
Kinara sedang mengajari Rere untuk belajar penjumlahan setelah selesai berenang. Rere sudah mulai belajar penjumlahan dan membaca juga. Ia begitu telaten mengajari Rere yang belum mengerti.
" Rere punya permen satu terus Ate Ara tambah lagi satu, jadi permen Rere ada berapa? " tanya Kinara sambil meletakkan permen sebagai media belajar mereka saat itu.
" Permen Rere satu ditambah Ate Ara satu jadi, satu, dua. Permennya ada dua Ate " jawab Rere setelah menghitung permen itu.
" Wah, Rere pinter " ucap Kinara tersenyum.
" Jadi permen ini boleh buat Rere? " tanya Rere pada Kinara.
" Karena Rere jawabnya bener jadi boleh deh " jawab Kinara.
" Yey " teriak Rere senang.
Rere langsung membuka pembungkus permen itu dan memakannya.
" Rere " panggil seorang anak yang lebih besar dari Rere.
Kinara dan Rere pun langsung menoleh ke arah sumber suara.
" Kak Chika " ucap Rere berdiri dari duduknya.
Begitu juga dengan Kinara. Apalagi melihat Puspa juga datang bersama seorang wanita yang ia kenal sebagai tetangga depan rumah Puspa.
" Ada siapa ini? " tanya wanita itu saat melihat Kinara.
Kinara pun tersenyum dengan ramah.
" Oh, ini calon adik ipar aku. Namanya Kinara " jawab Puspa memperkenalkan Kinara.
Ucapan Puspa membuat wajah Kinara memerah dan menundukkan kepalanya.
" Ra, kenalin ini Sisi. Teman Kakak sekaligus tetangga depan rumah " ucap Puspa pada Kinara.
Kinara tersenyum pada Sisi dan menyalaminya. " Kinara, Kak " ucap Kinara.
" Sisi " jawab Sisi membalas salam Kinara.
Puspa mempersilahkan Sisi untuk duduk dan mengobrol. Sedangkan Kinara melanjutkan mengajari Rere dan juga Chika yang tertarik dengan pelajaran mereka.
" Tante, aku boleh ikut belajar juga? " tanya Chika yang juga memanggil Kinara Tante mengikuti Rere.
" Boleh dong, Sayang " jawab Kinara tersenyum.
Mereka pun belajar bersama. Rere dan Chika juga cepat paham dengan cara Kinara mengajari mereka.
" Kinara, kamu mau gak jadi guru lesnya Chika? Dia susah banget belajar kalau di rumah, tapi Kakak liat dia sama kamu mau belajar dan cepat paham " ucap Sisi pada Kinara.
" Jadi guru les? " ucap Kinara.
Kinara berpikir sebentar. " Lumayan buat nambah uang buat belanja. Lagian aku juga kerja mulai sore dan aku juga butuh kegiatan " ucap Kinara dalam hati.
" Mau aja, Ra. Mumpung kamu belum masuk kuliah. Nanti kalau kamu kuliah tinggal atur aja jadwalnya " ucap Puspa pada Kinara.
__ADS_1
" Iya Kak, aku mau " jawab Kinara.
Sisi pun tersenyum senang. " Chika mau kan belajar sama Tante Kinara? " tanya Sisi pada anaknya.
" Mau, Ma " jawab Chika.
" Karena Chika masih SD dan pulang sekitar jam dua belas nanti Kakak antar dia jam satu sebelum kamu berangkat kerja. Gimana? " ucap Sisi pada Kinara.
" Iya Kak. Aku setuju " jawab Kinara.
" Kamu tinggal di rumah depan kan? " tanya Sisi memastikan.
" Iya Kak " jawab Kinara.
" Rere juga ikut ya Ate " ucap Rere.
" Iya Sayang " jawab Kinara.
Kinara membantu Rere untuk merapikan peralatan belajarnya setelah mereka sudah selesai belajar.
" Jadi kapan mulai lesnya? " tanya Sisi saat ia sudah hendak kembali ke rumahnya.
" Mulai besok juga bisa, Kak " jawab Kinara.
