Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
62. Memberitahu Kinara


__ADS_3

Satria berpamitan pada kedua orang tuanya untuk menemui Kinara setelah mereka selesai sarapan bersama.


" Satria pergi dulu ya Yah, Bun " pamit Satria.


Satria mencium tangan kedua orang tuanya. Ia juga tak lupa mencium pipi sang Bunda.


" Iya Sayang. Hati-hati di jalan " jawab Bunda Wulan.


" Iya Bun, Assalamualaikum " ucap Satria.


" Walaikumsalam " jawab Ayah Arif dan Bunda Wulan.


Satria melajukan motornya menuju rumah Kinara yang jaraknya cukup lumayan jauh.


Sesampainya di rumah itu, Satria melihat Kinara yang sedang mengelap motornya.


" Assalamualaikum " ucap Satria menghentikan motornya.


" Walaikumsalam " jawab Kinara.


Kinara menyudahi kegiatan mengelap motornya dan membukakan pintu pagar untuk Satria. Satria membawa motornya masuk ke dalam halaman.


" Lagi sibuk ya? " tanya Satria setelah turun dari motor dan melepas helmnya.


" Enggak kok " jawab Kinara.


" Kamu sudah sarapan? " tanya Kinara pada Satria.


" Sudah kok " jawab Satria.


" Mau masuk atau disini aja? " tanya Kinara saat mereka sudah berada di teras rumah.


" Di sini aja deh " jawab Satria lalu duduk di kursi yang ada di teras.


" Ya sudah. Aku ke dalam dulu sebentar " ucap Kinara pada Satria.


Satria pun menganggukkan kepalanya.


Kinara masuk ke dalam rumah untuk membuat kopi untuk Satria. Ia juga sekalian mengelap piring bekas sarapannya yang tadi belum ia letakan di rak piring.


Kemudian Kinara keluar dengan membawa secangkir kopi untuk Satria. Kinara meletakkan kopi itu di meja yang ada di sana dan ia duduk di sebelah Satria yang terhalang dengan meja kecil.


" Diminum kopinya " ucap Kinara pada Satria.


" Makasih ya " ucap Satria.


Kinara pun menganggukkan kepalanya.


Satria meminum kopi buatan Kinara itu yang terasa sangat pas di lidahnya.


" Sebenernya aku dateng ke sini ada sesuatu hal yang mau aku kasih tau dan omongin sama kamu " ucap Satria setelah meletakkan secangkir kopi itu kembali di meja.


" Apa? " tanya Kinara menatap Satria.

__ADS_1


" Kamu mau tau kan aku lanjut dimana setelah ini dan aku bilang aku bakal kasih tau kamu di waktu yang tepat " ucap Satria pada Kinara.


Kinara pun menganggukkan kepalanya.


" Aku lolos untuk pendidikan Akademi Polisi, Ra. Aku punya cita-cita buat jadi polisi dari kecil, Ra " ucap Satria.


Kinara terkejut tapi ia juga senang mendengar kabar baik itu. Satria akan bisa menggapai cita-citanya.


" Wah, bagus dong itu. Selamat ya, Mas " ucap Kinara tersenyum senang.


" Kamu kok pernah cerita sama aku, Mas. Jadi kalau kamu sibuk akhir-akhir ini, kamu urusin itu? " lanjut Kinara.


Satria menganggukkan kepalanya.


" Kamu gak papa kalo aku pendidikan Akademi Polisi? " tanya Satria pada Kinara.


" Ya enggak lah, Mas. Aku malah bakal dukung kamu buat capai cita-cita kamu itu " jawab Kinara.


Ada sedikit perasaan lega di hati Satria setelah mendengar jawaban dari Kinara.


" Kita gak bakal ketemu untuk beberapa bulan selama aku pendidikan, kamu gak papa Ra? " tanya Satria pada Kinara.


" Iya Mas. Gak papa kok " jawab Kinara.


" Tapi kamu bakal nungguin aku kan, Ra? Kamu bakal setia sama aku? " tanya Satria.


Kinara tersenyum. " Iya dong. Aku akan selalu nunggu kamu dan setia sama kamu selama kamu lakuin itu juga buat aku " jawab Kinara.


