
Satria dan Kinara sampai di kelas saat Pak Haikal berada di dalam kelas dan baru saja akan memulai pelajaran.
" Permisi, Pak " ucap Satria di depan pintu kelas.
" Kalian dari mana? " tanya Pak Haikal pada Satria dan Kinara.
" Saya dari toilet, Pak " jawab Kinara.
" Kamu Satria? " tanya Pak Haikal pada Satria.
" Saya nyusulin Kinara Pak, soalnya lama banget dia di toiletnya. Kan dia kelompok saya buat presentasi, kalo dia telat terus kelompok kami mendapat giliran pertama kan saya bingung pak " jawab Satria memberi alasan yang memang benar.
" Baiklah, kalian boleh duduk " ucap Pak Haikal.
Satria dan Kinara pun pergi duduk ke tempat mereka masing-masing.
Alisa melihat Kinara dengan kesal, rencananya membuat Kinara tidak masuk kelas menjadi gagal.
" Kenapa sih dia bisa keluar, atau jangan-jangan Satria yang keluarin dia dari toilet. Kalo dia bilang sama Satria aku yang kunciin kan Satria makin gak suka sama aku " batin Alisa kesal sekaligus takut
Pelajaran pada hari itu pun dimulai. Kelompok Satria, Kinara dan Elsa mendapat giliran pertama dan mendapatkan nilai yang paling tinggi.
" Ngapain sih lama banget di toilet, Ra? Sampai disusulin sama Satria " tanya Elsa pada Kinara.
Sekarang mereka hanya berempat di dalam kelas karena siswa yang lain sudah keluar untuk istirahat.
" Aku dikunciin di toilet " jawab Kinara.
Raka dan Elsa yang belum tahu pun sangat terkejut.
" Dikunciin sama siapa? " tanya Elsa pada Kinara.
" Alisa sama Joko " jawab Kinara.
" Dasar Mak Lampir laknat " ucap Raka geram.
" Bener-bener tu anak ya. Cari gara-gara terus sama kamu. Biar aku bikin perhitungan sama dia " ucap Elsa emosi.
Ia memang tidak suka dengan Alisa yang menurut sombong dan arogan itu.
Elsa berdiri dari duduknya ingin pergi mencari Alisa dan memberinya perhitungan.
" Udah Sa, gak usah. Aku tu males bermasalah sama dia " larang Kinara menahan tangan Elsa.
" Tapi dia selalu bikin masalah, Ra. Kali ini dia udah keterlaluan, dia ngunciin kamu di toilet lo " ucap Elsa masih emosi.
" Udah Sa, aku juga gak papa kok " ucap Kinara.
Elsa menarik napasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya untuk mengurangi emosinya. Elsa duduk kembali ke tempatnya. Sementara Satria dan Raka duduk di samping mereka.
" Terus lo bisa keluar gimana ceritanya? " tanya Raka pada Kinara.
" Gue tadi hampir nyerah. Gue teriak-teriak gak ada yang denger, terus gue denger suara langkah orang mendekat. Gue teriak lagi dan ternyata itu Fajar. Fajar coba nolongin aku dengan dobrak pintunya tapi gak bisa-bisa, terus gak lama Satria dateng dan dobrak pintunya sama Fajar terus kebuka tu pintu " jawab Kinara menceritakan kejadian yang ia alami.
__ADS_1
" Jadi Fajar juga nolongin kamu? " tanya Elsa pada Kinara.
Kinara pun menganggukkan kepalanya.
" Gak usah gitu kali mukanya denger nama Fajar disebut " ucap Raka melihat wajah masam Satria.
" Ya gimana, gue kesel denger nama dia " jawab Satria.
" Jangan gitu, Sat " ucap Kinara melihat wajah masam Satria.
" Aku tu cemburu, Ra. Kalo aku gak dateng pasti dia yang selametin kamu dan bakal sok jadi pahlawan " jawab Satria.
" Ya ampun lo, Sat. Cemburuan banget lo " cibir Elsa.
" Ye biarin si gue ini " jawab Satria tidak peduli.
" Gak usah cemburu gitu ah " ucap Kinara pada Satria.
" Gimana gak cemburu Ra, kamu tu suka sama dia. Kalo dia jadi pahlawan kamu nanti kamu tambah suka sama dia. Inget ya dia udah punya pacar. Jadi kamu sama aku aja " jawab Satria.
