Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
146. Menggagalkan Pengiriman


__ADS_3

Di hari yang sama, Satria dan rekan-rekannya akan mulai menjalankan rencana untuk menangkap Tuan Bahadur dan semua anak buahnya yang terlibat dalam kejahatan yang Tuan Bahadur lakukan. Sepertinya informasi yang sudah Satria dapat, Tuan Bahadur akan mengirimkan barang-barang terlarang dan juga senjata ilegal menggunakan kapal. Satria harus bisa mencegah itu dan paling tidak bisa mengambil semua yang akan dikirim Tuan Bahadur.


Satria akan pergi ke pelabuhan karena Tuan Bahadur pasti ada juga di sana untuk memantau pengiriman itu. Untuk beberapa rekannya akan pergi ke markas Tuan Bahadur mengambil barang-barang yang tersisa di sana dan juga menangkap orang yang berjaga di sana.


Komandan Anton sudah berpamitan akan pergi ke kota dengan waktu yang tidak bisa ditentukan sebagai sebuah alasan agar anak buah Tuan Bahadur yang ada di desa tidak curiga. Mereka harus pergi semua karena Satria butuh bantuan mereka sesuai dengan rencana yang sudah disepakati. Pasukan tambahan juga sudah siap di tempat persembunyian mereka. Hanya tinggal menunggu perintah dari Komandan Anton saja.


" Kita harus pergi sekarang sebelum mereka berhasil memindahkan semua barang-barang itu " ucap Satria yang sudah siap pada rekan-rekannya.


Mereka semua memakai pakaian biasa tetapi di dalam pakaian itu mereka sudah memakai baju anti peluru dan semua pelindung yang mereka punya. Mereka juga tidak akan menggunakan wajah sintesis lagi karena mereka harus berhasil dan segera mengakhiri tugas mereka di desa itu.


Sebelum berangkat mereka berdoa bersama-sama untuk keselamatan dan keberhasilan proses penangkapan Tuan Bahadur dan anak buahnya. Mereka juga berpamitan pada Pak Agus, sebagai kepala desa.


" Kami siap membantu jika kalian membutuhkan bantuan kami karena kami juga ingin segera terbebas dari kekangan orang-orang seperti mereka.


" Tidak, Pak. Bapak harus menjaga para warga sampai kami kembali karena mereka juga membutuhkan Bapak " tolak Komandan Anton karena memang Pak Agus harus menjaga warga desa.


Komandan Anton tidak ingin sampai warga desa juga akan terancam oleh para anak buah Tuan Bahadur.


Setelah itu Satria dan rekan-rekannya pun langsung pergi ke pelabuhan dan rekannya yang lain pergi ke markas Tuan Bahadur.


Satria dan rekan-rekannya berjalan sekitar hampir tiga jam dan mereka juga sudah bergabung dengan pasukan tambahan tapi mereka akan menuju pelabuhan dari arah yang berbeda.


" Itu mereka, sepertinya juga Tuan Bahadur gak ada di sana " ucap Sandi saat melihat para anak buah Tuan Bahadur memindahkan barang-barang itu ke dalam sebuah kapal besar.


Satria menganggukkan kepalanya yang juga tidak melihat keberadaan Tuan Bahadur di sana.


" Kita harus menggagalkan pengiriman barang-barang itu sebelum kapal itu berangkat " ucap Komandan Anton.


" Apa kita bisa bergerak sekarang, Ndan? " tanya Satria karena tidak ingin membuang banyak waktu lagi.

__ADS_1


Komandan Anton menganggukkan kepalanya. " Sesuai rencana, Bripda Satria dan anggotanya bergerak. Bripda Sandi dan anggotanya tetap berjaga jika mereka membutuhkan bantuan. Dan yang lain juga tetap bersiap " jawab Komandan Anton.


" Baik, Ndan " jawab mereka semua.


Setelah itu Satria dan anggota kelompoknya maju lalu mereka menembakkan obat bius pada kaki para anak buah Tuan Bahadur.


" Akh " pekik salah satu anak buah Tuan Bahadur yang terkena tembakan obat bius Satria.


" Hey, kamu kenapa? " tanya anak buah Tuan Bahadur yang lain.


Beberapa detik kemudian, terdengar suara pekikan dari yang lainnya dan tidak butuh waktu lama mereka semua tidak sadarkan diri.


" Kita amankan semua barang-barang itu. Maju " ucap Satria memberikan perintah kepada anggota kelompoknya.


" Baik " jawab mereka.


Kelompok Sandi juga segera membantu untuk mengikat dan membawa anak buah Tuan Bahadur yang sudah tidak sadarkan diri dan membawa mereka semua ke tempat yang aman. Mereka harus bergerak dengan cepat dan mereka berhasil menjalankan rencana pertama untuk menggagalkan pengiriman barang-barang dan senjata itu. Satria dan rekan-rekannya juga menangkap anak buah kapal untuk dimintai keterangan nantinya.


" Baik, kalian bawa mereka ke tempat persembunyian kita " ucap Komandan Anton memberikan perintah kepada kelompok lain.


" Dan kelompok Bripda Satria dan Bripda Sandi tetap berjaga di sini. Saya yakin Tuan Bahadur akan segera datang ke sini " lanjut Komandan Anton.


" Baik, Ndan " jawab Satria dan Sandi mewakili kelompok mereka.


Setelah itu mereka pun berpisah untuk menjalankan rencana mereka selanjutnya. Komandan Anton juga harus memastikan keadaan anggota yang lain yang pergi ke markas Tuan Bahadur.


" Apa Tuan Bahadur bakal datang? " tanya Sandi karena mereka sudah di sana hampir satu jam.


" Pasti, kemungkinan besar Tuan Bahadur sedang mengatasi kekacauan yang kita buat di markas mereka " jawab Satria karena mereka sudah mendapatkan kabar jika rekan mereka yang di markas berhasil menjalankan tugas mereka.

__ADS_1


***


Sementara itu, Tuan Bahadur dan beberapa anak buahnya mendatangi markas untuk melihat barang-barang dan senjata yang tersisa tapi mereka malah dikejutkan dengan markas yang sudah sepi dan anak buah serta barang-barang mereka sudah tidak ada.


" Kemana mereka? Dan kemana semua barang-barang yang akan kita kirim? " ucap Tuan Bahadur mencari ke seluruh markas bersama dengan anak buahnya.


" Tuan " panggil anak buah Tuan Bahadur yang sudah kembali.


" Bagaimana? " tanya Tuan Bahadur.


" Mereka semua dan barang-barang kita tidak ada " jawabnya ketakutan Tuan Bahadur akan marah.


Dan benar saja, satu pukulan mengenai wajahnya dan itu semua dilakukan oleh Tuan Bahadur.


" Sialan, ini pasti ulah orang yang pernah menyerang markas kita " ucap Tuan Bahadur emosi karena sampai saat ini juga ia belum mengetahui siapa yang menyerang markasnya satu tahun yang lalu.


Kemudian Tuan Bahadur teringat dengan pengiriman barang-barang yang sedang ia lakukan di pelabuhan. Ia ingin segera memastikan ke sana jika pengiriman barang itu tidak digagalkan.


" Siapkan semua anggota kita dan kita harus segera ke pelabuhan " ucap Tuan Bahadur pada anak buahnya.


" Baik, Tuan " jawab anak buah Tuan Bahadur memegangi sudut bibirnya yang pecah karena pukulan Tuan Bahadur.


Setelah itu, Tuan Bahadur dan anak buahnya pergi ke pelabuhan untuk memastikan keadaan di sana.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2