Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
202. Kejutan


__ADS_3

Setelah selesai makan malam, bertepatan dengan waktu isya tiba. Kinara masuk ke dalam kamar lebih dulu karena ia harus menyiapkan sesuatu di dalam sana. Satria membiarkan Kinara pergi ke kamar terlebih dahulu karena suaminya itu melanjutkan cucian piring yang tadi dikerjakan oleh dirinya.


" Aku pastiin kamu gak akan bisa lepas malam ini, Sayang " gumam Satria tersenyum saat melihat istrinya menghilang di balik pintu kamar.


Satria sudah cukup sabar beberapa hari ini untuk mendapatkan haknya sebagai seorang suami.


Beberapa saat berselang, Satria sudah menyelesaikan pekerjaannya. Satria mengelap tangannya yang basah lalu segera menyusul sang istri ke dalam kamar.


Ceklek.


Satria membuka pintu kamar dan melihat Kinara yang sudah menggunakan mukena. Kinara tersenyum dan menghampiri Satria.


" Kamu cepet ambil air wudhu terus kita sholat isya " ucap Kinara pada Satria.


" Iya Sayang " jawab Satria.


Setelah itu Satria segera masuk ke dalam kamar mandi dan mengambil air wudhu. Sedangkan Kinara memegang dadanya yang berdebar tak karuan. Kinara sangat gugup walaupun belum dimulai sama sekali.


" Tenang, Ra. Ini memang sudah seharusnya terjadi " ucap Kinara pada dirinya sendiri.


Kinara berusaha untuk tenang dan ia menunggu Satria yang masih berada di dalam kamar mandi.


Satria keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah yang basah karena air wudhu. Setelah itu Satria dan Kinara segera melaksanakan sholat isya berjamaah.


" Kita langsung sholat sunnah dua raka'at ya " ucap Satria setelah mereka selesai berdoa.


" Iya Mas " jawab Kinara.


Satria dan Kinara melaksanakan sholat sunnah dua raka'at sebelum mereka melakukan hal yang seharusnya mereka lakukan di malam pertama mereka menikah.


Setelah selesai, Kinara meraih tangan Satria dan menciumnya. Satria juga memberikan ciuman penuh cinta di kening sang istri.


" Terima kasih karena kamu sudah menjadi istri aku, Sayang " ucap Satria mengusap lembut pipi Kinara dan menatapnya penuh cinta.


" Iya Mas. Terima kasih juga, kamu sudah menjadi suami aku " balas Kinara tersenyum.


" Izinkan aku menyentuh kamu ya. Kamu sudah menahan ini terlalu lama, Sayang " ucap Satria menempelkan kening mereka.

__ADS_1


Kinara menganggukkan kepalanya dengan yakin. Tidak ada alasan bagi dirinya untuk menolaknya karena memang itu adalah hak Satria sebagai suaminya.


Satria tersenyum dan memegang kedua bahu Kinara. Satria membantu sang istri dan membawanya hingga duduk di tepi tempat tidur.


" Kami cantik banget malam ini, Sayang " puji Satria menatap wajah cantik Kinara.


Kecantikan Kinara semakin terpancar malam ini dan itu terlihat jelas di mata Satria.


Kinara tersenyum malu-malu dan menundukkan kepalanya setelah mendapatkan pujian dari sang suami. Tapi Satria segera memegang dagu Kinara agar sang istri menatap dirinya.


" Terus tatap aku dan jangan tundukkan kepala kamu " ucap Satria tatapan dalam.


Perlahan tapi pasti, Satria mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Kinara. Kinara yang sudah mengerti apa yang akan dilakukan oleh sang suami pun memejamkan matanya. Sedetik kemudian, sebuah benda kenyal menempel tepat di bibirnya.


Satria menghisap dan ******* bibir Kinara, Kinara pun tidak mau kalah dan membalas ciuman itu walaupun belum selihai Satria. Bahkan Kinara membuka mulutnya agar sang suami lebih mudah mengeksplor isi mulutnya.


Satria melepaskan ciuman itu setelah mereka berdua sama-sama hampir kehabisan napas.


" Bibir kamu manis " ucap Satria mengusap bibir Kinara yang sedikit membengkak karena ulahnya.


