
Kinara masuk ke dalam rumah dan memasak makanan untuk makan malam. Mama Santi sibuk di toko kue sehingga tidak sempat memasak dan sekarang memasak menjadi tugas Kinara. Papa Lukman dan Alina juga masih berada di toko kue membantu Mama Santi.
Kinara memasak tumis kangkung saus tiram dan ayam goreng untuk makan malam. Menu sederhana tapi sangat disukai oleh keluarganya. Kinara memotong kangkung yang tadi ia petik dari kebun. Setelah urusan dengan kangkung selesai, ia membumbui ayam lalu menggorengnya setelah bumbunya meresap.
Kinara selesai memasak, bertepatan dengan Papa Lukman dan Mama Santi serta Alina pulang.
" Masak apa, Kak? " tanya Alina pada Kinara yang sedang menata makanan di meja makan.
" Tumis kangkung sama ayam goreng " jawab Kinara.
" Wah, enak tuh " ucap Alina tidak sabar ingin makan.
" Sana kamu mandi dulu. Habis magrib kita makan malam sama-sama " ucap Kinara.
" Oke Kak " jawab Alina lalu pergi ke kamar mandi.
Kinara juga bergegas mandi setelah Alina menyelesaikan mandinya.
***
Hari sudah berganti malam. Keluarga Kinara sudah berkumpul di meja makan untuk makan malam bersama.
" Kakak lama banget sih, aku udah laper banget nih " ucap Alina tidak sabar.
" Sabar dong, Dek " jawab Kinara.
Mereka pun mulai makan malam bersama dengan tenang.
Setelah selesai makan malam, Kinara membereskan meja makan bersama Mama Santi.
" Biar aku aja yang cuci piring, Ma. Mama pasti capek seharian di toko " ucap Kinara melarang Mama Santi untuk mencuci piring.
" Udah gak papa. Kamu kan udah masak, biar mama yang cuci piring " jawab Mama Santi.
Kinara pun akhirnya menyerah. Ia membiarkan Mama Santi mencuci piring.
" Fajar kemana aja, Ra? Kok gak pernah main atau berangkat bareng kamu lagi " tanya Mama Santi pada Kinara.
Kinara pun bingung harus menjawabnya bagaimana.
" Em, Fajar udah punya pacar, Ma. Mungkin dia sibuk sama pacarnya, lagian Ara juga gak enak sama pacarnya kalo terlalu deket sama Fajar " jawab Kinara.
" Oh, gitu. Mama heran aja, biasanya kan Fajar selalu main kesini " ucap Mama Santi.
Kinara hanya tersenyum canggung untuk menanggapinya.
" Bukan karena Satria juga kan kalian jadi menjauh? " tanya Mama Santi yang melihat Kinara sedang dekat dengan Satria.
__ADS_1
" Enggak kok, Ma. Lagian sebelum Satria pindah ke sekolah aku, Fajar sama aku juga udah gak sedeket dulu " jawab Kinara tidak ingin Mama Santi mengira ia dan Fajar menjauh itu karena Satria.
" Baguslah, kalau begitu. Mama liat Satria itu suka sama kamu " ucap Mama Santi.
Kinara yang mendengar itu wajahnya langsung merah.
" Satria kan dulu pernah bilang suka sama Ara " jawab Kinara mencoba tenang.
" Tapi kan suka yang dulu sama yang sekarang beda, Sayang " ucap Mama Santi.
" Sama aja ah, Ma " jawab Kinara.
" Emang kamu gak suka sama Satria? " tanya Mama Santi pada Kinara.
" Emang boleh sama Mama Papa? " tanya Kinara balik.
Mama Santi pun tersenyum.
" Di usia kalian yang sekarang wajar kok saling suka atau pun jatuh cinta. Mama sama Papa gak larang tapi harus dalam hal yang wajar. Tapi kalau bisa Mama minta kalian fokus aja sama masa depan kalian dulu " ucap Mama Santi tidak ingin terlalu mengekang sang putri.
Setelah selesai membereskan meja makan, Kinara kembali ke kamarnya. Kinara duduk di tepi tempat tidur. Ia mengambil sebuah bingkai foto di dalam laci. Itu adalah foto dirinya, Satria dan Rendi saat mereka masih kecil. Kinara tersenyum mengusap foto Satria.
