Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
217. Tidak Enak Badan


__ADS_3

Keesokan paginya, Satria memasuki rumah setelah meletakkan mobilnya ke dalam garasi. Satria merasa tubuh sedikit meriang dan kepalanya terasa pusing. Mungkin karena ia tidak tidur semalaman, tapi biasanya juga seperti itu tapi ia tidak merasa seperti ini.


" Assalamualaikum " ucap Satria memasuki kamarnya.


" Walaikumsalam " jawab Kinara yang baru selesai mandi.


Kinara langsung menghampiri sang suami dan mencium tangannya. Tapi Kinara sangat terkejut karena Satria yang tiba-tiba memeluknya dan menyandarkan kepalanya di pundaknya.


" Kamu kenapa, Mas? " tanya Kinara karena Satria biasanya tidak begitu.


" Rasanya aku gak enak badan, Sayang. Badan aku lemes terus kepala aku juga pusing " jawab Satria menyusupkan wajahnya di leher sang istri.


Rasa pusing di kepalanya sedikit berkurang saat menghirup wangi tubuh Kinara yang sangat ia sukai.


" Kalau gitu kamu istirahat ya. Ini pasti karena kamu kecapekan terus gak tidur semalaman " ucap Kinara khawatir.


" Tapi aku mau mandi dulu, Sayang " ucap Satria melepas pelukannya.


Satria segera beranjak ke kamar mandi dan sebelumnya ia mengambil handuk yang memang sudah disiapkan oleh Kinara. Sedangkan Kinara pergi ke ruang ganti untuk memakai pakaiannya dan juga menyiapkan pakaian ganti untuk sang suami.


Sembari menunggu Satria yang masih mandi, Kinara pergi ke dapur untuk mengambil teh dan sarapan untuk suaminya itu. Kinara khawatir karena ia sempat melihat wajah pucat Satria dan sepertinya memang suaminya itu tidak enak badan.


" Mbok, saya akan sarapan di kamar. Mbok juga sarapan aja sekarang " ucap Kinara pada Mbok Iyem.


" Baik, Nyonya " jawab Mbok Iyem.


Setelah itu Kinara membawa nampan berisi sarapan untuk dirinya dan Satria ke dalam kamar.


Ceklek.


Kinara memasuki kamar dan terlihat Satria yang sedang duduk di atas tempat tidur dengan wajah yang semakin pucat. Kinara pun segera menghampiri suaminya karena ia menjadi sangat khawatir pada Satria.


" Ya ampun, Mas. Wajah kamu tambah pucet " ucap Kinara setelah meletakkan nampan itu di atas nakas.


" Kepala aku juga tambah pusing, Sayang. Mana tadi sempat mual terus muntah, jadi badan aku lemes banget " ucap Satria mengatakan apa yang ia rasakan.

__ADS_1


Kinara menempelkan tangannya di kening Satria dan terasa sangat panas, sepertinya suaminya itu benar-benar tidak enak badan.


" Badan kamu juga panas, Mas " ucap Kinara setelah mengecewakan suhu tubuh Satria.


" Sekarang kamu makan terus habis itu minum obat ya " lanjut Kinara pada Satria.


Satria pun menganggukkan kepalanya karena tubuhnya terasa sangat lemas.


Kemudian Kinara dengan telaten menyuapi suaminya itu walaupun beberapa kali mendapatkan penolakan dari Satria dengan alasan sudah kenyang.


" Sudah, Sayang. Aku merasa mual kalau harus makan lagi " ucap Satria saat Kinara akan menyuapkan lagi makanan ke dalam mulutnya.


Kinara pun tidak memaksa Satria untuk menghabiskan sarapannya karena terlihat sang suami menahan mual dari tadi.


" Obatnya diminum dulu " ucap Kinara memberikan obat dan segelas air putih pada Satria.


Satria menerima obat itu dan langsung meminumnya.