Semua perasaan yang mengganjal di hati Satria kini hilang. Ia sangat senang Kinara mau menunggu dan setia padanya.


" Ya enggak lah, Mas. Kamu kan pergi buat capai cita-cita kamu jadi aku pasti dukung " jawab Kinara tersenyum.


" Makasih ya Sayang " ucap Satria menggenggam tangan Kinara.


Kinara membalas genggaman tangan Satria dan tersenyum.


" Tapi hari-hari bakal berat banget tanpa kamu, Ra. Aku pasti kangen banget sama kamu " ucap Satria sedih.


" Gak boleh gitu dong, Mas. Kamu di sana nanti harus semangat, kamu pasti bisa lewatin itu semua. Harus bisa juga dong tahan kangen kamu ke aku " ucap Kinara.


Kinara sebenarnya juga sangat berat jika harus terpisah dengan Satria untuk beberapa saat tapi harus mendukung apa yang dicita-citakan oleh Satria. Ia tidak ingin menjadi penghalang untuk Satria meraih cita-citanya.


" Jadi ini yang kamu bilang mau pergi untuk beberapa saat dan iket aku sama ini " ucap Kinara menunjukkan cincin di jari manisnya.


" Iya Sayang. Aku takut kamu diambil sama cowok lain " jawab Satria.


" Segitu takutnya? " tanya Kinara.


" Ya gimana, dapetin hati kamu itu susah banget. Tapi aku juga selalu berdoa agar kamu yang jadi jodoh aku " jawab Satria.


" Aamiin " ucap Kinara tersenyum.


" Jadi kapan kamu berangkat untuk pendidikan? " tanya Kinara pada Satria.

__ADS_1


" Tiga minggu lagi " jawab Satria.


" Kamu harus anter aku. Aku mau liat kamu sebelum kita pisah untuk beberapa saat, apalagi kita juga gak bisa berhubungan lewat hp kan " ucap Satria.


" Iya Mas. Pasti aku anter kamu " jawab Kinara tersenyum.


Satria akan pergi ke rumah Rendra dan Puspa karena ia sudah berkata akan menemui Rere. Kebetulan juga hari ini adalah akhir pekan jadi mereka semua pasti berada di rumah. Kinara juga ikut bersama Satria. Mereka berdua berjalan kaki menuju menuju rumah Rendra dan Puspa.


" Selamat pagi, Bu " sapa Kinara ramah saat melihat tetangganya di depan rumah.


" Pagi Kinara " balas Ibu itu.


Kinara memang sudah mengenal bener tetangganya yang kebanyakan adalah istri seorang polisi.


" Mau kemana? " tanya Ibu itu pada Kinara.


" Ke rumah Kak Puspa " jawab Kinara.


" Mari Bu " ucap Kinara.


Satria dan Kinara melanjutkan berjalan kaki menuju rumah Rendra dan Puspa. Lima menit kemudian mereka pun sampai dan langsung masuk.


" Assalamualaikum " ucap Satria dan Kinara memasuki rumah itu.


" Walaikumsalam " jawab Puspa.


" Rere mana, Kak? " tanya Kinara saat tidak melihat Rere.


" Rere lagi berenang sama Papanya " jawab Puspa.


Setelah itu mereka pun pergi menuju kolam renang. Terlihat Rere yang berenang dengan menggunakan pelampung bersama Rendra.


" Om Satria, Ate Ara, ayo berenang sama Rere " teriak Rere saat melihat Satria dan Kinara.


" Gak mau. Om Satria sudah ganteng gini disuruh nyebur " tolak Satria.


" Ganteng dari Hongkong " ucap Rendra di dalam kolam renang.


" Sirik aja sama adik ipar yang ganteng ini " jawab Satria.


Kinara dan Puspa hanya tersenyum dan menggelengkan kepala mereka melihat Rendra dan Satria yang tidak pernah akur jika bertemu.


" Rere aja ya. Ate Ara sudah mandi tadi " ucap Kinara pada Rere.


" Oke deh " jawab Rere.


Kemudian Kinara ikut bergabung dengan Satria dan Puspa yang sudah lebih dulu duduk di pinggir kolam. Mereka mengobrol sambil melihat Rendra dan Rere yang sedang berenang.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2