Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
50. Meminta Izin


__ADS_3

Kinara menjelaskan semuanya tentang Danang dan ia pun tidak tahu kalau Danang memposting foto mereka berdua karena ia sama sekali tidak membuka media sosialnya selama di Malang dan Surabaya. Ia hanya menyalakan ponselnya saat akan menghubungi kedua orang tuanya.


" Jadi kamu beneran gak ada hubungan sama cowok itu? " tanya Satria pada Kinara.


" Enggak, Sat. Ya walaupun dia nembak aku sebelum aku ke Surabaya " jawab Kinara.


Satria terbakar cemburu mendengar itu. " Nembak kamu? Terus gimana? Kamu tolak dia kan? " tanya Satria tidak sabar.


" Iya, aku tolak dia. Lagian aku gak suka sama dia " jawab Kinara.


Satria pun mengusap dadanya lega mendengar jawaban Kinara.


" Terus perasaan kamu ke aku gimana sekarang, Ra? Aku beneran sudah cinta juga kan sama aku kayak yang kamu bilang tadi? " tanya Satria serius.


Kinara diam dan menundukkan kepalanya. Ia bingung harus mengatakannya bagaimana pada Satria.


" Aku bener-bener cinta sama kamu, Ra. Aku pengen cepet-cepet nikahin kamu " ucap Satria.


Kinara pun langsung mengangkat kepalanya. Ia belum siap jika menikah dalam waktu dekat. Ia ingin menggapai cita-cita dulu untuk menjadi seorang guru.


" Sat, aku belum siap nikah tapi aku juga sudah cinta sama kamu " jawab Kinara.


" Terus kamu mau nerima cinta aku? " tanya Satria penuh harap.


" Kalo Papa izinin, aku mau " jawab Kinara tersenyum.


Satria pun tersenyum mendengar itu. Ia akan meminta izin pada Papa Lukman sekarang juga.


" Aku bakal minta izin sama Om Lukman sekarang " ucap Satria.


Kinara pun terkejut. Ia kira Satria tidak akan mau dan takut meminta izin pada Papa Lukman.


" Kamu yakin sekarang? " tanya Kinara yang masih terlihat ragu.


" Iya Ara " jawab Satria yakin.


" Ayo masuk. Aku mau ngomong sekarang sama Om Lukman " ucap Satria pada Kinara.


Satria dan Kinara pun memasuki rumah. Kebetulan Papa Lukman dan Mama Santi sedang berada di ruang tamu.


" Om, saya ingin bicara penting dengan Om dan Tante " ucap Satria setelah duduk dihadapan Papa Lukman.


Sedangkan Kinara duduk di sebelah Mama Santi.


" Ada apa, Satria? " tanya Papa Lukman penasaran, begitu pun Mama Santi.


" Begini Om, saya sebenarnya menyukai Ara. Saya ingin meminta izin pada Om dan Tante untuk mengenal Ara lebih dekat lagi " ucap Satria tanpa ragu.


Sedangkan Kinara meremas tangannya takut Papa Lukman akan marah.


" Kamu serius dengan apa yang kamu katakan? " tanya Papa Lukman.


" Saya sangat serius, Om " jawab Satria yakin.


" Om dan Tante tidak melarang jika kalian saling menyukai. Kalian sudah beranjak dewasa sekarang dan memang sudah saatnya kalian saling mengenal lebih dekat. Tapi pesan Om dan Tante tolong jaga Ara dengan baik dan jangan melewati batas. Kalian juga harus tetap fokus pada pendidikan kalian masing-masing. Om dan Tante ingin Ara menyelesaikan dulu kuliahnya. Jika Ara juga menyukaimu, Om dan Tante mengizinkan kamu mengenal Ara lebih dekat " ucap Papa Lukman.

__ADS_1


Satria dan Kinara pun merasa lega setelah mendengar ucapan Papa Lukman. Kinara menatap Mama Santi dan Mama Santi pun menganggukkan kepalanya. Kinara pun langsung memeluk Mama Santi.


" Terima kasih, Om. Saya akan selalu menjaga Ara dengan baik. Saya juga akan berusaha membuat Ara bahagia. Saya juga akan menikahi Ara setelah kami menyelesaikan pendidikan kami nanti " ucap Satria pada Papa Lukman.


" Om pegang kata-kata kamu " ucap Papa Lukman.


" Iya Om " jawab Kinara.


Satria pamit untuk pulang karena hari sudah semakin malam. Kinara mengantarkannya ke luar rumah.


" Aku bahagia banget hari ini, Ra " ucap Satria pada Kinara.


