
Hari begitu cepat berlalu. Lusa Satria akan pergi untuk menjalani pendidikan akademi polisi yang ia pilih sebagai masa depannya. Walaupun cukup berat melepas Satria jauh darinya, tapi Kinara mencoba untuk rela dan juga terus mendukung apapun jalan yang dipilih oleh Satria.
Hari ini Kinara akan pergi bersama Satria. Mereka akan menghabiskan waktu berdua sebelum Satria berangkat pendidikan. Satria akan mengajak Kinara ke suatu tempat yang belum Kinara ketahui. Satria akan menjemput Kinara pagi ini.
Kinara yang sudah rapi dengan celana jeans panjang berwarna hitam serta kemeja berwarna biru muda serta hijab yang senada dengan kemejanya. Kinara sedang menunggu Satria di depan teras.
Tit tit tit.
Bunyi klakson motor Satria yang sudah berhenti di depan pagar.
" Assalamualaikum " ucap Satria.
" Walaikumsalam " jawab Kinara.
Kinara pun langsung berdiri dan menghampiri Satria sambil membawa helm di tangannya. Kinara juga menutup pagar itu kembali.
" Langsung berangkat? Atau kamu mau mampir ke suatu tempat dulu? " tanya Satria pada Kinara.
" Langsung berangkat aja, Mas " jawab Kinara memakai helm di kepalanya.
" Emang kita mau kemana, Mas? " tanya Kinara.
" Nanti juga kamu tau. Cepet naik " jawab Satria.
Kinara pun naik atas motor Satria. Satria melajukan motornya itu meninggalkan rumah dengan kecepatan sedang.
" Kita mau ke Puncak, Mas? " tanya Kinara saat jalan yang mereka lewati itu menuju Puncak Bogor.
" Iya Ra " jawab Satria.
Beberapa saat kemudian, mereka pun telah sampai di sebuah villa yang berada di daerah Puncak Bogor.
" Villa punya siapa, Mas? " tanya Kinara setelah turun dari motor dan melepaskan helmnya.
" Villa ini punya Bang Rendra " jawab Satria.
" Kita mau ngapain ke sini, Mas? " tanya Kinara.
" Kita bakal piknik di kebun teh belakang villa ini. Terus nanti malam kita barbeque disini " jawab Satria.
" Tapi kita gak nginep kan? " tanya Kinara pada Satria.
Kinara akan bekerja shift pagi besok karena ia bertukar shift dengan Tina yang sedang ada acara keluarga besok pagi sehingga ia bisa menghabiskan waktu seharian bersama Satria.
" Enggak kok " jawab Satria.
" Ayo kita ke belakang " ajak Satria.
Mereka berdua pun pergi ke kebun teh yang ada belakang villa. Di sana sudah ada seorang pria paruh baya yang sedang menyiapkan piknik untuk mereka. Satria memang sudah meminta pria penjaga villa itu untuk menyiapkan semuanya.
__ADS_1
" Eh Den, Satria sudah datang " ucap pria itu dengan logat Sunda saat melihat kedatangan Satria dan Kinara.
Satria pun menyalami pria penjaga villa itu.
" Apa kabar, Mang Ujang? " tanya Satria pada pria penjaga villa yang bernama Mang Ujang itu.
" Saya baik, Den " jawab Mang Ujang.
" Ini pacarnya ya, Den? " tanya Mang Ujang saat melihat Kinara.
" Calon istri saya, Mang. Namanya Kinara " jawab Satria.
Kinara pun tersenyum pada Mang Ujang walaupun sedikit malu karena Satria menyebutnya calon istri.
" Wah, Den Satria sudah punya calon istri aja. Enengnya juga meni geulis pisan " ucap Mang Ujang.
Kinara pun tersenyum mendengar ucapan Mang Ujang. Walaupun tidak bisa bahasa Sunda tapi ia mengerti apa yang diucapkan Mang Ujang.
" Jelas dong, Mang " jawab Satria tersenyum bangga.
