Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
45. Mendekati Kinara


__ADS_3

Hari akan segera berganti malam. Kinara dan teman-temannya akan pergi ke tempat wisata terakhir pada hari itu di Gunung Bromo. Mereka semua akan pergi ke Bromo Milky Way.


" Ayo Ra, biar kita bisa liat keindahan langit malam ini " ucap Danang pada Kinara.


Mereka pun naik ke Jeep yang mereka sewa. Danang terus saja mendekati Kinara dan mencoba mencari perhatiannya. Kinara sebenarnya sangat risih dengan itu.


Hingga beberapa saat kemudian mereka semua sampai di Bromo Milky Way. Baru sampai saja mereka disuguhkan dengan pemandangan sunset yang indah.


" Bagus banget sunset nya " ucap Kinara kagum.


" Ini belum seberapa Ra, kamu harus liat bintang nanti malam. Kata orang-orang bagus banget " ucap Ranti.


Bromo Milky Way adalah tempat yang mungkin paling mengagumkan karena di tempat ini berhubungan dengan dengan pemandangan astronomi. Di sana akan terlihat bintang-bintang yang berkumpul memanjang seperti debu yang membuat lokasi itu menjadi sangat menarik. Untuk bisa melihat keindahan alam itu, disarankan berkunjung di saat malam hari dan harus rela menukar jam tidur, karena pada malam hari akan terlihat fenomena astronomi yang sangat estetik.


Saat hari sudah berganti malam, Kinara dan teman-temannya pun makan malam bersama sambil menikmati udara dingin di Bromo Milky Way. Kinara saling menggosokkan kedua telapak tangannya.


" Dingin ya, Ra " ucap Danang meraih kedua tangan Kinara dan menggenggamnya.


Kinara yang merasa tidak nyaman pun langsung menarik tangannya dari genggaman Danang.


" Sini biar aku hangatin " ucap Danang ingin meraih tangan Kinara lagi tapi Kinara langsung menjauhkan tangannya.


" Gak usah " tolak Kinara.


" Aku duluan " ucap Kinara pergi meninggalkan Danang. Ia benar-benar tidak nyaman karena Danang selalu saja mendekatinya.


Kinara lagi-lagi mencari tempat yang sepi dan cukup jauh dari teman-temannya. Ia ingin merasakan ketenangan di sana.


" Semakin malam semakin dingin " ucap Kinara memasukkan tangannya ke kantong jaketnya.


Kinara menatap langit, ia bisa melihat ada beberapa bintang yang sudah mulai muncul.


" Andai gak ada kejadian itu mungkin kita akan ke sini berdua, Sat " ucap Kinara menghela napasnya.


Kinara merasa ia semakin merindukan Satria tapi hatinya pun terasa sakit jika teringat itu.


Tak lama Bagus dan Ranti datang menghampiri Kinara.


" Kenapa to dari tadi sendirian terus, Ra?" tanya Ranti berdiri di sebelah Kinara.


" Lagi pengen cari ketenangan aja, Ran " jawab Kinara.


" Aku liat dari tadi Danang deketin kamu terus to, Ra " ucap Bagus yang ada di sebelah Ranti.


" Iyo Gus, padahal aku gak nyaman banget dia deket-deket aku terus. Dia juga kayak cari-cari perhatian aku. Aku gak enak mau bilang ke dia nya kalo aku gak nyaman " jawab Kinara.

__ADS_1


" Bilang wae, Ra. Nanti dia ngira kamu ngasih harapan ke dia terus dia ngejar-ngejar kamu lagi kayak dulu " ucap Ranti.


" Iyo, nanti aku tak bilang ke dia nya " jawab Kinara.


Baru saja dibicarakan, tiba-tiba saja Danang menghampiri mereka dan ikut bergabung.


" Baru juga diomongin, panjang umur banget ki bocah " ucap Bagus pelan tapi masih bisa didengar Kinara dan Ranti.


Danang tersenyum dan duduk di sebelah Kinara.


" Tak cariin kalian ternyata disini " ucap Danang pada mereka.


Mereka semua pun tersenyum canggung tanpa menanggapi ucapan Danang.


" Kita duluan yo, Ra " ucap Bagus menggandeng tangan Ranti.


Mereka berdua pun pergi meninggalkan Kinara bersama dengan Danang.


