
Di hari berikutnya, Satria dan Kinara akan pergi ke tujuan mereka selanjutnya. Satria dan Kinara akan pergi ke Sungai Siene. Letak Sungai Siene tidak jauh dari Menara Eiffel sehingga Satria dan Kinara hanya berjalan kaki untuk menuju ke sana.
Satria dan Kinara akan menaiki sebuah kapal nanti di sana. Sebuah pengalaman yang belum pernah Kinara rasakan dengan menaiki kapan sekedar untuk menikmati pemandangan sekitar membuat Kinara sangat antusias.
" Pelan-pelan, Sayang " ucap Satria saat mereka menaiki kapal.
" Iya Mas " jawab Kinara.
Satria terus menggenggam tangan Kinara dan tidak pernah melepaskannya sedikit pun.
Satria dan Kinara memilih untuk duduk di kursi yang ada di atas agar lebih bisa menikmati pemandangan di Sungai Siene.
" Di sini kita lebih bisa menikmati pemandangan Sungai Siene " ucap Satria setelah mereka duduk.
" Iya Mas. Anginnya juga kerasa enak banget di sini " jawab Kinara menikmati angin yang berhembus menerpa kulit wajahnya.
Tak lama kemudian, kapal itu mulai berjalan untuk menyusuri Sungai Siene.
Sungai Siene ada tempat yang tidak kalah romantis dari Menara Eiffel. Satria dan Kinara bisa merasakan suasana romantis sambil berlayar menyusuri sungai. Mereka juga bisa menyantap hidangan yang tersedia di kapal layar yang mengarungi sungai tersebut. Jika ingin suasana yang semakin romantis, maka bisa makan di resto kapal saat malam hari.
Kinara menyandarkan kepalanya di bahu sang suami dan menikmati pemandangan indah yang tersaji saat kapal itu membawa mereka menyusuri Sungai Siene. Kinara juga bisa melihat Menara Eiffel kembali yang berada tepat di tepi Sungai Siene.
" Ya Allah, terima kasih telah menjadikan Mas Satria sebagai suamiku. Aku sangat beruntung memilikinya " ucap Kinara dalam hati sambil memandang wajah tampan sang suami.
Kinara merasa beruntung memiliki suami sebaik dan seromantis Satria. Mungkin memang belum ada satu minggu mereka menikah dan terlalu berlebihan Kinara mengatakan itu, tapi kenyataannya memang seperti itu. Ia hanya berharap Satria akan terus menjadi Satria seperti ini selamanya.
" Kenapa kamu lihatin aku, Sayang? " tanya Satria saat menyadari jika istrinya itu memandangi wajahnya sambil tersenyum.
" Gak papa, Mas. Cuma mau menikmati keindahan ciptaan Allah yang ganteng banget ini " jawab Kinara tersenyum.
__ADS_1
Pipi Satria seketika memerah dan hatinya berbunga-bunga karena ini pertama kalinya Kinara menggombal dan memuji dirinya tanpa harus ia paksa seperti sebelumnya.
" Kamu kok jadi pinter gombal sekarang, Sayang. Siapa sih yang ngajarin? " ucap Satria mencubit hidung sang istri.
Kinara tertawa kecil karena ini juga pertama kalinya ia melihat wajah Satria yang memerah setelah ia puji. Biasanya suaminya itu adalah pria yang narsis dan memaksanya untuk memuji dirinya tampan.
" Aku gak lagi gombal, Mas. Suami aku ini emang ganteng " jawab Kinara menangkup wajah Satria.
Satria tidak bisa menahan lagi rasa bahagia dan ia langsung memberikan kecupan di seluruh wajah Kinara. Tidak peduli sekarang mereka dimana dan orang lain akan melihatnya, yang terpenting ia ingin menyalurkan rasa cintanya pada sangat istri.
" Mas, malu ih " ucap Kinara setelah Satria menghentikan aksinya memberikan kecupan di seluruh wajahnya.
