Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
67. Hadiah untuk Satria


__ADS_3

Kinara sudah siap untuk berangkat bekerja pagi ini. Ia juga sudah menyelesaikan semua pekerjaan rumahnya dan juga sarapan. Kinara juga tidak sempat untuk menemui Satria yang masih berada di rumah Rendra dan Puspa karena ia takut akan terlambat. Ia hanya mengirimkan pesan pada Satria.


Kinara melajukan motornya meninggalkan rumah dan menuju cafe tempatnya bekerja. Sesampainya di sana, sudah ada beberapa rekan kerjanya yang baru saja datang. Kinara memasuki cafe dan membuka cafe bersama rekan kerjanya yang lain.


Ia melihat Hadi yang sudah rapi dan sepertinya akan berangkat kuliah.


" Mau berangkat kuliah, Kak? " tanya Kinara pada Hadi.


" Iya Ra " jawab Hadi.


" Oh iya Kak, nanti saat jam istirahat makan siang aku boleh gak izin keluar sebentar? " tanya Kinara meminta izin pada Hadi.


Kinara akan pergi mencari hadiah untuk Satria sebelum ia berangkat besok. Kinara akan bekerja sampai malam sehingga ia memilih jam istirahat makan siang untuk mencari hadiah untuk Satria.


" Boleh aja, tapi kamu harus balik sebelum jam istirahat makan siang habis. Takutnya nanti rame terus yang lainnya kewalahan " jawab Hadi memberikan izin.


" Makasih ya, Kak " ucap Kinara pada Hadi.


Hadi pun menganggukkan kepalanya.


" Kakak berangkat dulu " pamit Hadi.


" Iya Kak " jawab Kinara.


Setelah Hadi pergi, Kinara pun melanjutkan pekerjaannya agar semuanya cepat selesai.


***


Saat jam makan siang, Kinara akan pergi untuk mencari hadiah untuk Satria setelah memakan jatah makan siangnya dengan cepat.


" Kak Dafa, aku pergi dulu. Tadi aku sudah izin sama Kak Hadi dan aku bakal balik sebelum jam istirahat makan siang habis " ucap Kinara pada Dafa yang berada di kasir.


" Jangan lama-lama ya, Ra " ucap Dafa.


" Iya Kak " jawab Kinara.


Kinara keluar dari cafe itu. Ia melihat Elsa yang sudah ada di depan cafe. Elsa yang kebetulan sedang mencari kost di dekat sana sehingga Kinara bisa meminta tolong Elsa untuk menemaninya.


" Dapet kostnya? " tanya Kinara pada Elsa.


" Dapet. Untung aja di deket sini ada satu kamar kost yang kosong jadi aku gak harus muter cari kost lagi " jawab Elsa .


" Ya sudah, kita pergi sekarang " ucap Kinara.


Kinara memakai helm miliknya lalu naik ke atas motor Elsa karena mereka akan berboncengan.


Kinara dan Elsa pergi ke salah satu mall yang tidak terlalu jauh dari sana. Sesampainya di mall, mereka langsung masuk setelah memarkirkan motor Elsa.

__ADS_1


" Kamu mau beli apa buat Satria? " tanya Elsa saat mereka memasuki mall.


" Aku sih pengennya beli peralatan sholat sama baju koko buat dia, biar berguna " jawab Kinara.


" Kita langsung ke toko yang jual peralatan sholat aja kalo gitu " ucap Elsa pada Kinara.


Kinara pun menganggukkan kepalanya.


Mereka berdua menuju toko yang menjual peralatan sholat itu.


" Selamat datang " ucap pegawai toko itu membukakan pintu untuk Kinara dan Elsa.


Kinara dan Elsa pun tersenyum pada pegawai toko itu.


Kinara mulai melihat-lihat dan memilih baju Koko untuk Satria. Elsa membantu Kinara untuk memilih.


" Yang ini kayaknya cocok deh buat Satria " ucap Elsa menunjukkan baju koko berlengan pendek dan berwarna abu-abu pada Kinara.


