
Setelah mengantarkan Kinara pulang, Satria pun langsung pulang ke rumah kedua orang tuanya. Besok pagi ia akan menjemput Kinara lagi untuk pergi bersama-sama ke rumah orang tua Kinara untuk meminta izin meminang Kinara menjadi istrinya.
Hampir pukul sepuluh malam Satria baru sampai di rumah. Bunda Wulan langsung membuka pintu utama setelah mendengar suara mobil Satria. Sebenarnya Bunda Wulan sudah sangat khawatir putranya tidak kunjung pulang tetapi Ayah Arif terus menenangkannya. Padahal sebelumnya Satria sudah meminta izin untuk pergi bersama Kinara.
" Assalamualaikum " ucap Satria lalu segera mencium tangan Ayah Arif dan Bunda Wulan yang sudah berada di depan pintu.
" Walaikumsalam " jawab Ayah Arif dan Bunda Wulan.
" Kamu kok baru pulang sih? " ucap Bunda Wulan pada Satria.
" Satria kan harus anter Ara dulu, Bun. Lagian ini juga masih jam sepuluh " jawab Satria setelah melihat jam di pergelangan tangannya.
" Bunda kamu tu dari tadi gak bisa tenang nunggu kamu pulang. Kayak anaknya pergi kemana aja " ucap Ayah Arif.
" Jelas Bunda khawatir gak tenang. Anak kita baru kembali setelah sekian lama dan Bunda juga kangen " ucap Bunda Wulan menatap kesal Ayah Arif.
Mendengar itu Satria pun langsung memeluk Bunda Wulan dan mencium pipi wanita paling berharga dalam hidupnya.
" Satria juga kangen banget sama Bunda. Malam ini Bunda tidur sama Satria ya. Satria mau dinyanyiin lagu tidur sama Bunda " ucap Satria pada Bunda Wulan.
Mata Ayah Arif langsung melotot mendengar itu. " Gak boleh. Kamu sudah besar ya jadi tidur aja sendiri " ucap Ayah Arif yang tidak terima Satria ingin tidur bersama istrinya.
" Ayah juga sudah besar bahkan sudah tua masih tidur sama Bunda. Ayah kan sudah setiap hari juga tidur sama Bunda " ucap Satria tetap ingin tidur dengan ibunya.
" Ya wajarlah, Bunda kan istri Ayah. Istri harus tidur sama suaminya " jawab Ayah Arif yang tidak mengizinkan Satria tidur bersama Bunda Wulan.
" Kalau gitu Bunda bakal tidur sama aku sampai aku punya istri sendiri " ucap Satria pada Ayah Arif.
Sedangkan Bunda Wulan memutar matanya malas. Padahal baru sehari Satria pulang ayah dan anak itu sudah ribut seperti dulu. Bunda Wulan segera bicara sebelum mereka terus berdebat dan membuat kepalanya pusing.
" Sudah, sudah, kalian ini pasti ribut kalau kumpul. Ayah juga, anaknya baru pulang sudah diajak ribut " ucap Bunda Wulan tidak ingin mendengar keributan lagi .
" Tapi Sayang, Satria yang mulai. Dia mau tidur sama kamu " ucap Ayah Arif tidak terima di salahkan.
__ADS_1
" Gak ada salahnya anak tidur sama ibunya. Malam ini Bunda tidur sama Satria dan Ayah gak boleh protes " ucap Bunda Wulan yang membuat Satria tersenyum senang.
" Makasih, Bunda " ucap Satria langsung mencium pipi Bunda Wulan.
Bunda Wulan menganggukkan kepalanya.
" Sekarang kamu mandi, nanti Bunda susul ke kamar kamu " ucap Bunda Wulan pada Satria.
" Siap Bunda " jawab Satria melepaskan pelukannya pada Bunda Wulan.
Satria langsung beranjak pergi ke kamarnya tapi sebelum itu ia menjulurkan lidahnya mengejek Ayah Arif yang terlihat sangat kesal.
" Sayang, masa kamu biarin aku tidur sendiri sih malam ini " ucap Ayah Arif pada Bunda Wulan dengan memasang wajah melas.