Mang Ujang pun ikut tersenyum.
" Kalo begitu saya tinggal dulu atuh. Semuanya sudah siap " ucap Mang Ujang pada Satria dan Kinara.
" Terima kasih ya, Mang " ucap Satria.
" Iya Den, sama-sama " jawab Mang Ujang.
" Tempatnya bagus ya, Mas " ucap Kinara saat melihat sekitar yang terhampar kebun teh.
" Kamu suka, Ra? " tanya Satria pada Kinara.
" Iya Mas " jawab Kinara.
" Aku sengaja ajak kamu ke sini biar bisa habisin waktu berdua sama kamu sebelum kamu pergi pendidikan. Disini tenang dan kita bisa nikmati seharian ini cuma berdua " ucap Satria.
Satria duduk berhadapan dengan Kinara. Ia meraih tangan Kinara dan menggenggamnya.
" Makasih ya Ra, sudah mau nunggu aku dan selalu dukung aku " ucap Satria pada Kinara.
Kinara tersenyum. " Iya Mas. Kamu gak perlu berterima kasih sama aku. Aku pasti selalu dukung apa yang kamu lakuin asal itu bukan hal yang buruk " jawab Kinara tersenyum.
Setelah itu mereka pun menikmati cemilan dan minuman yang sudah disiapkan sambil melihat pemandangan kebun teh.
***
Hari sudah berganti malam. Satria sedang memanggang daging yang sudah Kinara berikan bumbu. Mereka melakukan barbeque hanya berdua karena Mang Ujang pulang setelah menyiapkan alat panggang.
" Ni Mas, jagung sama sosisnya " ucap Kinara memberikan jagung dan sosis untuk dipanggang oleh Satria.
__ADS_1
Satria pun langsung memanggangnya jagung dan sosis bersama daging yang sudah berada di panggangan.
Setelah semuanya matang, mereka berdua menikmatinya dibawah langit malam yang penuh dengan bintang.
" Beruntung banget kita ke sini pas langitnya cerah. Banyak bintang juga " ucap Satria melihat langit yang penuh bintang.
" Iya Mas. Kalo di kota jarang banget pemandangan kayak gini " jawab Kinara.
Satria menggenggam tangan Kinara dan menatap kekasihnya itu.
" Aku cinta sama kamu, Ra " ucap Satria menatap mata Kinara.
" Aku juga cinta sama kamu, Mas Satria " balas Kinara tersenyum.
Mereka berdua menikmati setiap waktu yang mereka lewati bersama sebelum mereka berpisah untuk sementara.
Karena hari sudah semakin malam, Satria dan Kinara pun memutuskan untuk pulang.
" Kami pulang dulu, Mang " pamit Satria pada Mang Ujang.
" Hati-hati di jalan ya Den, Neng " ucap Mang Ujang.
" Iya Mang " jawab Kinara.
" Assalamualaikum " ucap Satria dan Kinara.
" Walaikumsalam " jawab Mang Ujang.
Satria melajukan motornya membelah jalanan kota malam itu. Jalanan sudah cukup lenggang karena ini sudah hampir tengah malam.
Beberapa saat kemudian, mereka pun sampai. Satria akan menginap di rumah Rendra dan Puspa karena ia tidak mungkin pulang ke rumahnya yang jaraknya jauh saat sudah larut malam seperti ini.
" Makasih ya Mas, hari ini aku seneng banget bisa habisin waktu berdua sama kamu " ucap Kinara pada Satria.
" Iya sayang. Aku juga seneng " jawab Satria.
" Kamu masuk gih " ucap Satria pada Kinara.
" Iya Mas " jawab Kinara.
" Selamat malam, Sayang " ucap Satria.
" Malam Mas " jawab Kinara tersenyum.
Kinara pun masuk ke dalam rumah. Sedangkan Satria pergi ke rumah Rendra dan Puspa setelah memastikan Kinara masuk ke dalam rumah.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