
Sebuah ruangan dengan semua serba putih adalah hal pertama yang Satria lihat. Ia merasa sangat bingung karena tidak mengenali tempat itu dan tidak ada satu orang pun yang berada di sana, hanya dirinya sendiri.
" Aku dimana? " ucap Satria bingung.
Ia juga melihat jika sekarang dirinya sedang memakai pakaian serba putih. Ia tidak mengingat apapun sebelumnya, terakhir yang ia ingat adalah saat ia tertusuk pisau di dada kanannya untuk menyelamatkan Sandi.
Satria menyentuh dada bagian kanannya untuk melihat luka tusukan itu tapi tidak ada luka apapun di sana.
" Apa aku sudah berada di surga? " ucap Satria bertanya-tanya.
Satria menganggap dirinya sudah berada di surga karena tempat itu serba putih dan tenang seperti surga dalam bayangannya.
Saat Satria masih merasa bingung tiba-tiba ia berpindah ke tempat lain. Tempat itu adalah ruang tamu di rumahnya. Satria melihat orang berkumpul di sana dan menangis.
" Kenapa aku tiba-tiba berada di rumah " ucap Satria terkejut dan bingung.
Satria menghampiri Kinara yang ia lihat juga berada di sana.
" Ra " panggil Satria pada Kinara yang sedang membaca Al-Qur'an dengan sesekali mengusap air matanya yang jatuh.
Tidak ada respon apapun dari Kinara hingga Satria pun memegang pundak dari Kinara tapi tidak bisa.
" Kenapa aku gak bisa sentuh Ara " ucap Satria merasa sangat panik.
Satria mencoba untuk memanggil yang lain dan menyentuh mereka termasuk Ayah Arif dan Bunda Wulan tapi tetap saja semua orang yang ada di sana seperti tidak mengetahui keberadaannya.
" Apa ini karena aku sudah meninggal? " ucap Satria menyimpulkan apa yang terjadi.
__ADS_1
Satria menatap semua orang yang ia sayangi dengan tatapan tidak percaya jika mereka tidak bisa melihat dirinya dan kemungkinan besar ia sudah meninggal dunia.
" Enggak, enggak mungkin " ucap Satria menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha menganggap itu tidak benar.
" Seharusnya aku gak meninggal sekarang. Masih banyak tugas gak belum aku selesaikan, aku belum bisa bahagiakan Ayah sama Bunda. Aku juga masih punya impian indah sama Kinara, kita akan membangun keluarga kecil yang bahagia dan aku harus mewujudkan itu semua sama Kinara " lanjut Satria memegang kepalanya dengan kedua tangannya.
Satria meyakinkan dirinya kembali bahwa ia masih hidup. Satria menghampiri Ayah Arif dan mencoba mengajaknya berbicara.
" Ayah, Ayah lihat aku kan. Aku di sini, Yah " ucap Satria tetapi tetap saja tidak ada respon dari Ayah Arif.
Melihat itu, Satria melangkah mundur dan menjauh dari mereka semua yang tidak bisa melihat keberadaannya.
" Enggak mungkin. Aku gak boleh meninggalkan dunia ini sekarang " teriak Satria dilanjut dengan suara tangis dari bibirnya.
Satria belum bisa menerima jika harus meninggalkan dunia dan mereka semua saat ini. Apalagi melihat kesedihan yang tergambar jelas dari wajah mereka semua.
" Ya Allah, tolong berikan aku kesempatan lagi untuk hidup. Masih banyak sekali hal yang belum aku lakukan untuk membahagiakan mereka semua. Masih banyak tugas dan tanggung jawab yang harus aku selesaikan " ucap Satria dalam tangisnya.
Satria bisa melihat jelas Komandan Anton dan rekan-rekannya terlihat sangat sedih, termasuk Sandi yang menangis dan menyandarkan tubuhnya di dinding. Satria bisa menebak jika sekarang ia berada di rumah sakit dan mereka seperti itu karena dirinya.
" Kamu harus bisa mengendalikan diri kamu, Sandi. Sekarang kita harus memberikan kabar kepada keluarga Satria jika Satria sudah meninggal dunia " ucap Komandan Anton pada Sandi.
" Baik Ndan " jawab Sandi bangkit.
Walaupun sudah menduganya tetap saja Satria sangat terkejut saat mendengar jika dirinya benar-benar sudah meninggal dunia. Satria tidak menemui Sandi ataupun salah satu dari mereka karena mereka semua tidak akan bisa melihat keberadaannya.
Satria masih ke dalam ruang ICU yang ia yakini tubuhnya berada di dalam sana. Dan benar saja, saat ia masuk ke ruangan itu para perawat sedang melepas semua alat bantu medis pada tubuh Satria yang sudah terbujur kaku dengan wajah yang sangat pucat. Satria membeku melihat tubuhnya sendiri terbaring tidak bernyawa di sana.
__ADS_1
" Kita keluar sekarang dan menyiapkan semua keperluan untuk jenazah Bripda Satria karena kemungkinan besar akan dibawa kembali ke Jakarta pada keluarganya " ucap salah satu perawat pada perawat yang lain.
Para perawat itu pun keluar dari ruang ICU dan hanya tersisa Satria sendiri di sana.
Dengan kaki yang terasa sangat berat, Satria berjalan mendekati dirinya sendiri yang sudah menjadi jenazah.
" Aku benar-benar meninggal dunia? " ucap Satria menatap tubuhnya yang terbujur kaku itu.
" Enggak. Kamu harus bangun Satria, ingat masih banyak orang yang harus kamu bahagiakan " lanjut Satria mengguncang tubuh itu agar tersadar kembali.
Satria terus mencoba untuk membuat tubuhnya itu bergerak kembali tapi tetap saja tidak terjadi apa-apa di sana.
" Ya Allah, apa ini sudah waktunya aku benar-benar pergi? " ucap Satria menyerah.
" Kalau memang ini sudah saatnya, aku terima Ya Allah. Tolong lindungi dan bahagiakan orang-orang yang aku sayangi. Kuatkan dan berikan mereka semua keikhlasan jika aku pergi meninggalkan mereka semua untuk selama-lamanya. Tolong berikan Kinara jodoh yang baik untuk dirinya, Ya Allah. Aku terima dan ikhlas kembali padamu " lanjut Satria.
Satria merasa ia memang tidak bisa melawan takdir jika memang umurnya sudah habis untuk hidup di dunia. Ia hanya berharap agar semua orang yang kehilangan dirinya bisa ikhlas dan tabah. Satria sudah menyerah dan pasrah jika memang ia harus meninggal dunia saat ini.
Tiba-tiba Satria memegang dadanya karena sekarang dadanya terasa sangat sesak. Mungkinkah ini sudah waktunya ia benar-benar pergi untuk selamanya.
" Selamat tinggal semuanya, maaf atas semua kesalahan aku. Maaf Satria harus pergi sebelum bisa buat Ayah dan Bunda bahagia. Maaf aku ingkari semua janji-janji aku sama kamu, Ra " ucap Satria pelan sambil menahan rasa sesak di dadanya.
Rasa sesak itu semakin menjadi dan perlahan Satria menutup kedua matanya dan mungkin setelah ini ia tidak bisa melihat orang-orang yang ia sayangi lagi.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