Setelah itu Kinara membantu Satria untuk membaringkan tubuh dan ia menyelimuti tubuh sang suami hingga sebatas dada.


" Iya Sayang " jawab Satria tersenyum walaupun dengan bibir yang pucat.


Kinara beranjak pergi ke sofa yang ada di kamar itu dan menikmati sarapannya di sana agar tidak mengganggu Satria yang sedang beristirahat. Sedangkan Satria mencoba memejamkan matanya karena kepalanya sekarang terasa sangat pusing.


Beberapa saat berlalu, Kinara sudah siap untuk pergi ke kampus. Ia sebenarnya tidak tega meninggalkan suaminya yang sedang tidak enak bada seperti ini, tetapi ia ada presentasi yang harus ia hadiri. Kinara pun mencoba membangunkan Satria sebentar untuk berpamitan agar suaminya itu tidak mencarinya.


" Mas, aku berangkat ke kampus dulu ya. Kamu gak papa kan aku tinggal? Nanti aku akan langsung pulang setelah selesai, kebetulan aku juga gak ada jadwal ngajar hari ini " pamit Kinara pada Satria.


Satria yang tidak benar-benar tertidur pun membuka matanya. " Iya Sayang, kamu hati-hati ya di jalan. Maaf aku gak bisa nganterin kamu " ucap Satria karena ia bahkan tidak kuat sekedar untuk duduk.


" Iya Mas, gak papa. Kamu istirahat aja di rumah " jawab Kinara.


Kinara mencium tangan dan kening Satria terlebih dahulu sebelum ia pergi ke kampus.


" Assalamualaikum " ucap Kinara mengambil tas miliknya.

__ADS_1


" Walaikumsalam " jawab Satria.


Setelah itu Kinara segera turun ke bawah dan tidak lupa juga ia menitipkan pesan pada Mbok Iyem untuk menjaga Satria yang sedang tidak enak badan.


***


Sesampainya di kampus, Kinara langsung turun dari mobil. Satria tidak mengizinkan Kinara untuk menggunakan motor sendirian setelah mereka menikah, alhasil Kinara menerima mobil yang dibelikan oleh Satria satu bulan yang lalu.


" Loh Ra, kok lo sendiri? Satria mana? Biasanya dianterin " ucap Sandi yang saat itu sedang mengantarkan Ayla.


Kinara terkejut karena ia tidak menyadari keberadaan Sandi dan Ayla sebelumnya.


" Mas Satria lagi gak enak badan, jadi gue berangkat sendiri. Ini aja gue sebenernya gak tega ninggalin suami gue di rumah " jawab Kinara.


" Kok bisa? Perasaan kemarin pas gue gantian jaga sama dia, dia baik-baik aja " ucap Sandi karena kemarin ia melihat Satria baik-baik saja.


" Gue juga gak tau, mungkin kecapekan. Soalnya tadi pas pulang wajahnya pucet banget terus badannya juga panas " jawab Kinara.


Sandi pun mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti karena bisa saja sahabatnya itu tidak enak badan karena kelelahan.


" Satria sakit? Terus keadaannya sekarang gimana? " ucap Ayla dalam hati khawatir.


Tidak sepantasnya Ayla mengkhawatirkan Satria yang merupakan suami dari Kinara, tetapi tetap saja ia merasa khawatir pada pria yang mungkin masih ia cintai.


" Kalau gitu gue ke kelas duluan ya, mau presentasi soalnya " ucap Kinara pada Sandi dan Ayla karena harus segera masuk ke kelasnya.


" Iya Ra " jawab Sandi dan Ayla hanya menganggukkan kepalanya.


Setelah itu Kinara pun langsung pergi meninggalkan Sandi dan Ayla untuk menuju kelasnya.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya saya di akun ini " Menikahi Ayah Nadia, Suamiku Seorang Bodyguard dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya @tyaningrum_05 dan akun NT saya Gadis Taurus ya 😘


__ADS_2