
Satria dan Kinara sampai di depan rumah Kinara. Satria melarang Kinara yang hendak keluar dari mobil, ia keluar terlebih dahulu lalu membukakan pintu untuk Kinara.
" Silahkan Tuan Putri " ucap Satria pada Kinara.
Kinara tersenyum lalu keluar dari mobil Satria.
" Kamu tu gak usah kayak gini, aku juga bisa sendiri " ucap Kinara yang merasa tidak perlu diperlakukan seperti itu.
" Gak papa lah sekali-kali " jawab Satria tersenyum.
" Ya sudah, aku pulang dulu " pamit Satria.
" Iya, hati-hati " jawab Kinara.
Satria pun menganggukkan kepalanya.
" Assalamualaikum " ucap Satria.
" Walaikumsalam " jawab Kinara.
Kinara masuk ke dalam rumahnya saat mobil Satria sudah tidak terlihat lagi. Kinara berganti baju dengan baju rumahan lalu pergi ke dapur untuk memasak makan malam.
" Apa buat brownies kukus aja mumpung semua bahannya ada " ucap Kinara saat membuka lemari dan melihat bahan-bahan untuk membuat brownies kukus.
Kinara pun segera mengeluarkan bahan-bahan yang digunakan lalu mengambil alat-alat yang diperlukan untuk membuat brownies kukus.
Kinara memecahkan beberapa butir telur lalu mulai membuat adonan brownis kukus itu. Ia membuatnya dengan begitu telaten.
Setelah adonan itu selesai, Kinara mengambil loyang dan mengolesinya dengan minyak agar nanti brownies kukusnya tidak lengket pada loyang lalu menuang adonan itu pada loyang. Kinara mengambil sebuah panci yang cukup besar dan mengisinya dengan air.
" Tinggal nunggu mateng aja " ucap Kinara memasukkan loyang itu ke dalam panci.
Kinara bergegas memasak untuk makan malam agar saat ibunya pulang nanti makan malam sudah siap.
Kinara mengangkat brownis kukus yang sudah matang dari dalam panci.
" Ini sih banyak kalo cuma buat orang rumah. Apa aku anterin ke rumah Satria aja ya, dia kan suka banget sama semua yang berbau coklat " ucap Kinara teringat Satria yang menyukai coklat.
" Iya deh, aku anterin aja abis magrib nanti " lanjut Kinara.
Kinara pun melanjutkan kegiatan memasaknya.
Setelah sholat magrib Kinara meminta izin kepada kedua orang tuanya untuk mengantarkan brownies kukus pada Satria.
" Pa, Ma, Ara izin nganterin brownies kukus ke rumah Satria ya. Tadi Ara buat banyak " ucap Kinara pada kedua orang tuanya.
Sedangkan Alina masih berada di kamarnya.
" Ya sudah sana tapi pulang jangan kemalaman " jawab Papa Lukman.
" Kamu gak makan malam dulu? " tanya Mama Santi pada Kinara.
" Nanti aja, Ma. Takut kemalaman kalo makan malam dulu " jawab Kinara.
" Ya sudah, Ara berangkat dulu " pamit Kinara.
__ADS_1
Kinara pun menyalami tangan kedua orang tuanya.
" Assalamualaikum " ucap Kinara.
" Walaikumsalam " jawab Papa Lukman dan Mama Santi.
Kinara mengambil kotak yang berisi brownies kukus buatannya lalu langsung pergi ke rumah Satria menggunakan motornya.
Kinara sampai di depan gerbang rumah Satria setelah menempuh perjalanan sekitar empat puluh lima menit.
" Permisi Pak " ucap Kinara pada Satpam yang bernama Pardi itu.
" Loh, Eneng yang waktu itu ya? Temannya Den Satria? " tanya Pak Pardi pada Kinara.
" Iya Pak. Nama saya Kinara " jawab Kinara.
" Saya Pardi. Mau ketemu Den Satria ya, Neng? " tanya Pak Pardi.
" Iya Pak " jawab Kinara tersenyum.
" Ayo, silahkan masuk Neng " ucap Pak Pardi membuka lebar gerbang untuk Kinara.
Kinara pun memasukkan motornya lalu memarkirkannya di dekat pos satpam.
" Saya titip motor ya, Pak " ucap Kinara pada Pak Pardi.
