
Satria dan Sandi semakin kewalahan dengan sudah banyak luka sayatan di beberapa bagian tubuh mereka. Tapi mereka berdua harus tetap bertahan untuk melawan orang-orang itu karena Satria dan Sandi harus bisa menangkap salah satu dari mereka meskipun belum bisa menyelesaikan semua kasus itu.
" Mana sih mereka? Kalau kayak gini terus kita bisa mati di tangan mereka Sat, kita udah banyak banget dapat luka " ucap Sandi dengan napas yang tersengal-sengal.
" Mungkin sebentar lagi, kita harus tetap bertahan " ucap Satria tetap fokus melawan mereka.
Orang-orang itu terus menyerang Satria dan Sandi dengan membabi buta. Sejauh ini Satria dan Sandi masih bisa sedikit menangani mereka tapi tidak tahu beberapa waktu kedepan. Karena bukan hanya kehabisan tenaga, tapi mereka berdua juga harus menahan sakit dari luka yang ada di tubuh mereka.
Hingga beberapa saat kemudian, Sandi tersungkur karena mendapatkan tendangan di perutnya dari salah satu orang itu.
" Akh " pekik Sandi merasakan sakit luar biasa di perutnya.
" Sandi " ucap Satria melihat itu.
Satria ingin menolong Sandi tapi ia juga harus tetap melawan tiga orang yang terus menyerangnya.
" Matilah kau " ucap orang yang menendang Sandi ingin menusuk bagian tubuh Sandi dengan pisaunya.
Sandi hanya memejamkan matanya pasrah karena ia sudah tidak memiliki tenaga dan kekuatan untuk mengindari orang itu.
Jleb.
Suara pisau menusuk tubuh manusia terdengar di telinganya tapi ia tidak merasakan apapun. Sandi pun membuka matanya dan seketika darah di tubuhnya terasa berhenti saat melihat Satria berdiri di depannya dan Satria lah yang tertusuk pisau itu di lengan bagian atasnya.
Saat melihat salah satu dari orang itu ingin menusuk Sandi, Satria tentu saja tidak bisa tinggal diam dan harus menyelamatkan Sandi. Satria berlari mendekati Sandi dan langsung berdiri di depannya dan bertepatan dengan itu sebuah pisau menancap di lengannya.
Satria hanya bisa memejamkan matanya saat darah segar mengalir deras dari dengannya itu.
" Astaghfirullahalazim " gumam Satria saat rasa sakit mulai terasa.
" Mencoba melindungi temanmu ternyata. Baiklah kalau begitu, biar kamu yang mati duluan " ucap orang itu.
__ADS_1
Orang itu menarik pakaian Satria dari belakang hingga Satria tertarik lalu mengarahkan pisau yang ia gunakan menusuk lengan Satria ke arah dada kanan Satria.
Jleb.
" Akh, astaghfirullah " ucap Satria pelan saat pisau itu kembali menancap di tubuhnya.
Tepat di dada sebelah kanan Satria mendapatkan tusukan pisau yang kedua kalinya.
" Satria " teriak Sandi yang melihat Satria tertusuk di depan matanya.
Dor dor dor.
Bertepatan dengan itu, anggota yang dipanggil oleh Sandi tiba di tempat itu. Mereka melakukan penembakan kepada orang-orang itu sehingga mereka semua berusaha untuk kabur karena telah merasa kalah, apalagi jumlah anggota polisi itu lebih banyak.
Satria ambruk di tanah setelah melepaskan pisau yang masih tertancap di dada kanannya.
" Kuatkan aku, Ya Allah " ucap Satria sangat pelan dengan tubuh yang sudah berlumuran darah.
Sandi mencoba bangkit dan langsung menghampiri Satria yang sudah hampir kehilangan kesadarannya.
Dua tenaga medis yang ikut bersama mereka langsung menghampiri Satria dan Sandi, sedangkan anggota yang lain mencoba menangkap orang-orang itu yang sedang berusaha untuk melarikan diri.
" Cepatlah kalian " teriak Sandi pada dua tenaga medis itu.
Sandi tentu saja sangat panik karena luka tusukan yang Satria dapat bukan main-main dan cukup dalam, apalagi yang di dada. Dan itu terjadi karena Satria mencoba untuk menyelamatkannya.
Dua tenaga medis itu langsung melakukan tindakan pertolongan pertama pada Satria. Mereka menutup luka Satria yang terus mengeluarkan darah agar tidak terjadi pendarahan dan Satria akan kehabisan darah.
" Sandi " panggil Satria dengan suara pelan dan tenaga yang masih ia punya.
" Sat, lo sebaiknya diem aja dan tetap sadar. Kita bakal bawa lo ke rumah sakit " ucap Sandi tidak ingin Satria membuang tenaganya dan semakin lemah.
__ADS_1
" San, tolong jangan kasih tau Kinara gue terluka sampai gue baik-baik aja, itu pun kalau gue masih selamat. Gue gak mau buat dia jadi khawatir. Tapi kalau gue kenapa-napa tolong bilangin permintaan maaf gue ke keluarga gue, bilangin juga ke Kinara kalau gue cinta banget sama dia " ucap Satria dengan napas tersengal-sengal.
Satria tidak terlalu yakin ia bisa bertahan karena daerah itu sangat jauh dari kota dan rumah sakit. Apalagi keberadaan mereka yang di tengah hutan, untuk sampai di desa pun mereka butuh waktu cukup lama.
" Jangan ngomong sembarangan, Sat. Lo bakal baik-baik aja dan gue gak akan biarin lo pergi kemana-mana setelah lo selametin gue sampai lo kayak gini " ucap Sandi yang ingin Satria tetap bertahan.
Ia tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri jika sampai Satria pergi untuk selamanya karena telah menyelamatkannya.
" Gue gak kuat lagi, San. Gue minta tolong sampaikan itu semua sama mereka " ucap Satria merasa napasnya semakin sesak.
Setelah itu Satria tidak sadarkan diri dan itu membuat Sandi sangat panik.
" Sat, sadar Sat " ucap Sandi menepuk-nepuk wajah Satria agar sadar kembali.
Beberapa kali Sandi mencoba membuat Satria sadar kembali tetapi Satria tidak juga membuka matanya.
" Denyut nadi Bripda Satria semakin lemah " ucap salah satu tenaga medis itu.
Mendengar itu Sandi panik bukan main. " Cepat kalian lakukan sesuatu. Satria harus selamat " bentak Sandi pada kedua tenaga medis itu.
" Maaf Bripda Sandi, kami tidak bisa melakukan apapun lagi. Bripda Satria harus segera dibawa ke rumah sakit secepatnya " ucap salah satu tenaga medis itu.
Sandi merasa sangat frustasi dan ia harus bertindak cepat agar Satria bisa diselamatkan.
Tak lama kemudian, Komandan Anton dan yang lainnya datang. Mereka langsung membawa Satria keluar dari hutan agar bisa segera dilarikan ke rumah sakit. Mereka melewati jalan yang berbeda dan jauh dari desa agar warga desa tidak mengetahui apa yang terjadi. Sandi juga ikut bersama mereka karena Sandi juga harus mendapatkan penanganan khusus.
Sedangkan anggota yang lainnya pergi ke tempat persembunyian mereka dengan membawa dua orang yang berhasil mereka tangkap termasuk orang yang Satria tembak betisnya. Mereka juga membawa senjata tajam dan pisau yang orang itu menusuk Satria.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