Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
170. Fitting Pakaian Pengantin


__ADS_3

Keesokan harinya yang kebetulan merupakan akhir pekan dan hari libur, Satria dan Kinara akan pergi ke butik milik Puspa untuk melakukan fitting pakaian pengantin. Mereka akan melakukan fitting beberapa pakaian pengantin untuk acara akad nikah, resepsi serta acara adat karena mereka berdua berasal dari suku Jawa. Satria dan Kinara sama-sama ingin mengangkat adat budaya dalam acara pernikahan mereka.


Satria menjemput Kinara langsung dari rumah Rendra dan Puspa karena tadi malam Satria menginap di sana. Kemarin di saat Satria mengantar Kinara tiba-tiba hujan turun begitu lebat sehingga ia memutuskan untuk menginap di rumah kakaknya itu.


" Kita berangkat sekarang aja ya, Kak Puspa juga sudah berangkat ke butik " ucap Satria pada Kinara.


" Iya Mas " jawab Kinara.


Kinara segera mengunci pintu rumah dan memakai helm miliknya sebelum naik ke atas motor Satria.


Setelah itu baru Satria melajukan motornya menuju butik milik Puspa yang jaraknya tidak terlalu jauh.


Hanya dengan waktu lima belas menit saja Satria dan Kinara langsung turun dari motor dan masuk ke dalam butik itu. Mereka langsung menuju ruang kerja Puspa yang sudah mereka ketahui letaknya dimana.


Satria mengetuk pintu ruang kerja Puspa dulu sebelumnya dan masuk ke dalam setelah mendapatkan jawaban. Kinara dengan setia terus berjalan di samping Satria.


Ternyata Puspa sedang memiliki tamu saat ini dan sepertinya orang itu juga sedang ingin membuat sebuah pakaian di butik milik Puspa itu.


" Satria, Ara, kalian tunggu sebentar ya. Kakak masih ada tamu " ucap Puspa pada Satria dan Kinara.


" Iya Kak " jawab Satria dan Kinara bersamaan.


Satria dan Kinara memutuskan untuk menunggu Puspa di sofa yang ada di ruangan itu, tapi mereka dikejutkan dengan seorang pemuda yang ada di sana. Pemuda itu pun terkejut karena bertemu dengan wanita yang ingin ia relakan bersama dengan calon suaminya.


Ya, yang duduk di sofa itu adalah Andrew. Entah kebetulan atau takdir ia harus bertemu dengan Satria dan Kinara di tempat itu. Andrew sebenarnya sedang mengantar ibunya untuk memesan pakaian untuk pesta di perusahaan milik keluarganya.


" Loh, Andrew? " ucap Kinara terkejut karena Andrew berada di sana.


" Bu Kinara? " ucap Andrew tidak kalah terkejut dan ia pun berdiri dari posisi duduknya.


Baru saja Kinara ingin bertanya mengapa siswanya itu berada di sana, Puspa dan wanita yang sepertinya ibu dari Andrew.

__ADS_1


" Kamu kenal sama anak dari Nyonya Clara, Ra? " tanya Puspa karena melihat Kinara dan Andrew yang sepertinya saling mengenal.


" Iya Kak. Andrew ini siswa aku di sekolah dan Mas Satria juga kenal " jawab Kinara.


" Wah, jadi kamu guru barunya Andrew ya " ucap Nyonya Clara yang merupakan ibu dari Andrew pada Kinara.


" Iya Bu " jawab Kinara tersenyum ramah.


Nyonya Clara pun memperkenalkan dirinya sebagai ibu dari Andrew kepada Kinara dan Kinara pun memperkenalkan dirinya juga.


" Saya sudah dengar dari kepala sekolah tentang Bu Kinara. Saya mengucapkan banyak terima kasih karena Bu Kinara, Andrew bisa sedikit berubah menjadi lebih baik dan saya tidak mendapatkan laporan tentang kelakuan nakalnya. Saya sudah pusing memikirkan anak saya ini. Saya beruntung Andrew mendapatkan guru yang sangat baik seperti Bu Kinara " ucap Nyonya Clara pada Kinara.


