
Elsa langsung menangkap tubuh Kinara yang tiba-tiba saja hendak jatuh dan kemungkinan besar Kinara pingsan saat ini.
" Kinara " pekik Elsa saat berhasil menangkap tubuh Kinara.
Raka dan Jeki sangat terkejut saat melihat Kinara yang pingsan di pelukan Elsa. Mereka pun langsung menghampiri Kinara dan Elsa.
" Kinara kenapa? " tanya Raka membantu Elsa untuk menopang tubuh Kinara.
" Kinara tiba-tiba pingsan " jawab Elsa.
" Kita bawa Kinara ke klinik dekat sini aja. Gue takut dia kenapa-napa " ucap Jeki yang khawatir melihat Kinara pingsan.
Raka dan Elsa pun setuju dengan ucapan Jeki. Raka dengan cepat pun menggendong tubuh Kinara dan mereka keluar dari gedung tua itu. Elsa membukakan pintu mobil agar Raka lebih mudah untuk memasukkan Kinara ke dalam mobil. Raka ikut masuk ke kursi penumpang untuk menjaga Kinara. Sedangkan Elsa dan Jeki masuk ke dalam mobil bagian depan dan Jeki langsung melajukan mobilnya untuk menuju sebuah klinik terdekat.
" Nih, coba kasih minyak angin. Siapa tau Kinara bisa sadar " ucap Elsa memberikan botol minyak angin pada Raka.
Raka pun mengambil botol itu lalu mengoleskan minyak angin itu di bagian bawah hidung Kinara.
Tak lama kemudian, mereka pun sudah sampai di sebuah klinik yang tidak terlalu besar. Raka menggendong kembali Kinara dan membawanya masuk ke dalam klinik itu.
" Dokter, tolong teman kami " ucap Elsa pada seorang dokter yang sedang lewat.
" Mari ikut saya " ucap dokter itu.
Mereka pun mengikuti dokter itu masuk ke dalam sebuah ruangan. Raka menidurkan Kinara di brankar yang ada di sana.
" Kalian tolong tunggu di luar " ucap dokter itu.
Kemudian mereka pun keluar dari ruangan itu. Raka duduk di sebuah kursi tunggu yang ada di sana. Sedangkan Elsa dan Jeki memilih untuk berdiri.
" Semoga Kinara baik-baik aja " ucap Elsa sangat khawatir.
" Aamiin " jawab Raka dan Jeki.
Mereka sangat berharap Kinara hanya pingsan dan keadaannya baik-baik saja.
Lima belas menit kemudian pintu ruangan itu terbuka dan menampilkan dokter yang memeriksa Kinara. Mereka pun segera menghampiri dokter itu.
" Gimana keadaan teman kami, Dok? " tanya Jeki pada dokter itu.
" Teman kalian baik-baik saja. Dia hanya pingsan karena shock. Kalian bisa membawanya pulang setelah sadar nanti " jawab dokter itu.
Mereka bertiga pun bernapas lega saat mendengar itu dari dokter.
" Terima kasih banyak, Dok " ucap Raka mewakili mereka.
" Sama-sama. Saya permisi dulu " jawab dokter itu.
__ADS_1
Mereka pun menganggukkan kepala mereka mengiyakan.
Mereka bertiga masuk ke dalam ruangan itu untuk melihat keadaan Kinara. Kinara masih terbaring di brankar itu dan memejamkan matanya.
" Kayaknya Kinara pingsan karena shock liat hal memalukan tadi deh " ucap Jeki pada Raka dan Elsa.
" Pastilah, gue aja shock apalagi Kinara " jawab Raka.
" Tapi Kinara sampai pingsan loh " ucap Jeki tidak menyangka Kinara akan pingsan.
" Kinara tuh polos banget kalau soal kayak gituan " ucap Elsa yang sangat mengerti bagaimana sahabatnya itu.
" Gue juga gak nyangka banget, anak SMA ngelakuin hal kek gitu di gedung tua " ucap Raka tidak habis pikir.
Raka juga masih belum bisa percaya melihat hal memalukan itu secara langsung.
" Gila juga pergaulan jaman sekarang " ucap Jeki tidak habis pikir.
