
Hari demi hari terus berganti, tak terasa Satria dan Kinara akan segera mengakhiri masa SMA. Sekarang mereka sedang menghadapi ujian akhir untuk penentuan kelulusan.
Hubungan Satria dan Kinara pun semakin dekat, walaupun terkadang Alisa masih terus berusaha untuk mendekati Satria. Kinara belum juga memberikan kejelasan tentang perasaannya pada Satria, entah butuh waktu berapa lama lagi bagi Kinara untuk mengatakan perasaannya. Walau begitu, Satria begitu setia menunggu Kinara karena ia sangat yakin Kinara yang akan menjadi jodohnya.
Hari itu adalah hari terakhir mereka semua ujian dan setelah itu hanya tinggal menunggu surat kelulusan. Satria dan Kinara serta Raka dan Elsa keluar dari ruang ujian dengan senyum lega.
" Akhirnya, selesai juga ujiannya " ucap Raka merentangkan kedua tangannya.
" Iya, gak lama lagi kita bakal lulus " sambung Elsa.
Mereka sekarang duduk di atas motor mereka masing-masing di parkiran.
" Kalian mau lanjut dimana? " tanya Elsa pada Satria dan Raka.
Elsa tidak bertanya pada Kinara karena ia sudah tahu bahwa Kinara akan melanjutkan kuliah di sebuah universitas yang cukup terkenal di Jakarta, ia bahkan mendapatkan beasiswa full untuk pendidikan S1. Ia baru saja mengikuti ujian untuk mendapatkan beasiswa tersebut dan ia salah satu yang mendapat nilai terbaik.
" Gue bakal coba daftar ke universitas yang sama kayak Kinara, siapa tau lolos kan. Universitas terkenal tuh " jawab Raka.
" Lo, Sat? " tanya Elsa.
Kinara pun menunggu jawaban dari Satria karena ia pun belum tahu Satria akan melanjutkan dimana.
" Gue belum tau " jawab Satria.
Sebenarnya Satria sudah daftar untuk pendidikan akademi polisi tapi tidak ada yang tahu kecuali keluarganya, bahkan Kinara pun tidak ia beritahu. Ia akan memberitahu Kinara saat ia sudah dinyatakan lulus dan akan menjalani pendidikan.
" Kenapa? Masih bingung nyari kampus ya? " tanya Kinara pada Satria.
Satria pun hanya menjawabnya dengan senyuman.
" Kalau lo kemana, Sa? " ucap Satria bergantian bertanya.
" Gue sih juga mau daftar di universitas yang sama kayak Kinara " jawab Elsa.
Setelah itu mereka pun pulang ke rumah masing-masing. Nanti malam mereka akan bertemu lagi karena kelas mereka akan merayakan selesai ujian di sebuah kafe.
Kinara melepaskan sepatunya dan menaruhnya di dalam rak sepatu setelah sampai rumah.
" Assalamualaikum, Ara pulang " ucap Ara walaupun tidak ada orang di rumah.
__ADS_1
Kinara masuk ke dalam rumah lalu menutup pintunya kembali. Kinara pergi ke kamarnya dan menaruh tasnya lalu ia mengambil handuk bersih yang tergantung di lemari. Ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya karena ia merasa sangat gerah.
Setelah selesai mandi, Kinara pun langsung memakai baju rumahan. Ia mendudukkan tubuhnya di depan meja rias sambil mengeringkan rambutnya yang basah.
Saat sedang menyisir rambutnya, ponsel Kinara berbunyi. Kinara pun langsung mengambil ponselnya itu dari dalam tas. Terlihat nama Satria yang melakukan panggilan telepon padanya. Kinara langsung menggeser ikon berwarna hijau pada ponselnya.
" Halo " ucap Satria dari ujung telepon.
" Halo, ada apa Sat? " tanya Kinara.
" Nanti malam kamu dateng, Ra? " tanya Satria.
" Iya, aku dateng " jawab Kinara.
" Aku jemput ya " ucap Satria ingin berangkat bersama.