" Aku juga, Sat " jawab Satria.


" Ya sudah, aku pulang dulu ya " ucap Satria pada Kinara.


Tiba-tiba saja Kinara teringat dengan oleh-oleh dan batik yang dibelinya di Surabaya.


" Eh, tunggu sebentar. Aku mau ambil sesuatu di dalam " ucap Kinara langsung masuk ke dalam rumah.


Tak lama kemudian, Kinara datang dengan membawa beberapa kantong plastik di tangannya.


" Ini ada sedikit oleh-oleh dari Surabaya buat keluarga kamu dan aku titip juga buat Kak Puspa. Itu ada sesuatu juga buat Rere " ucap Kinara memberikan dua kantong plastik pada Satria yang berisi lapis kukus dan bandeng presto.


Kinara juga memberikan asesoris rambut bermotif batik untuk Rere yang sempat dibelinya.


" Yang ini buat kamu. Semoga kamu suka ya " lanjut Kinara memberikan paper bag pada Satria.


" Ini apa? " tanya Satria.


" Nanti kamu liat sendiri deh " jawab Kinara.


Kinara pun menganggukkan kepalanya.


" Sampaikan permintaan maaf aku ya sama mereka karena gak bisa nganterin oleh-olehnya langsung " ucap Kinara.


" Iya Ra " jawab Satria.


" Aku pulang dulu ya " pamit Satria.


" Kamu hati-hati ya di jalan " ucap Kinara.


Satria pun menjawabnya dengan anggukan kepala.


" Dadah, Ara sayang. Nanti mimpiin aku ya " ucap Satria melambaikan tangannya pada Kinara.


Kinara tersenyum dan membalas lambaian tangan Satria.


Kinara masuk kembali ke dalam rumah saat motor Satria sudah meninggalkan halaman rumahnya.


Satria terus tersenyum sepanjang jalan. Selain karena ia dan Kinara sudah berbaikan juga karena ia sudah mendapatkan izin dari Papa Lukman dan Mama Santi.


" Assalamualaikum " ucap Satria saat memasuki rumah.


" Walaikumsalam " jawab Ayah Arif dan Bunda Wulan.

__ADS_1


Bunda Wulan sedang menemani Ayah Arif yang sedang menonton sepak bola di ruang keluarga.


Satria meletakkan kantong plastik dan paper bag di atas meja. Ia mencium tangan kedua orang tuanya.


Kemudian Satria duduk di sebelah Bunda Wulan dan memeluknya dengan erat.


" Eh, ada apa ini tiba-tiba peluk Bunda " ucap Bunda Wulan heran dengan tingkah Satria.


" Satria lagi bahagia, Bunda " jawab Satria.


" Bahagia kenapa kamu? " tanya Ayah Arif penasaran.


" Ara sudah maafin aku dan kita sudah baikan. Om Lukman dan Tante Santi juga sudah izinin aku buat deket sama Ara " jawab Satria masih memeluk Bunda Wulan.


" Syukurlah kalau gitu, Bunda seneng dengernya. Bunda bosen liat kamu galau terus " ucap Bunda Wulan.


Terus mereka teralihkan dengan kantong plastik yang dibawa oleh Satria.


" Apa yang kamu bawa? " tanya Ayah Arif.


" Itu oleh-oleh dari Ara. Ara juga titip buat Kakak " jawab Satria melepaskan pelukannya pada Bunda Wulan.


" Wah, apa isinya? " tanya Bunda Wulan.


" Gak tau, Bun. Satria belum buka " jawab Satria.


" Kinara juga minta maaf karena gak bisa kasih langsung " ucap Satria menyampaikan apa yang katakan Kinara.


" Ini aja sudah ngerepotin " ucap Bunda Wulan.


" Coba liat isinya apa, Bun " ucap Ayah Arif pada Bunda Wulan.


Bunda Wulan pun membuka satu kantong plastik itu.


" Ada kue lapis sama bandeng presto " ucap Bunda Wulan.


" Wah, pasti enak tuh " ucap Ayah Arif.


" Terus ini apa? " tanya Bunda Wulan melihat paper bag milik Satria.


" Ini khusus buat Satria " jawab Satria.


" Coba buka " ucap Ayah Arif.


" Enggak mau ya. Ini punya Satria " jawab Satria.


" Ayah tu cuma mau liat " ucap Ayah Arif.


" Gak boleh, nanti Ayah minta " jawab Satria.


" Satria ke kamar dulu. Selamat malam Bunda " ucap Satria lalu mencium pipi Bunda Wulan.


Satria langsung berlari untuk pergi ke kamarnya.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2