" Iya Sa, ini pasti cocok buat Satria. Aku beli yang ini aja " jawab Kinara setuju dengan pilihan Elsa.


Setelah itu mereka pergi untuk memilih sajadah dan juga peci hitam untuk Satria.


" Sudah dapet semua, kita langsung bayar aja. Aku harus cepet balik ke cafe " ucap Kinara.


Kinara dan Elsa pergi ke kasir dan memberikan barang yang Kinara akan beli pada kasir toko itu.


" Semuanya lima ratu tiga puluh lima ribu Mbak " ucap kasir itu memberikan paper bag berisi barang yang dibeli Kinara.


" Terima kasih, Mbak " ucap Kinara setelah membayar.


" Terima kasih kembali " jawab kasir itu.


Kinara dan Elsa pergi keluar dari mall dan menuju parkiran.


" Ra, aku ikut kamu ya. Aku belum makan siang, sekalian mau makan siang di sana " ucap Elsa pada Kinara.


" Iya. Biar nanti aku traktir sebagai ucapan terima kasih karena kamu sudah temani aku beli hadiah buat Satria " jawab Kinara.


" Asik makan siang gratis " ucap Elsa tersenyum senang.


Kemudian mereka langsung pergi ke cafe tempat Kinara bekerja.


Kinara menyuruh Elsa untuk duduk di salah satu meja kosong yang ada di sana.


" Kamu mau makan apa? " tanya Kinara pada Elsa.


" Mie goreng aja deh. Soalnya mie goreng disini enak banget " jawab Elsa

__ADS_1


Kinara mengernyitkan dahinya. " Emang kamu pernah makan disini sebelumnya? " tanya Kinara heran.


" Pernah bareng Satria sama Raka waktu kamu kabur ke Malang " jawab Elsa.


Kinara menganggukkan mengerti.


" Terus mau minum apa? " tanya Kinara.


" Jus alpukat " jawab Elsa.


" Oke. Tunggu dulu disini " ucap Kinara pada Elsa.


Elsa pun menganggukkan kepalanya.


***


Sementara itu, Satria sedang mengemas barang-barang yang akan ia bawa selama pendidikan akademi polisi dibantu oleh Bunda Wulan.


" Sudah Bun, tinggal baju-baju aja jadi Satria bisa beresin sendiri " ucap Satria pada Bunda Wulan.


" Gak papa biar Bunda aja " jawab Bunda Wulan.


Satria pun pasrah dan membiarkan Bunda Wulan tetap mengemasi barang-barangnya.


" Kamu baik-baik di sana. Fokus sama tujuan kamu berada di sana dan kamu harus benar-benar menjalani pendidikan kamu. Jangan lupa sholat dan jaga kesehatan kamu " ucap Bunda Wulan memberikan pesan pada Satria.


" Iya Bunda. Satria bakal inget kata-kata Bunda " jawab Satria.


Satria memeluk Bunda Wulan setelah Bunda Wulan selesai mengemas barang-barangnya. Selama ini ia tidak pernah jauh dengan Bunda Wulan dalam waktu yang lama dan sekarang ia akan pergi meninggalkan Bunda Wulan dalam waktu yang lama.


" Bunda doakan Satria ya, biar Satria bisa gapai cita-cita Satria dan buat Ayah sama Bunda bangga " ucap Satria masih memeluk Bunda Wulan.


" Pasti Sayang. Tanpa kamu minta pasti Bunda selalu doakan kamu " jawab Bunda Wulan mengusap lembut lengan Satria.


Bunda Wulan tidak bisa menahan air matanya. Putra bungsunya akan pergi untuk beberapa bulan dan mereka tidak akan bertemu. Bunda Wulan merasa berat melepas Satria apalagi selama ini ia sangat dekat dengan Satria.


" Bunda kok nangis sih " ucap Satria mengusap air matanya di wajah Bunda Wulan dengan ibu jarinya.


" Enggak Sayang. Bunda cuma bakal kangen banget sama kamu nanti " jawab Bunda Wulan tersenyum.


" Aaa Bunda " ucap Satria.


Satria pun memeluk Bunda Wulan kembali.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2