Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
201. Selesai


__ADS_3

Sesampainya di apartemen, Kinara memutuskan untuk mandi terlebih dahulu karena merasa tubuhnya sudah sangat gerah. Kinara juga akan melakukan mandi wajib karena ternyata tamu bulanannya selesai lebih cepat. Kinara pun akan menyiapkan kejutan yang pernah ia janjikan kepada sang suami saat hendak berangkat bulan madu.


" Siap gak siap aku harus siap. Kasian juga Mas Satria sudah lama nunggu buat mendapatkan haknya " gumam Kinara saat sedang berendam di dalam bath tub.


Kinara sebenarnya sudah siap untuk memberikan hak Satria sebagai suami tapi karena ini pertama kali untuk dirinya, Kinara pun sangat malu.


Setelah puas berendam di dalam bath tub selama kurang lebih tiga puluh menit, Kinara pun segera membersihkan tubuhnya di bawah guyuran air dari shower. Kinara mengambil handuk yang tadi ia bawa dan melilitkan handuk itu di tubuhnya.


Kinara keluar dari kamar mandi tetapi ia tidak melihat keberadaan suaminya di sana. Kinara pun segera pergi ke ruang ganti dan memakai pakaiannya sebelum Satria kembali ke dalam kamar.


" Kamu dari mana, Mas? " tanya Kinara karena saat dirinya keluar dari ruang ganti, Satria sudah duduk di tepi tempat tidur.


" Dari balkon, Ayah tadi nelpon " jawab Satria.


Satria memang pergi ke balkon untuk menjawab panggilan telepon dari Ayah Arif.


" Ada apa, Mas? " tanya Kinara karena selama mereka tidak ada yang menghubungi mereka setelah Raka dan Elsa malam itu, mungkin mereka tidak ingin mengganggu pasangan pengantin baru yang sedang bulan madu itu.


" Ngingetin buat beli jam tangan yang Ayah mau " jawab Satria dengan wajah sedikit kesal.


Kinara hanya tersenyum melihat itu karena ia tidak ingin ikut campur tentang itu.


" Mau mandi sekarang? " ucap Kinara pada Satria.


" Iya, badan aku udah gerah banget " jawab Satria bangkit dari duduknya.


Satria melepaskan celana dan kaos yang ia kenakan lalu menaruhnya di keranjang pakaian kotor. Sedangkan Kinara memalingkan wajahnya karena melihat suaminya yang hanya menggunakan pakaian dalam, ia harus terbiasa dengan pemandangan seperti itu.

__ADS_1


" Ini handuknya " ucap Kinara memberikan handuk bersih tanpa melihat suaminya.


Satria mengambil handuk itu dari tangan sang istri lalu segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah itu, Kinara pun keluar dari kamar. Ia akan memasak untuk makan malam dan ia hanya ingin memasak yang simpel saja, yaitu ayam goreng lengkuas dan sambal tomat. Walaupun menu yang sangat sederhana, tetapi nyatanya Satria sangat menyukainya. Sebenarnya Satria menyukai apapun yang dimasak oleh Kinara.


" Masak apa, Sayang? " tanya Satria yang menyusul Kinara ke dapur setelah selesai mandi.


" Ayam goreng lengkuas, Mas " jawab Kinara sembari membalik ayam di dalam penggorengan.


" Wih, enak banget nih. Aku gak sabar buat makan malam " ucap Satria yang sudah tidak sabar untuk memakan masakan istrinya itu.


Kinara tersenyum dan kembali fokus untuk menggoreng ayam itu.


Setelah ayam goreng lengkuas itu matang, Kinara pun mulai membuat sambal tomat. Sedangkan Satria sudah pergi ke ruang tamu untuk menonton televisi.


Hari sudah semakin sore dan suara azan magrib waktu Paris sudah terdengar dari ponsel Satria. Kinara segera mengambil air wudhu di dalam kamar mandi, ia akan mengajak Satria untuk sholat berjamaah untuk pertama kalinya.


" Sayang, kamu sudah selesai tamu bulanannya? " tanya Satria saat melihat istrinya sudah mengenakan mukena.


" Iya Mas " jawab Kinara tersenyum.


Senyum Satria langsung mengembang dan tidak bisa ia jelaskan betapa bahagia dirinya saat mengetahui jika penghalang dirinya sudah pergi. Ia sudah cukup sabar menunggu beberapa hari untuk mendapatkan haknya.


" Sekarang lebih baik kamu ambil air wudhu terus kita sholat berjamaah " ucap Kinara pada Satria.


" Iya Sayang " jawab Satria.

__ADS_1


Satria segera masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Baru setelah itu Satria dan Kinara melaksanakan salat magrib berjamaah untuk pertama kalinya sebagai suami.


Kinara meraih tangan Satria untuk ia cium sebagai tanda baktinya sebagai seorang istri, tak lupa juga Satria memberikan ciuman cukup lama di kening Kinara untuk menyalurkan seluruh perasaan cintanya untuk sang istri.


" Sekarang boleh kan, Sayang? " ucap Satria saat Kinara baru melepaskan mukenanya.


Kinara tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya karena suaminya itu sepertinya memang sudah benar-benar tidak sabar.


" Nanti, Mas. Kita makan malam dulu dan sholat isya " jawab Satria tersenyum.


" Aku juga mau menyiapkan sebuah kejutan buat kamu " lanjut Kinara lalu bangkit dari duduknya.


" Baiklah, aku akan mencoba untuk bersabar lagi " ucap Satria karena ia penasaran kejutan apa yang disiapkan oleh Kinara untuk dirinya.


Setelah itu Satria dan Kinara segera keluar dari kamar untuk makan malam bersama. Satria benar-benar menikmati makanan yang dimasak oleh Kinara itu karena rasanya memang sangat enak.


" Masakan kamu memang selalu enak, Sayang " puji Satria sambil menikmati masakan sang istri.


Kinara tersenyum. Dia sangat bahagia mendapatkan pujian dari sang suami dan sang suami sangat menyukai masakannya.


Satria dan Kinara pun menikmati makan malam mereka itu dengan sekali diselingi dengan obrolan-obrolan ringan.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia, Suamiku Seorang Bodyguard dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2