
Pagi-pagi sekali, Kinara sudah bersiap-siap untuk pergi mencari pekerjaan. Ia melihat beberapa lowongan pekerjaan di media sosial tadi malam. Ia akan mendatangi beberapa cafe ya menerima karyawan part time. Kinara juga sudah menyiapkan surat lamaran pekerjaan dan berkas-berkas yang akan diperlukan dari kemarin.
Kinara keluar dari kamarnya dan menuju meja makan. Ia sudah membuat nasi goreng untuk sarapan setelah sholat subuh. Kinara juga membawa sisa nasi goreng buatannya untuk bekal jika tidak sempat untuk pulang.
" Alhamdulillah " ucap Kinara setelah menghabiskan sepiring nasi goreng.
Kinara berdiri dari duduknya lalu pergi untuk mencuci piring agar saat ia pulang nanti tidak ada pekerjaan yang menantinya.
Setelah selesai mencuci piring, Kinara mengambil tas serta helm miliknya lalu keluar dari rumah. Kinara mengunci pintu rumah itu.
Saat Kinara baru saja mengeluarkan motornya dari pagar yang hanya sebatas dada, Rendra berhenti di sampingnya. Rendra akan mengantar Rere pergi ke sekolah dengan menggunakan motor.
" Pagi Ate Ara " sapa Rere pada Kinara.
" Pagi sayang " jawab Kinara tersenyum.
" Mau berangkat sekolah ya? " tanya Kinara.
" Iya. Rere mau berangkat sekolah " jawab Rere.
" Kamu mau kemana, Ra? " tanya Rendra saat melihat Kinara yang sudah rapi.
" Mau cari kerja, Bang " jawab Kinara.
" Oh, kalau gitu kita duluan ya. Nanti Rere telat " ucap Rendra menyalakan lagi motornya.
Kinara pun menganggukkan kepalanya.
" Dadah Ate Ara " ucap Rere melambaikan tangannya.
" Dadah Rere " jawab Kinara membalas lambaian tangan Rere.
Setelah Rendra dan Rere pergi, Kinara pun menaiki motornya dan melajukannya menuju sebuah cafe yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.
Hanya membutuhkan waktu lima belas menit saja ia sudah sampai di sebuah cafe dengan nama S&A cafe. Cafe ini juga cukup dekat dari kampusnya.
Kinara turun dari motornya lalu masuk ke dalam cafe tersebut. Ia melihat cafe itu baru saja buka.
" Permisi, Mbak. Saya datang untuk melamar sebagai pelayan " ucap Kinara pada salah satu pelayan yang masih cukup muda disana.
" Oh, sebentar ya " ucap pelayan bername tag Kristina itu.
" Iya Mbak " jawab Kinara.
Pelayan itu pergi meninggalkan Kinara tapi tidak lama ia sudah kembali bersama seorang pria dengan seragam yang sama yang juga masih terlihat muda.
Kinara pun tersenyum pada pria yang baru saja datang.
" Mari silahkan duduk " ucap pria itu.
Kinara duduk di hadapan dua orang itu.
" Perkenalkan saya Hadi. Saya yang bertanggung jawab disini jika pemilik cafe ini sedang tidak ada " ucap Hadi memperkenalkan dirinya.
__ADS_1
" Dan ini Tina " lanjut memperkenalkan wanita di sampingnya.
" Nama kamu siapa? " tanya Tina pada Kinara.
" Nama saya Kinara " jawab Kinara.
" Jadi kamu mau melamar kerja disini? " tanya Hadi.
" Iya Kak " jawab Kinara.
" Bisa liat surat lamaran kerja kamu dan juga CV kamu " ucap Hadi pada Kinara.
Kinara pun mengeluarkan berkas yang ia bawa dan memberikannya pada Hadi. Hadi dan Tina pun melihat berkas-berkas diri milik Kinara.
" Baiklah, kamu diterima bekerja disini sebagai pelayan " ucap Hadi setelah meletakkan berkas diri Kinara di atas meja.
" Disini jam kerja dibagi menjadi dua shift yaitu shift pagi dan malam. Shift pagi akan bekerja selama delapan jam mulai dari pukul tujuh pagi sampai tiga sore dan shift malam akan bekerja selama tujuh jam mulai dari pukul tiga sore sampai sepuluh malam. Setiap shift ada empat orang termasuk kasir. Untuk juru masak itu tidak termasuk. Kebanyakan orang yang bekerja disini adalah untuk para mahasiswa sehingga bisa part time " lanjut Hadi menjelaskan pada Kinara.
