
Satu minggu berlalu, keadaan Satria sudah semakin membaik. Walaupun masih tinggal di rumah sakit tapi ia sudah bisa berjalan-jalan dan tidak hanya berbaring di ranjang rumah sakit saja. Kemungkinan ia harus menunggu sekitar tiga minggu hingga lukanya benar-benar kering. Selama satu minggu itu juga ia berkabar dengan keluarganya dan juga Kinara. Itu juga yang membuatnya pulih lebih cepat karena mendapatkan semangat dan dukungan dari orang-orang yang ia sayang.
Hari ini juga Sandi akan kembali ke desa karena keadaannya juga sudah benar-benar pulih. Sandi sangat dibutuhkan untuk melakukan penyelidikan lagi karena Sandi handal dalam bersembunyi. Mereka juga sudah mendapatkan beberapa informasi dari dua orang yang mereka tangkap sebelumnya yang ternyata adalah warga desa yang bekerja pada pelaku. Dugaan mereka juga benar tentang siapa yang jadi pelaku utama yaitu orang yang sangat berpengaruh di desa itu dan sangat ditakuti bernama Tuan Bahadur.
Satria melihat Sandi yang masuk ke dalam ruang perawatannya dan sudah sangat rapi dengan sebuah tas di punggungnya. Sepertinya Sandi akan segera berangkat dan ingin berpamitan kepadanya.
" Gimana keadaan lo hari ini? " tanya Sandi mendekati Satria yang sedang duduk di sofa.
" Gue sudah baik-baik aja dan luka gue juga sudah kering. Sebenarnya gue juga sudah bisa kalau ikut lo balik ke desa " jawab Satria yang merasa dirinya sudah sangat baik.
" Jangan dulu lah, lo harus bener-bener pulih dulu. Biar nanti juga lo bisa melakukan tugas ini secara maksimal dan kita semua juga gak khawatir sama lo. Tunggu aja sampai dokter izinin lo keluar dari rumah sakit " ucap Sandi supaya Satria tetap berada di rumah sakit sampai keadaannya benar-benar pulih.
Satria pun menganggukkan kepalanya. Ia juga harus mempersiapkan dirinya dengan baik agar ia bisa lebih menjaga diri dan melakukan tugas itu dengan baik sehingga kasus ini cepat selesai.
" Kalau gitu gue duluan balik ke desa. Lo baik-baik di sini dan turutin semua kata dokter " pamit Sandi lalu memeluk Satria dan menepuk pundak Satria pelan.
" Iya, lo juga hati-hati balik ke desa. Lo harus lebih waspada " jawab Satria membalas pelukan Sandi.
Setelah itu Sandi pun pergi meninggalkan ruang perawatan Satria. Ia harus segera pergi karena bus yang akan membawanya dan satu rekannya yang lain ke desa. Satria juga tida akan sendiri setelah Sandi pergi karena ada satu orang lagi anggota yang tetap berada di sana untuk menjaga Satria dan akan kembali bersama Satria nanti.
" Ara sudah berangkat kuliah belum ya " ucap Satria karena pagi ini Kinara belum mengirimkan pesan kepadanya.
Satria pun mencoba untuk menghubungi nomor telepon Kinara dan tak lama Kinara langsung menjawabnya. Mereka pun mengobrol melalui panggilan telepon itu hingga Kinara pergi kuliah. Itu lah yang Satria lakukan setiap pagi dan malam atau saat Kinara sedang ada waktu senggang.
__ADS_1
***
Sandi baru sampai di desa itu saat hari hampir berganti petang. Ia juga harus berjalan dari jalan raya sekitar tiga puluh menit untuk sampai ke desa. Tubuh Sandi benar-benar lelah dan saat sampai rumah yang ia tinggali sebelumnya, Sandi langsung memutuskan untuk membersihkan tubuhnya lalu istirahat sebelum besok mulai melakukan penyelidikan lagi.
Tapi saat hendak merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, seorang rekannya mengatakan jika ada seseorang yang sedang mencari dirinya. Sandi pun langsung keluar dari rumah dan ternyata yang mencarinya adalah Alya, anak si kepala desa. Sandi bisa menebak jika Ayla mencarinya untuk menanyakan Satria.
" Ayla " ucap Sandi saat Ayla berdiri di depan rumah dan membelakanginya.
Mendengar itu pun Alya langsung membalikkan tubuhnya dan sudah ada Sandi di sana.
" Ada apa cari aku, Alya? " tanya Sandi pada Alya.
Kemudian Sandi mendudukkan tubuhnya di lantai teras rumah itu dan ikuti oleh Ayla yang duduk di sampingnya.
" Sebenarnya aku mau nanya soal Satria ke kamu " ucap Ayla setelah mereka duduk.
" Sebenarnya Satria kemana? Sudah satu minggu yang lalu di gak ada di desa dan kamu juga. Aku sempat tanya saat beberapa dari kalian datang dan mereka mengatakan kalian pergi ke kota. Apa sekarang juga Satria belum kembali sama kamu? " tanya Ayla pada Sandi.
" Iya, kami ada panggilan dari kampus untuk memberikan sebuah laporan untuk semua kegiatan yang sudah kami lakukan di sini. Aku baru kembali karena masih ada urusan di kampus. Terus mengenai Satria, dia masih ada urusan juga di Jakarta jadi gak tau kapan kembali lagi ke sini " jawab Sandi memberikan alasan karena ia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya pada Ayla.
Terlihat jika Ayla sangat kecewa dengan jawaban dari Sandi. Walaupun tidak bisa memiliki Satria setidaknya ia masih ingin bertemu dengan Satria. Lagipula Satria pergi tanpa berpamitan kepadanya.
" Tapi Satria akan tetap kembali ke sini, kan? " tanya Ayla seperti sebuah harapan.
__ADS_1
" Iya, Satria akan kembali karena tugas kami di sini belum selesai. Tapi entah itu kapan " jawab Sandi menoleh dan melihat wajah kecewa Ayla.
Ayla bernapas lega karena ia masih bisa bertemu Satria walaupun mungkin hanya sekali tapi masih ada harapan.
" Ada lagi yang mau kamu tanyakan? Kalau enggak aku mau istirahat soalnya tubuhku sangat lelah setelah menempuh perjalanan jauh " ucap Sandi yang sudah sangat ingin mengistirahatkan tubuhnya.
" Enggak kok. Cukup itu aja " jawab Ayla lalu beranjak berdiri.
Sandi pun mengikuti Ayla bangkit dari duduknya.
" Kalau gitu aku pulang dulu. Maaf sudah mengganggu waktu istirahat kamu " ucap Ayla pada Sandi.
" Iya, gak papa. Maaf juga gak bisa antar kamu pulang sampai rumah " jawab Sandi.
Ayla pun menganggukkan kepalanya lalu pergi dari rumah itu dan meninggalkan Sandi sendiri.
Setelah itu Sandi masuk ke dalam rumah untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sudah sangat lelah.
Tanpa mereka Sandi sadari, ada seseorang yang mendengarkan pembicaraannya dengan Ayla tadi dengan wajah yang mencurigakan. Orang itu pun pergi setelah Sandi masuk ke dalam rumah dan menutup pintu rumah itu.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