" Ngalah dong, Yah. Malam ini aja, lagian Bunda kangen banget sama putra kita " ucap Bunda Wulan lalu langsung masuk ke dalam rumah meninggalkan Ayah Arif yang sedang kesal pada Satria.
Bunda Wulan sengaja pergi menjauh dari Ayah Arif karena jika tidak pasti Ayah Arif akan terus merengek kepadanya. Usianya memang sudah memasuki setengah abad tapi terkadang kelakuannya masih seperti anak kecil, apalagi jika sedang ribut dengan Satria.
***
" Gimana tadi? Ara terima lamaran kamu? " tanya Bunda Wulan sembari mengusap lembut kepala Satria.
Satria sudah meminta izin kepada kedua orang tuanya untuk melamar Kinara dan mereka tentu saja memberikan izin. Ayah Arif dan Bunda Wulan sangat menyayangi Kinara dan tentunya mereka ingin Kinara menjadi bagian dari keluarga mereka.
" Jelas dong, Bunda " jawab Satria tersenyum menginginkan momen ia melamar Kinara tadi.
" Rencananya Satria sama Ara besok mau ke rumah orang tua Ara dan Satria bakal minta izin dan restu dari mereka. Kalau mereka sudah memberikan izin, Satria mau Ayah sama Bunda lamar Ara secara resmi buat jadi istri Satria " ucap Satria memberitahukan rencananya besok.
" Bunda yakin mereka pasti bakal kasih izin dan restu buat kalian. Tapi kamu tetap harus meminta izin dan restu secara baik-baik sama mereka. Soalnya kamu mau minta putri yang mereka besarkan dengan kasih sayang buat jadi istri kamu " ucap Bunda Wulan.
" Iya Bunda " jawab Satria setuju dengan Bunda Wulan.
Setelah itu Satria meminta Bunda Wulan untuk menyanyikan lagu pengantar tidur seperti saat dirinya kecil.
__ADS_1
" Nanti kalau Ayah ke sini minta Bunda buat pindah, Bunda jangan mau ya " ucap Satria sebelum ia memejamkan matanya dan memeluk Bunda Wulan dengan erat.
Ayahnya itu pasti sebentar lagi akan datang ke kamarnya dan meminta Bunda Wulan untuk pindah ke kamar mereka.
" Iya " jawab Bunda Wulan.
Satria pun memejamkan matanya dan Bunda Wulan menyanyikan lagu pengantar tidur yang biasa ia nyanyikan saat Satria kecil.
Benar saja tidak lama setelah Satria tertidur, Ayah Arif masuk ke dalam kamar Satria yang memang tidak di kunci.
" Satria sudah tidur? " tanya Ayah Arif dengan suara pelan agar Satria tidak terbangun.
Bunda Wulan pun menganggukkan kepalanya.
" Ayo sekarang pindah ke kamar kita " ajak Ayah Arif.
" Enggak, Ayah aja sana. Bunda udah janji sama Satria bakal di sini sampai pagi " tolak Bunda Wulan.
Bunda Wulan membenarkan posisi tidur Satria dan memindahkan kepala Satria dari pangkuannya lalu ia merebahkan tubuhnya di samping Satria.
Ayah Arif merengut melihat itu karena sepertinya tidak ada cara lagi untuk membawa istrinya ke kamar mereka. Akhirnya Ayah Arif pun ikut ke atas tempat tidur sehingga Satria berada di tengah-tengah orang tuanya. Ayah Arif ingin tidur si samping Bunda Wulan tetapi sudah tidak ada tempat lagi karena posisi Satria berada di tengah tempat tidur.
" Kenapa Ayah ikut tidur di sini? " tanya Bunda Wulan saat Ayah Arif merebahkan tubuhnya di samping Satria.
" Daripada tidur sendiri lebih baik tidur di sini sama kalian " jawab Ayah Arif.
Bunda Wulan pun tersenyum lalu memeluk putranya yang memang sedang memeluknya. Akhirnya malam itu Satria tidur bersama dengan kedua orang tuanya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