" Ma " ucap Andrew yang tidak terima Nyonya Clara menjelekkan dirinya di depan Kinara.


Kinara hanya tersenyum melihat itu.


" Sama-sama Bu, ini sudah menjadi tugas dan kewajiban saya sebagai guru dari Andrew " jawab Kinara.


Satria pun merasa bangga melihat Kinara yang berhasil menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai guru sehingga orang tua Andrew pun memujinya.


" Kakak sudah siapkan sebuah gaun sesuai dengan desain yang kamu pilih. Sekarang kamu coba ya " ucap Puspa pada Kinara.


" Iya Kak " jawab Kinara.


Kinara memang sudah memilih masing-masing satu dari pakaian pengantin yang dia inginkan setelah acara lamarannya dan Puspa sudah membuatnya dari jauh-jauh hari sehingga Kinara sudah bisa melakukan fitting satu bulan sebelum acara pernikahan. Satria dan Kinara melakukan fitting lebih cepat karena masih sangat banyak yang harus mereka urus sehingga kemungkinan tidak sempat jika mendekati hari pernikahan mereka.


Puspa mengajak Kinara untuk melihat gaun pengantinnya dan Kinara sangat menyukainya karena semua yang dibuat dengan tangan Puspa itu sangat sesuai dengan keinginannya.


" Kamu puas dengan hasilnya? Kamu suka? " tanya Puspa pada Kinara.


" Suka banget, Kak. Semuanya persis seperti yang ada dibayangan aku " jawab Kinara sangat puas.

__ADS_1


" Gimana Mas? Kamu suka sama pakaian kamu? " tanya Kinara pada Satria.


" Suka banget " jawab Satria tersenyum.


" Emang deh tangan ajaib kakakku ini tidak perlu diragukan lagi " puji Satria pada Puspa.


" Bener banget. Semua pakaian yang kakak buat itu bagus banget " tambah Kinara.


Puspa pun tersenyum mendengar pujian dari calon pengantin itu.


Setelah itu Puspa meminta Satria dan Kinara untuk mencoba pakaian pengantin mereka supaya bisa segera diperbaiki jika ada yang kurang sesuai.


Kinara terlihat begitu cantik memakai gaun pengantin untuk resepsi pernikahan mereka nanti, begitu juga dengan Satria yang terlihat tampan dengan tuxedo di tubuhnya. Satria dan Kinara saling terpesona melihat penampilan satu sama lain. Puspa pun cukup terpesona melihat Satria dan Kinara yang terlihat sangat serasi, apalagi aura pengantin mereka sudah mulai keluar.


" Kalian benar-benar sempurna memakai ini. Ara cantik banget dan Satria juga ganteng " puji Puspa.


" Makasih, Kak " ucap Kinara tersenyum.


" Aku memang udah ganteng dari dulu kali " ucap Satria dengan gaya narsisnya.


Puspa pun langsung memukul lengan adiknya yang memang terlalu percaya diri dan pantang untuk dipuji sedikit saja. Satria hanya bisa mengaduh saat Puspa memukul lengannya.


" Ini udah pas banget sama kalian. Jadi kalian harus jaga makan sekarang dan jaga berat badan supaya pakaian pengantin kalian gak kekecilan nanti " pesan Puspa karena memang pakaian pengantin itu sudah sangat pas di tubuh Satria dan Kinara.


" Iya Kak " jawab Satria dan Kinara bersamaan.


Setelah selesai melakukan fitting untuk semua pakaian pengantin mereka, Satria dan Kinara pergi untuk mendaftarkan pernikahan mereka ke kantor urusan agama. Mereka membawa semua berkas penting yang sudah mereka siapkan sebelumnya.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2