik badan, aku mau pakai baju aku lagi " suruh Kinara pada Satria.


Satria pun membalik badannya membelakangi Kinara. Kinara meraih kemejanya yang dilepaskan Satria lalu memakainya kembali.


" Udah " ucap Kinara saat sudah selesai memakai kemejanya.


Satria pun membalikkan badannya kembali menghadap Kinara.


" Nih, cepat pakai baju kamu " ucap Kinara memberikan kaos Satria yang berada di dekatnya.


Satria pun dengan cepat langsung memakainya.


" Ra, aku minta maaf ya " ucap Satria setelah cukup lama mereka diam. Suasana canggung begitu terasa setelah kejadian tadi.


" Gak papa, lagian aku seharusnya makasih sama kamu " jawab Kinara.


" Aku panik banget Ra, waktu kamu nangis gitu. Aku takut kamu marah sama aku " ucap Satria pada Kinara.


" Gimana aku gak nangis Sat, bangun-bangun aku dipeluk kamu. Apalagi kita gak pakai baju lengkap. Sedeket itu sama cowok juga baru sama kamu, sebelumya aku gak pernah dipeluk sama cowok selain keluarga aku. Jangan dipeluk pegangan tangan aja gak pernah dan sekarang kejadian kek gitu ya jelas aku shock " ucap Kinara.


Satria yang mendengar itu pun tersenyum. " Jadi aku yang cowok pertama yang begitu deket sama kamu Ra? " tanya Satria.


Kinara pun menganggukkan kepalanya.


" Wah, aku seneng banget Ra, ya walau sedikit dosa sih peluk-peluk anak gadis orang gak pakai baju " ucap Satria tersenyum menunjukkan giginya.


Kinara pun tertunduk malu, ia tidak bisa membayangkan betapa malunya ia saat Satria melihat beberapa bagian tubuhnya yang hanya menggunakan tank top.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2