Sekarang giliran Kinara yang malu karena Satria menciumnya di tempat umum, padahal orang yang ada di sana juga tidak peduli mereka melakukan apa.
" Santai, Sayang. Mereka semua juga gak peduli " ucap Satria pada Kinara.
Kinara melihat ke orang-orang di sekitar mereka dan mereka memang tidak peduli dan sibuk dengan kegiatan masing-masing.
***
" Kita jalan sedikit lagi sampai, Sayang " ucap Satria dengan terus menggandeng tangan Kinara.
" Iya Mas. Aku sudah bisa melihat jembatan itu tapi gak ada gembok cinta di sana " jawab Kinara.
Satria dan Kinara sudah bisa melihat jembatan yang dulunya banyak sekali gembok cinta dari pasangan-pasangan yang begitu banyak jumlahnya.
Pont des Arts dikenal dengan ritual pemasangan tembok cinta yang mulai menjamur sejak 2008 silam. Gembok ini umumnya memiliki ukiran atau inisial nama pasangan. Kemudian, orang-orang memasang gembok tersebut di pagar jembatan lalu melempar kuncinya ke Sungai Seine yang mengalir tepat di bawah Pont des Arts sebagai simbol cinta yang abadi. Dengan tradisi seromantis ini, tidak mengherankan kalau ada orang yang membawa pasangannya ke Prancis sebagai hadiah untuk merayakan momen spesial seperti anniversary atau berbulan madu.
" Padahal banyak orang mau ikut pasang gembok cinta di sini tapi udah gak di izinkan ya. Padahal aku juga dulu pengen banget pasang gembok cinta yang ada nama aku sama pasangan aku dan itu kamu " ucap Kinara saat sudah berada di jembatan itu.
Wisatawan sekarang tidak bisa lagi mengabadikan cintanya di Pont des Arts. Pada tahun 2014, lebih dari 2 meter sandaran Pont des Arts roboh karena tidak sanggup menanggung beban gembok cinta. Pemasangan gembok cinta juga kini dilarang.
__ADS_1
" Walaupun gak bisa pasang gembok cinta di jembatan ini, tapi kita masih bisa nulis nama kita di gembok cinta ini " ucap Satria mengeluarkan sebuah gembok berbentuk hati dari dalam kantong celananya.
Kinara cukup terkejut dan merasa heran saat melihat Satria mengeluarkan sebuah gembok.
" Kok kamu punya gembok, Mas? " tanya Kinara heran.
" Iya Sayang, aku sengaja bawa dari Indonesia " jawab Satria.
" Hah? Serius? " tanya Kinara karena ia tidak mengetahui tentang itu.
" Iya Sayang. Di sini mana ada yang jual karena udah di larang dan jembatan ini juga udah bersih tuh " jawab Satria.
Pemerintah Kota Paris juga memutuskan untuk melepas gembok-gembok cinta Pont des Arts di tahun berikutnya. Hal ini dilakukan untuk mencegah ambruknya jembatan yang panjangnya mencapai 155 meter ini. Adapun jumlah gembok cinta Pont des Arts dilaporkan mencapai hingga satu juta gembok dengan total berat 45 ton.
Satria sebenarnya hanya iseng membawa gembok cinta itu dan berjaga-jaga jika Kinara nanti mengajak ke jembatan itu.
" Sekarang kita tulis nama kita di gembok ini " ucap Satria mengeluarkan sebuah spidol permanen dari kantong celananya.
Satria dan Kinara menulis nama mereka di gembok itu sehingga menjadi gembok cinta. Mereka juga membuang kuncinya ke Sungai Siene tetapi mereka tetap menyimpan gembok cinta itu.
" Semoga hati dan cinta kita selalu terkunci walaupun nanti gembok cinta ini ada yang membukanya " ucap Satria setelah membuang kunci dari gembok cinta itu.
" Aamiin " jawab Kinara tersenyum.
Satria dan Kinara menikmati keindahan dari sungai itu dan menghabiskan hari itu dengan berjalan kaki di kota Paris.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia, Suamiku Seorang Bodyguard dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