" Semoga gue dan kita semua bisa terhindar dari hal-hal kek gitu deh " ucap Elsa.
" Aamiin " jawab Raka dan Jeki.
Dua jam sudah mereka berada di klinik itu tapi Kinara belum menunjukkan tanda-tanda bahwa ia akan sadar.
" Kinara betah banget pingsannya " ucap Jeki saat Kinara yang masih terpejam.
Kinara mulai membuka matanya dan merasakan kepalanya yang sedikit terasa pusing.
" Aduh " ucap Kinara memegang kepalanya.
" Akhirnya lo bangun juga, Ra " ucap Raka melihat Kinara sadar.
Kinara mencoba untuk bangkit dari posisi tidurnya dibantu oleh Elsa. Rasa pusing di kepalanya juga sudah berangsur menghilangkan.
" Emang gue kenapa? " tanya Kinara tidak mengingat mengapa ia bisa tidak sadarkan diri.
" Lo tu pingsan " jawab Jeki.
Kinara pun mencoba untuk mengingat hal terjadi sebelum ia pingsan dan seketika ia langsung tidak ingin mengingat itu lagi.
" Berdosa banget gue liat hal begituan " ucap Kinara sangat menyesal.
Jeki tertawa melihat reaksi Kinara saat mengingat hal itu.
" Emang lo gak pernah liat film biru apa sampai lo pingsan gitu liat hal itu? " tanya Jeki pada Kinara.
" Ya enggak lah. Selama ini gue cuma tau teorinya dan gak pernah tau prakteknya dan tadi jelas gue shock banget lah sampai pingsan " jawab Kinara menutup wajahnya.
__ADS_1
Raka dan Elsa serta Jeki pun tertawa melihat itu. Kinara benar-benar polos tentang yang yang seperti itu.
" Aku bisa pulang kan sekarang, Sa? " tanya Kinara pada Elsa.
" Iya, kata dokter kamu bisa pulang setelah sadar " jawab Elsa.
" Ya sudah ayo sekarang kita pulang. Aku capek banget ini rasanya pengen istirahat di rumah " ucap Kinara.
Kemudian mereka pun pergi dari klinik itu. Jeki mengantarkan mereka semua ke kampus terlebih dahulu karena motor mereka bertiga masih berada di sana.
" Lo yakin bisa bawa motor, Ra? Lo sudah gak papa? " tanya Raka pada Kinara.
" Yakin, gue sudah gak papa kok " jawab Kinara.
" Gue anterin aja deh, Ra. Motor lo bisa diambil besok " ucap Jeki khawatir.
" Gak usah, Jek. Gue gak mau ngerepotin lo " tolak Kinara.
" Kalau gitu aku anterin aja kamu pulang, Ra. Aku ikutin kamu dari belakang, aku mau mastiin kamu selamat sampai rumah " ucap Elsa tegas tidak ingin dibantah.
" Ya sudah deh " jawab Kinara akhirnya.
" Gue ikut kalian " ucap Raka.
Setelah itu mereka pun langsung pulang. Raka dan Elsa mengikuti motor Kinara dari belakang dan memastikan Kinara sampai di rumah dengan selamat.
" Makasih ya sudah anterin " ucap Kinara pada Raka dan Elsa.
" Iya Ra, santai aja " jawab Elsa.
" Kalau gitu kita pulang dulu " pamit Raka.
Kinara pun menganggukan kepalanya.
Kinara masuk ke dalam rumah setelah Raka dan Elsa pergi meninggalkan rumah itu. Kinara meletakkan tas dan melepaskan sepatunya lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Kinara mengguyur sekujur tubuhnya dengan air dingin berharap ingatan tentang hal memalukan yang tadi ia lihat di gedung tua menghilangkan bersama air yang mengalir dari tubuhnya.
Setelah selesai membersihkan tubuhnya, Kinara langsung bergegas untuk melaksanakan sholat dzuhur lalu setelah itu ia memejamkan matanya sebentar sebelum bersiap untuk berangkat bekerja. Beruntung hari ini ia tidak ada jadwal untuk mengajar les sehingga ia bisa beristirahat sebentar.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1