" Aku gak nyangka kita bakal ketemu lagi, Sat. Aku pikir kita gak akan pernah ketemu lagi setelah bertahun-tahun. Aku sempet ngira itu bukan Satria kamu. Apalagi kamu berubah banget, kamu sekarang tinggi banget. Dulu kan tinggi kita sama, tapi sekarang aku cuma setinggi telinga kamu. Padahal buat ukuran cewek aku cukup tinggi loh. Kamu tu sekarang item, tapi walau gitu kamu makin ganteng dan aku akuin itu " ucap Kinara pada foto Satria.
Kinara meletakkan foto itu di atas nakas lalu ia merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Kinara lagi-lagi tersenyum mengingat semua perhatian yang Satria berikan. Satria yang terang-terangan mengatakan suka padanya bahkan di depan keluarganya. Satria juga mengatakan ingin membangun keluarga yang bahagia bersamanya.
" Atau jangan-jangan aku udah suka juga sama kamu. Tapi masa secepet ini " lanjut Kinara.
Kinara bangun dari posisi tidurnya saat mendengar suara azan isya. Ia pun melaksanakan sholat isya terlebih dahulu.
Setelah melaksanakan sholat isya, Kinara mencoba memejamkan matanya tapi bayangan Satria terus saja muncul di pelupuk matanya.
" Ikh, kok Satria terus sih yang muncul " ucap Kinara mendudukkan tubuhnya.
Kinara pergi ke kamar mandi dan membasuh wajahnya dengan air tapi bayang-bayang Satria terus saja muncul.
" Satria pergi dong, kalau gini aku malah gak bisa tidur " ucap Kinara di depan cermin yang ada di kamar mandi.
Kinara kembali ke kamarnya, terdengar suara pesan masuk ke ponselnya. Ia pun mengambil ponselnya yang berada di atas nakas. Pesan itu dari Satria.
" Baru juga diusir bayangannya, eh orangnya malah chat aku " ucap Kinara
Kinara membuka chat tersebut.
" Udah tidur Ra? " tanya Satria dalam pesannya.
Kinara dengan segera membalas pesan tersebut.
__ADS_1
" Belum. Kenapa Sat? " balas Kinara.
Tak lama Satria mengirim balasan.
" Enggak sih. Tapi aku tiba-tiba kangen sama kamuπ " jawab Satria.
Kinara langsung tersenyum dan salah tingkah membaca pesan itu.
" Aduh ni orang ya " ucap Tya tersenyum.
" Baru tadi ketemu masa udah kangen. Gak usah ngada-ngada deh " balas Kinara.
Baru saja terkirim tapi Satria langsung membalasnya lagi.
" Gak ngada-ngada aku Ra, ini beneran. Gak kuat deh aku jauh-jauh dari kamu " ucap Satria dalam pesannya lagi.
" Gombal π " balas Kinara.
Kinara semakin dibuat salah tingkah oleh Satria.
" Aduh gak bisa gini terus nih. Jantung aku mana kenceng banget ini " ucap Kinara memegang dadanya.
Kinara pun langsung mengirim pesan lagi pada Satria.
" Udah dulu ya, aku mau istirahat. Selamat malam Satria βΊοΈ " ucap Kinara dalam pesannya.
Setelah itu Kinara langsung mematikan ponselnya. Ia meletakkan ponselnya kembali ke atas nakas.
" Aku harus tidur sekarang " ucap Kinara.
Kinara pun merebahkan tubuhnya lalu menyelimuti seluruh tubuhnya hingga kepala.
Sementara itu, Satria masih menunggu balasan pesan dari Kinara.
" Lah, kok udahan sih " ucap Satria setelah membaca pesan terakhir dari Kinara.
" Tapi gak papa deh yang penting malam ini Ara bales chat aku " lanjut Satria tersenyum.
Satria pun membalas chat terakhir dari Kinara.
" Selamat malam juga Ra. Mimpiin aku ya π " balas Satria.
Setelah itu Satria meletakkan ponselnya dan beranjak untuk tidur.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π