" Gak usah lah Sat, kalo kamu jemput aku nanti malah kamu bolak-balik " tolak Kinara.
Kafe tempat mereka akan berkumpul itu di tengah-tengah antara rumah Satria dan Kinara. Kinara tidak ingin membuat Satria harus bolak-balik karena menjemputnya.
" Gak papa, Ra. Aku jemput aja ya " ucap Satria sedikit memaksa.
" Ya udah deh " jawab Satria akhirnya.
" Sampai ketemu nanti malam ya, Ra " ucap Satria.
" Iya Sat " jawab Kinara.
Setelah itu sambungan telepon itu pun terputus.
Kinara tersenyum menatap fotonya bersama Satria yang ia jadikan wallpaper ponselnya. Ia memasang foto itu beberapa hari yang lalu saat ia sudah yakin pada perasaannya bahwa dia juga sudah mencintai Satria. Beberapa bulan dekat dengan Satria membuat Kinara merasa sangat nyaman dan perlahan perasaannya untuk Fajar pun hilang di hatinya. Ia juga selalu memikirkan Satria dan akan merindukan Satria walau hanya satu hari tidak bertemu. Itu sudah bisa menjelaskan bahwa ia sudah mencinta Satria.
" Sudah saatnya aku ngomong sama Satria kalau aku juga cinta sama dia. Satria selama ini sudah sabar banget nunggu aku. Dia juga selalu ada buat aku " ucap Kinara tersenyum.
Kinara berencana akan mengatakan perasaannya pada Satria malam ini saat mereka bertemu nanti.
Kinara berdiri dari duduknya. Ia akan memilih pakaian yang akan ia kenakan nanti malam. Ia ingin tampil cantik di depan Satria malam ini.
" Yang mana ya " ucap Kinara saat membuka lemari pakaiannya.
__ADS_1
Kinara mengambil beberapa dress dan meletakkannya di atas tempat tidur. Ia bingung dress mana yang akan ia kenakan.
" Kok jadi bingung sih " ucap Kinara.
Setelah cukup lama berpikir, akhirnya Kinara menjatuhkan pilihannya pada sebuah dress di bawah lutut berwarna hitam. Ia akan memadukannya dengan cardigan rajut berwarna hijau tosca.
Selesai memilih pakaian, Kinara keluar dari kamarnya. Ia harus memasak untuk makan malam karena hari sudah semakin sore. Kinara begitu bahagia dan semangat hari itu. Ia melakukan semua pekerjaannya dengan tersenyum dan sesekali terdengar nyanyian dari mulut Kinara.
" Aku harus mandi sekarang sebelum yang lain pulang. Biar nanti langsung siap-siap terus berangkat " ucap Kinara yang baru saja selesai menata makanan di atas meja makan.
Saat Kinara keluar dari kamar mandi, bertepatan dengan Papa Lukman dan Mama Santi serta Alina baru pulang dari toko kue.
Kinara dengan cepat memakai pakaiannya lalu ia akan menemui Papa Lukman untuk meminta izin keluar malam ini.
" Pa " panggil Kinara pada Papa Lukman yang masih beristirahat di teras rumah.
" Kenapa Ra? " tanya Papa Lukman.
" Nanti malam Ara boleh keluar gak? Temen-temen sekelas ngajak ngumpul di kafe buat ngerayain selesainya ujian " ucap Kinara meminta izin pada Papa Lukman.
" Ada Satria juga? " tanya Papa Lukman.
Papa Lukman percaya pada Satria. Ia akan merasa tenang karena ada Satria yang akan selalu menjaganya.
" Iya Pa. Satria juga dateng kok nanti malam " jawab Kinara.
" Ya sudah, boleh. Tapi jangan pulang terlalu malam ya dan kalo bisa selalu dekat sama Satria atau Elsa. Papa gak mau kamu kenapa-napa " ucap Papa Lukman memberi izin.
Mendengar itu Kinara pun tersenyum senang.
" Makasih ya, Pa " ucap Kinara tersenyum.
Papa Lukman pun menganggukkan kepalanya.
Setelah itu Kinara kembali masuk ke dalam rumah.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