" Jadi mulai kapan kamu bisa bekerja? " tanya Tina pada Kinara.
" Saya siap bekerja kapan saja, Mbak " jawab Kinara.
" Baiklah, kamu akan bekerja mulai hari ini. Kamu bekerja di shift malam ya karena kami kekurangan orang untuk shift malam. Kamu harus sudah ada disini saat jam tiga sore " ucap Tina.
" Baik Mbak " jawab Kinara.
" Selamat bergabung ya. Semoga betah kerja disini dan kalo ada yang kurang kamu mengerti, kamu bisa bertanya sama aku ataupun Tina " ucap Hadi pada Kinara.
Hadi mengulurkan tangannya bersalaman dengan Kinara. Begitu juga dengan Tina.
Hadi dan Tina pun menganggukkan kepalanya mereka.
" Sebentar ya. Aku ambil seragam buat kamu " ucap Tina.
Kinara menganggukkan kepalanya.
Tina pergi meninggalkan Kinara dan Hadi untuk mengambil seragam kerja untuk Kinara.
" Kamu kuliah di kampus deket sini juga? " tanya Hadi pada Kinara.
" Iya Kak. Saya baru akan kuliah " jawab Kinara.
" Oh, sama dong " ucap Hadi karena ia pun berkuliah di sana.
" Kakak kuliah di sana juga? " tanya Kinara.
" Iya. Sekarang aku lagi nyusun skripsi " jawab Hadi.
" Oh. Semoga cepat selesai skripsinya dan cepat lulus ya Kak " ucap Kinara.
" Aamiin. Aku juga sih berharapnya gitu " jawab Hadi.
Tina kembali dengan membawa sebuah paper bag di tangannya. Ia memberikan paper bag itu pada Kinara.
__ADS_1
" Ini seragam kamu " ucap Tina pada Kinara.
Kinara menerima paper bag itu dari tangan Tina.
" Terima kasih, Mbak " ucap Kinara.
Tina pun menganggukkan kepalanya.
" Oh iya. Kamu jangan terlalu formal sama kita-kita. Anggep aja kita temen sekarang, lagian kamu bagian dari kita sekarang " ucap Hadi pada Kinara.
" Iya Ra. Santai aja " tambah Tina.
" Iya Mbak " jawab Kinara.
Setelah itu Kinara pun langsung pulang ke rumah dan beristirahat agar nanti siap untuk bekerja.
Baru saja Kinara memasuki kamarnya, ponselnya terdengar berbunyi. Kinara mengambil ponselnya di dalam tas. Tertera nama Satria meneleponnya. Kinara menjawab panggilan telepon itu.
" Halo, Assalamualaikum " ucap Kinara setelah menjawab panggilan telepon itu.
" Walaikumsalam " jawab Satria dari ujung sana.
" Kamu dimana, Ra? " tanya Satria pada Kinara.
" Aku di rumah. Baru aja pulang cari kerja " jawab Kinara sambil melepas hijab di kepalanya.
Kinara menaruh tas dan hijabnya di atas meja rias lalu ia duduk di atas tempat tidur.
" Gimana? Dapet kerjanya? " tanya Satria.
" Alhamdulillah banget Mas, aku baru datengin satu tempat tapi langsung di terima di cafe itu. Nanti sore aku mulai kerja " jawab Kinara.
" Sampai malam? Dimana? " tanya Satria.
" Iya sampai jam sepuluh malam. Cafe dekat kampus kok jadi kamu gak usah khawatir " jawab Kinara.
" Ya sudah. Tapi inget jangan terlalu diforsir kerjanya " ucap Satria.
" Iya Mas " jawab Kinara.
" Aku tutup dulu ya. Nanti aku kabarin lagi " ucap Satria pada Kinara.
" Iya Mas " jawab Kinara.
" Assalamualaikum " ucap Satria mengakhiri panggilan itu.
" Walaikumsalam " jawab Kinara.
Setelah itu panggilan telepon itu pun terputus. Kinara meletakkan ponselnya lalu mengganti pakaiannya dengan pakaian rumahan.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