" Iya Neng " jawab Pak Pardi.
Setelah itu Kinara pun langsung pergi menuju rumah itu. Kinara memencet bel yang ada di sebelah pintu.
Tak lama pintu pun terbuka, terlihat Bunda Wulan yang membukakan pintu.
Kinara pun mencium tangan Bunda Wulan.
" Walaikumsalam " jawab Bunda Wulan.
" Kamu kok ke sini gak kasih tau Tante atau Satria sih " ucap Bunda Wulan pada Kinara.
" Sengaja, Tante " jawab Kinara tersenyum.
" Ya udah, sekarang masuk yuk. Kita lagi makan malam, kamu ikut makan malam sekalian ya " ucap Bunda Wulan menggandeng Kinara masuk.
" Aduh maaf ya Tante, Ara jadi ganggu tante sekeluarga lagi makan malam " ucap Kinara tidak enak.
" Gak papa, Sayang. Tante malah seneng kamu main ke sini " ucap Bunda Wulan.
Bunda Wulan membawa Kinara ke meja makan. Di sana ada Satria dan Ayah Arif yang sedang menikmati makan malam mereka.
" Liat dong siapa yang datang " ucap Bunda Wulan saat sudah berada di meja makan.
Satria dan Ayah Arif pun langsung menoleh ke arah mereka.
" Ara " ucap Satria terkejut melihat kedatangan Kinara.
" Wah, Kinara " ucap Ayah Arif terlihat senang Kinara datang.
__ADS_1
Kinara tersenyum lalu menyalami Ayah Arif.
" Ayo Sayang duduk, kita makan malam bersama " ucap Bunda Wulan membawa Kinara duduk di sebelah Satria.
" Oh iya Tante, ini ada brownies kukus. Ara buat banyak tadi, Ara inget kalo Satria suka yang berbau coklat jadi Ara anterin ke sini buat semuanya " ucap Kinara memberikan kontak yang berisi brownies kukus pada Bunda Wulan.
" Ya ampun Sayang, kamu kok repot-repot gini. Makasih ya " ucap Bunda Wulan.
Kinara pun menganggukkan kepalanya.
" Wah Ra, kamu perhatian banget sih sama aku. Sampai inget kesukaan aku " bisik Satria pada Kinara.
" Kebetulan lagi inget " jawab Kinara pelan.
" Eh, kalian kok malah bisik-bisik " ucap Ayah Arif melihat Satria dan Kinara berbicara dengan berbisik.
Satria dan Kinara pun langsung menghentikan kegiatan mereka.
" Enggak kok, Yah " jawab Satria.
Kinara hanya tersenyum canggung.
" Ayo Sayang, makan " ucap Bunda Wulan pada Kinara.
" Iya Tante " jawab Kinara.
Mereka pun akhirnya makan bersama dengan bertambah formasi karena adanya Kinara.
" Aduh, ini nih cerminan masa depan aku " ucap Satria dalam hati.
Setelah selesai makan malam, mereka pun mengobrol di ruang tamu dengan menikmati brownies kukus buatan Kinara.
" Wah, ini enak banget, Ra " ucap Satria sambil mengunyah brownies kukus itu.
" Iya Sayang. Kamu pinter banget masak dan buat kue ya " puji Bunda Wulan.
" Enggak juga kok, Tante. Ini karena Ara sering bantu mama aja " jawab Kinara tersenyum.
" Tapi Ra, ini bener-bener enak banget. Kamu memang calon istri idaman deh " ucap Satria.
Kinara hanya tersenyum dengan wajah marah. Sebenernya ia ingin memukul Satria karena berkata seperti itu di depan kedua orang tuanya.
" Liat tu, Bun. Anak Bunda pinter banget ngerayunya " ucap Ayah Arif pada Bunda Wulan.
Bunda Wulan hanya menanggapinya dengan tersenyum.
" Ini Satria serius lho, Yah. Emang ayah gak mau punya mantu kayak Ara " ucap Satria pada Ayah Arif.
" Ya mau lah, tapi apa Ara mau sama kamu " jawab Ayah Arif.
" Kamu mau kan jadi istri aku Ra? " tanya Satria tersenyum menggoda Kinara.
Kinara pun mendelik kan matanya pada Satria.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