Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
173. Memutuskan Menolak


__ADS_3

Satria tersenyum lalu menggenggam kedua tangan Kinara, ia tahu Kinara saat ini sedang sangat bingung. Ia tidak akan menghalangi Kinara jika memang ia ingin melanjutkan pendidikannya keluar negeri dan ia akan selalu mendukungnya jika memang itu adalah merupakan hal yang baik.


" Aku gak akan larang kamu kalau kamu memang mau ambil beasiswa itu karena aku gak mau menjadi penghalang kamu untuk melanjutkan pendidikan kamu. Aku akan selalu mendukung apapun yang kamu lakukan. Jadi semua keputusan ada di kamu mau ambil beasiswa itu atau gak dan kami bisa pikirkan itu dulu mateng-mateng " ucap Satria pada Kinara.


" Lagian aku masih bisa mengunjungi kamu di sana setiap bulannya atau setiap minggunya. Yang penting di sana kamu selalu ingat aku dan menjalankan tugas kamu sebagai seorang istri " lanjut Satria.


Kinara merasa beruntung memiliki calon suami seperti Satria yang selalu mendukung setiap langkahnya dan tidak pernah menghalangi apa yang dia lakukan selagi itu baik.


Kinara tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


" Kalau gitu sekarang kita pulang ya, sebentar lagi hari berganti malam " ucap Satria karena langit sudah semakin menunjukkan sinar jingga.


" Iya Mas " jawab Kinara.


Satria dan Kinara pun bangkit dari duduk mereka dan segera menghampiri motor mereka masing-masing. Baru setelah itu Satria mengantar Kinara pulang dan dirinya pulang ke rumah keluarganya.

__ADS_1


***


Beberapa hari berlalu, Kinara sudah memikirkan semuanya tentang keputusannya menerima atau menolak beasiswa ke luar negeri itu. Ia sudah bertanya dan meminta saran dari kedua orang tua dan juga calon mertuanya dan mereka juga menyerahkan semua keputusan kepada Kinara. Mereka mendukung apapun yang diambil oleh Kinara dan menurut mereka baik.


Saat Kinara sedang makan siang bersama dengan Satria, tiba-tiba ia mendapatkan sebuah panggilan telepon dari pihak kampus tempat dirinya menimba ilmu. Mereka menanyakan keputusan Kinara mengenai beasiswa ke luar negeri itu.


" Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih untuk kesempatan yang telah diberikan kepada saya, tetapi saya meminta maaf karena saya tidak bisa menerima beasiswa itu. Sebelum datangnya tawaran beasiswa ini saya sudah memutuskan untuk menikah dan saya tidak bisa pergi meninggalkan suami serta keluarga saya jika saya menerima beasiswa itu. Sekali lagi saya mohon maaf dan semoga mengerti dengan keputusan saya yang saya pilih " ucap Kinara pada orang yang meneleponnya.


Satria yang masih bisa mendengar pembicaraan Kinara cukup terkejut karena ia mengira jika Kinara akan menerima beasiswa itu, tetapi Kinara malah menolaknya.


Kinara memutuskan untuk menolak beasiswa ke luar negeri itu karena ia tidak ingin meninggalkan Satria yang nanti sudah menjadi suaminya dan mengabaikan tugasnya sebagai seorang istri. Ia ingin menjadi istri yang berbakti pada suaminya kelak yaitu Satria. Lagipula mereka sudah terpisah cukup lama sehingga Kinara tidak ingin lagi jauh dari Satria.


Kinara tersenyum. " Karena aku gak mau jauh dari kamu, Mas. Kita udah pisah lama dan baru bisa sama-sama lagi beberapa bulan ini, aku gak bisa kalau pisah lagi sama kamu. Lagian sebentar lagi kita menikah dan aku bakal jadi istri kamu. Seorang istri harus terus bersama suaminya dan aku gak mau mengabaikan tugasku sebagai seorang istri " jawab Kinara.


" Tapi Sayang, ini kesempatan yang besar buat kamu. Kamu bisa meraih mimpi kamu dengan menerima beasiswa itu " ucap Satria yang tidak ingin Kinara menolak beasiswa itu karena dirinya.

__ADS_1


" Mimpi aku menjadi seorang guru sudah tercapai, Mas. Mimpi aku selanjutnya itu menjadi istri yang baik untuk kamu dan membuat keluarga yang bahagia bersama kamu " jawab Kinara memegang punggung tangan Satria.


Satria tersenyum mendengar itu. Ia sangat senang Kinara memilih untuk terus bersamanya daripada meneruskan pendidikan di luar negeri. Walaupun sebenarnya ia sudah siap jika Kinara memutuskan untuk menerima tawaran beasiswa itu.


" Lagipula aku masih bisa melanjutkan pendidikan ku di sini sama kamu " lanjut Kinara tersenyum.


" Makasih ya, Sayang. Kamu memilih menolak beasiswa itu dan tetap berada di sisiku " ucap Satria menggenggam tangan Kinara.


Kinara tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Setelah itu Satria dan Kinara melanjutkan makan siang mereka yang sempat terhenti karena Kinara mendapatkan sebuah panggilan telepon.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2