Kinara tersenyum dan sejujurnya ia sangat malu karena ia begitu menikmati ciuman itu.


" Sa-sayang, kamu... " Satria tidak bisa melanjutkan ucapannya karena matanya terus fokus pada Kinara.


Kinara menundukkan kepalanya karena ia sangat malu dan kedua tangannya berusaha menutupi bagian dada dan inti tubuhnya yang sebenarnya sudah terpampang nyata. Kinara menggunakan lingerie seksi dengan warna merah menyala yang diberikan oleh Elsa. Kinara ingin memberikan kejutan pada suaminya itu dan memang Satria terlihat sangat terkejut, tetapi ia sangat menyesal karena sekarang ia merasa malu hingga ingin menenggelamkan tubuhnya ke dasar laut.


" Seharusnya gak aku pakai " ucap Kinara dalam hati.


Wajahnya sudah sangat merah seperti kepiting rebus yang baru saja matang.


" Kamu gak suka ya, Mas? " tanya Kinara pelan karena Satria hanya diam dan terus menatap tubuhnya.


Satria meneguk salivanya dengan susah payah. " Suka, Sayang. Suka banget " jawab Satria.


Pria mana yang tidak suka jika melihat penampilan istri seperti itu. Satria hanya terkejut dan tidak percaya jika yang memakai lingerie yang tembus pandang itu adalah Kinara.


Jujur saja darah Satria langsung memanas dam sesuatu di dalam tubuhnya memberontak saat ia melihat jelas bagaimana bentuk tubuh istrinya untuk pertama kali yang sangat menggiurkan untuk ia sentuh.

__ADS_1


" Jadi ini kejutan yang kamu maksud? " tanya Satria pada Kinara.


Kinara pun menganggukkan kepalanya.


" Aku bener-bener terkejut, Sayang. Kejutan kamu berhasil " ucap Satria tersenyum dan mengusap wajah Kinara.


Kinara memejamkan matanya dan menikmati sentuhan dari Satria di wajahnya itu.


" Dan kamu juga sangat seksi " bisik Satria tepat di telinga Kinara.


Kemudian Satria menarik pinggang Kinara sehingga tubuh mereka pun menempel. Kedua tangan Kinara menahan dada Satria, tiba-tiba ia menjadi bertambah gugup.


" Kita mulai ya, Sayang " ucap Satria begitu lembut.


Kinara menganggukkan kepalanya karena sudah terlambat untuk menghindari suaminya itu, apalagi tatapan Satria yang sudah seperti ingin memangsa dirinya.


Satria mencium kening Satria cukup lama lalu turun ke kedua mata, kedua pipi, dan yang terakhir adalah bibir. Satria mencium bibir Kinara lebih panas dari yang tadi tetapi tetap lembut agar tidak menyakiti istrinya itu.


Bibir Satria semakin turun ke leher dan menelusurinya hingga menciptakan suara yang sangat ingin ia dengan dari mulut Kinara Satria juga memberikan cukup banyak tanda merah di sana.


" Emmhh " Kinara mencoba menahan suara ******* yang akan keluar dari mulutnya.


Tangan Satria bergerak menurunkan tali lingerie yang Kinara kenakan hingga kini tubuh bagian atas Kinara terpampang jelas di matanya. Dengan tangan yang sedikit gemetar, Satria menangkup kedua dada sang istri yang sangat pas di tangannya.


" Ternyata besar " ucap Kinara menatap dada Kinara di dalam genggamannya.


Kinara memalingkan wajahnya karena ia sangat malu saat ini. Tubuhnya terasa seperti tersengat listrik saat Satria mulai meremas dadanya. Sedangkan Satria mendekatkan kembali wajahnya pada wajah Kinara lalu membisikkan doa sebelum mereka melakukan hubungan suami istri.


" Bismillahi, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa " ucap Satria tepat di telinga Kinara.


Satria tidak ingin melakukan hubungan suami istri hanya untuk menuruti nafsunya saja tetapi juga menuntaskan kewajibannya memberikan nafkah batin kepada sang istri dan mendapatkan ridho dari-Nya.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia, Suamiku Seorang Bodyguard dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2