" Dasar ya mereka, aku malah ditinggalin sama ni orang " gerutu Kinara dalam hati.


" Nyapo, Ra? " tanya Danang saat melihat wajah kesal Kinara.


Kinara hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum terpaksa untuk menanggapi pertanyaan dari Danang.


" Kamu punya pacar gak, Ra? " tanya Danang pada Kinara.


" Enggak " jawab Kinara.


Mendengar itu pun Danang langsung tersenyum. " Kalo aku mau deket sama kamu boleh gak, Ra? " tanya Danang memegang tangan Kinara.


Kinara langsung menarik tangannya. " Maaf ya, tapi aku lagi gak pengen deket siapa-siapa dulu. Kamu deketin perempuan lain aja " jawab Kinara.


" Aku gabung ke temen-temen ya " pamit Kinara.


Kinara langsung pergi menjauh dari Danang.


" Bener kan dia mau deketin aku lagi " ucap Kinara berjalan mendekati teman-temannya.


Saat hari bertambah larut, bintang pun terlihat bertambah banyak di langit. Kinara benar-benar terkagum-kagum dengan keindahan alam itu.


" Beruntung banget aku bisa liat langit seindah ini " ucap Kinara masih terus memandangi bintang di langit.


Tiba-tiba saja terlihat ada bintang jatuh.


" Ra, ada bintang jatuh. Coba kita buat permintaan " ucap Ranti pada Kinara.

__ADS_1


Kinara melihat ke arah bintang jatuh itu. " Coba aja ah " ucap Kinara ingin mencobanya.


" Semoga kejadian itu bener cuma salah paham. Jika Satria memang akan menjadi milikku, tolong kembalikan ke aku " ucap Kinara memejamkan matanya.


Walaupun sebenarnya Kinara tidak terlalu mempercayai hal seperti itu, tapi siapa tahu juga akan berhasil.


Kinara membuka kembali matanya saat sudah selesai berdoa.


Kemudian Kinara dan teman-temannya kembali ke penginapan setelah pukul dua malam. Mereka akan segera beristirahat karena besok mereka akan melanjutkan perjalanan ke tempat wisata yang lain.


***


Keesokkan harinya, Satria sudah bersiap-siap pergi untuk melakukan tes masuk Akademi Polisi. Ia juga membawa semua berkas-berkas yang akan diperlukan. Satria menggunakan batik berlengan panjang dan juga celana hitam panjang. Tak lupa juga ia memakai jam tangan kesayangannya. Ia meraih tas punggungnya lalu keluar dari kamarnya.


" Pagi Bunda. Pagi Ayah " sapa Satria mencium pipi Bunda Wulan.


" Pagi Sayang " balas Bunda Wulan.


Sedangkan Ayah Arif hanya menganggukkan kepalanya.


Bunda Wulan merasa senang karena putranya sudah tidak terlihat sedih seperti kemarin. Satria memang sudah memutuskan dan meyakinkan dirinya sendiri untuk fokus dulu dengan apa yang ingin ia capai dan ia akan memperbaiki hubungannya dengan Kinara setelah Kinara kembali ke Jakarta.


Mereka mulai sarapan dengan tenang di pagi itu.


Setelah selesai sarapan, Satria langsung pamit dan meminta doa kepada kedua orang tuanya agar semua yang ia akan lakukan hari ini dilancarkan.


" Ayah, Bunda, Satria pamit ya. Doakan semoga semuanya lancar hari ini " ucap Satria kepada kedua orang tuanya.


" Bunda pasti selalu doakan kamu sayang " ucap Bunda Wulan mencium kening Satria.


" Ayah yakin kamu pasti bisa " ucap Ayah Arif menepuk pundak Satria memberikan semangat.


Satria pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


" Satria berangkat " pamit Satria pada Ayah Arif dan Bunda Wulan.


Satria mencium tangan kedua orang tuanya.


" Assalamualaikum " ucap Satria.


" Walaikumsalam " jawab Ayah Arif dan Bunda Wulan.


Satria pergi dengan menggunakan motornya. Ia akan menjalani semua tes dan persyaratan masuk Akademi Polisi dengan kemampuannya sendiri walaupun sang kakak ipar adalah seorang polisi dan ayahnya juga memilki kekuasaan yang cukup besar di Jakarta.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2