" Aku gak suka tuh sama dia " ucap Kinara karena perasaannya pada Fajar sudah mulai menghilang.
" Berarti kamu sukanya sama aku dong " ucap Satria tersenyum menaik-turunkan alisnya.
" Enggak juga " jawab Kinara.
" Udah ah aku laper. Mau ke kantin " ucap Kinara berdiri dari duduknya dan pergi menuju kantin.
Sebenarnya itu hanya alasan Kinara agar tidak terlihat salah tingkah karena Satria mengatakan itu.
" Lah, ditinggalin. Ayok kantin juga " ucap Satria mengajak Raka.
Mereka pun menyusul Kinara dan Elsa untuk pergi ke kantin.
Saat hendak ke kantin, Satria melihat Alisa sedang berbicara pada Joko di ujung koridor. Satria pun memutuskan untuk menghampiri mereka.
" Eh, elo mau kemana? " tanya Raka saat Satria berbelok.
Raka pun mengikuti kemana perginya Satria.
" Lo gimana sih? Kenapa Kinara bisa keluar dari toilet, lo kasih tau Satria ya " ucap Alisa pada Joko.
" Enggak. Gue gak bilang sama siapa-siapa. Lo liat sendiri kan abis ngunciin Kinara gue langsung ke kelas bareng elo " jawab Joko.
" Berani-beraninya kalian ngunciin Kinara di toilet " ucap Satria yang sempat mendengar pembicaraan Alisa dan Joko.
Alisa dan Joko pun terkejut mendengar suara Satria. Mereka langsung menoleh ke Satria yang sedang menghampiri mereka bersama dengan Raka di belakangnya.
" Satria " ucap Alisa panik.
" Gue peringatin sama kalian dan terutama elo " ucap Satria menunjuk wajah Alisa.
" Jangan pernah ganggu Kinara lagi. Kali ini kalian gak gue laporin ke kepala sekolah karena Kinara yang larang, tapi kalo sampai kalian macem-macem lagi gue juga gak segan-segan kasih perhitungan sama kalian " lanjut Satria menatap tajam Alisa dan Joko.
__ADS_1
Satria beralih ke Alisa.
" Sekarang gue bukan cuma gak suka sama lo, tapi gue benci " ucap Satria pada Alisa.
Setelah mengatakan itu Satria pun langsung pergi.
" Dengerin tuh Mak Lampir " ucap Raka kembali pergi mengikuti Satria.
Saat jam pulang sekolah tiba, Kinara pergi ke parkiran bersama Satria karena Satria akan mengantarkannya pulang.
" Satria " panggil seseorang.
Satria dan Kinara pun menghentikan langkahnya. Mereka menoleh ke suara yang memanggil Satria.
Seorang siswi dari kelas sebelah menghampiri mereka.
" Ada apa ya? " tanya Satria merasa tak mengenal siswi itu.
" Ini ada kue buat kamu. Ini aku buat sendiri, semoga kamu suka " ucap siswi itu memberikan sekotak kue pada Satria.
Satria menerimanya walau sedikit ragu. " Makasih ya. Kita duluan " ucap Satria pada siswi itu.
Satria menarik tangan Kinara setelah menerima kue tersebut.
" Cie, yang dikasih kue sama cewek " ucap Kinara saat mereka sudah berada di parkiran.
" Kenapa? Kamu cemburu ada yang kasih aku kue " tanya Satria menggoda Kinara.
Entah ia yang terlalu percaya diri atau memang benar Kinara cemburu padanya. Tapi ia merasakan bahwa Kinara sedang cemburu.
" Ih, siapa juga yang cemburu " elak Kinara.
Entah cemburu atau bukan tapi Kinara merasa kesal saat ada perempuan yang perhatian pada Satria dengan memberinya kue.
" Bilang aja kalau kamu cemburu, Ra " ucap Satria pada Kinara.
" Aku gak cemburu ya " jawab Kinara tidak mau mengakuinya.
" Udah ah, ayok pulang " ucap Kinara.
Kinara berjalan menuju mobil Satria dan mencoba membuka pintunya.
" Itu masih aku kunci, Ra " ucap Satria.
" Ist, cepet buka " ucap Kinara kesal.
Satria pun hanya tertawa, salah siapa main jalan saja.
" Dasar cewek " ucap Satria tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
Satria membuka pintu mobilnya dan pergi mengantar Kinara pulang.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