" Sampai ketemu besok ya, Tante " ucap Chika melambaikan tangannya.
" Iya Sayang " jawab Kinara tersenyum membalas lambaian tangan Chika.
" Tadi kayaknya ada orang " ucap Rendra seperti mendengar suara orang.
" Oh, tadi ada Sisi sama Chika tapi sudah pulang " jawab Puspa.
" Mereka main? " tanya Rendra.
" Iya Mas. Sisi juga minta Ara buat jadi guru les Chika " jawab Puspa sambil mengambilkan nasi dan lauk untuk Rendra.
" Kamu mau ngajar les, Ra? " tanya Satria setelah menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
" Iya Mas " jawab Kinara.
" Emang kamu gak capek, Ra? Malam kamu kerja lho. Kalau kamu butuh buat biaya hidup kamu dan gak mau nyusahin orang tua kamu, aku bisa kirimin setiap bulan buat kamu " ucap Satria pada Kinara.
" Aku aja gak mau nyusahin orang tua aku, apalagi nyusahin kamu, Mas. Aku ini belum jadi istri kamu jadi kamu gak wajib buat penuhin semua kebutuhan aku. Lagian aku bukan uangnya kok ambil ngajar les ini tapi aku butuh kegiatan biar aku gak bosen diem di rumah " jawab Kinara.
Kinara tidak ingin menjadi beban Satria, apalagi Satria belum menjadi suaminya dan wajib untuk menafkahinya. Kinara akan berusaha sendiri jika dia masih mampu. Lagi pula uang kiriman dari orang tuanya dan gajinya di cafe sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
" Tapi kamu jangan forsir tenang kamu, Ra. Tetep jaga kesehatan biar kamu gak sakit " ucap Satria.
" Iya Mas " jawab Kinara.
Mereka semua pun melanjutkan makan siang bersama sambil sesekali mengobrol.
Setelah selesai makan siang, Satria dan Kinara pamit untuk pulang. Mereka berdua berjalan kaki menuju rumah yang ditinggali Kinara karena motor Satria berada di sana.
__ADS_1
" Panas banget " ucap Kinara saat panas matahari terasa menyengat di kulitnya.
Satria menaruh kedua tangannya di atas kepala Kinara agar bisa menutupi kepala Kinara dari teriknya panas matahari.
" Ngapain kamu, Mas? " tanya Kinara pada Satria.
" Biar kamu gak terlalu panas " jawab Satria.
" Gak usah gitu, Mas. Kamu juga kepanasan " ucap Kinara.
" Gak papa, aku kan kuat " jawab Satria.
Kinara pun membiarkan Satria melakukan itu hingga mereka sudah sampai di rumah.
" Langsung pulang, Mas? " tanya Kinara.
" Iya, nanti malah kesorean pulang kalo gak sekarang " jawab Satria setelah melihat jam di tangannya sudah menunjukkan pukul dua siang.
" Ya sudah. Hati-hati ya Mas, salam buat Om Arif dan Tante Wulan " ucap Kinara.
" Iya Sayang " jawab Satria.
" Assalamualaikum " ucap Satria.
" Walaikumsalam " jawab Kinara.
Kemudian Kinara masuk ke dalam rumah untuk mandi dan melaksanakan sholat dzuhur setelah itu ia akan bersiap untuk berangkat bekerja.
***
Hari sudah beranjak sore. Kinara berangkat bekerja setelah melaksanakan sholat ashar terlebih dahulu di rumah.
" Assalamualaikum " ucap Kinara saat melihat Hadi baru saja keluar dari ruangannya.
" Walaikumsalam " jawab Hadi.
" Yang lain belum datang, Kak? " tanya Kinara.
" Belum, Ra " jawab Hadi.
" Ra, kamu tolong jaga di depan ya. Tina sama yang lain baru aja pulang, Kakak mau ngecek bahan makanan di dapur " ucap Hadi pada Kinara.
" Oke Kak " jawab Kinara.
Kinara menaruh tas dan ponselnya di dalam loker khusus karyawan di sana. Setelah itu ia pergi ke kasir karena masih ada beberapa pengunjung di sana.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1