
Saat hari sudah berganti malam, Satria bersiap-siap untuk pergi ke rumah Kinara. Ia harus bertemu Kinara malam ini dan menjelaskan semuanya. Satria mengambil ponselnya lalu setelah itu keluar dari kamarnya.
" Ayah, Bunda, Satria pergi dulu " ucap Satria setelah menghampiri Ayah Arif dan Bunda Wulan yang berada di ruang keluarga.
" Kamu mau kemana? " tanya Ayah Arif pada Satria.
" Ke rumah Ara, Yah " jawab Satria.
" Memangnya Ara sudah kembali ke Jakarta? " tanya Bunda Wulan.
" Satria gak tau, Bun. Tapi kalau kata Om Lukman, Ara bakal balik sehari atau dua hari sebelum kelulusan jadi kemungkinan Ara sudah balik karena besok hari kelulusan " jawab Satria.
" Ya sudah, Satria pergi dulu " pamit Satria.
Satria mencium tangan Ayah Arif dan Bunda Wulan.
" Assalamualaikum " ucap Satria.
" Walaikumsalam " jawab Ayah Arif dan Bunda Wulan.
Satria keluar dari rumah dan menuju garasi dimana motornya berada. Satria melajukan motornya menuju rumah Kinara dengan kecepatan sedang.
Beberapa saat kemudian, Satria pun sudah sampai di depan rumah Kinara. Kebetulan juga jalan sedang lenggang jadi dia bisa sampai lebih cepat. Satria melepaskan helmnya dan turun dari motor lalu menuju pintu rumah Kinara.
Tok tok tok.
Satria mengetuk pintu rumah Kinara.
" Assalamualaikum " ucap Satria dari luar.
Tak lama, Papa Lukman pun membukakan pintu tersebut.
" Walaikumsalam" jawab Papa Lukman.
Satria pun langsung mencium tangan Papa Lukman.
" Satria? Ayo masuk " ucap Papa Lukman mengajak Satria untuk masuk ke dalam rumah.
Satria mengikuti Papa Lukman dari belakang untuk memasuki rumah. Papa Lukman mempersilahkan Satria untuk duduk di ruang tamu.
" Ayo silahkan duduk " ucap Papa Lukman pada Satria.
" Iya Om, terima kasih " jawab Satria.
Kemudian Satria mendudukkan tubuhnya di salah satu sofa yang ada di ruangan tersebut dan berhadapan dengan Papa Lukman.
" Maaf Om, Apa Ara sudah kembali ke Jakarta? " tanya Satria pada Papa Lukman.
" Iya, Ara sudah kembali sejak sore tadi. Sekarang dia sedang berada di kamarnya " jawab Papa Lukman.
__ADS_1
Satria yang mendengar itu pun merasa senang.
" Boleh Satria bertemu dengan Ara, Om? " ucap Satria meminta izin pada Papa Lukman untuk bertemu dengan Kinara.
" Kamu bisa bertemu Ara kalau Ara mau juga bertemu dengan kamu " jawab Papa Lukman.
Kebetulan saat itu Alina datang dengan membawa minuman untuk Papa Lukman dan Satria. Ia meletakkan minuman itu di atas meja.
" Alina, panggil kakak kamu di kamar. Bilang ada Kak Satria mau ketemu " ucap Papa Lukman pada Alina.
" Iya Pa " jawab Alina.
Setelah itu Alina pun pergi untuk memanggil Kinara di kamarnya.
Sementara itu di kamar, Kinara sedang merapikan barang-barang yang baru saja ia keluarkan dari dalam tas. Tiba-tiba terdengar suara pintu kamarnya diketuk dari luar.
Tok tok tok.
" Kak Ara " panggil Alina dari balik pintu.
" Kenapa, Dek? " tanya Kinara pada adiknya.
" Di luar ada Kak Satria mau ketemu Kakak " jawab Alina.
Deg.
" Sebentar lagi Kakak keluar " ucap Kinara pada Alina.
Kinara menghentikan kegiatannya. Ia harus menemui Satria Sekarang. Kinara menarik napasnya panjang lalu menghembuskannya.
" Siap gak siap aku harus nemuin Satria sekarang " ucap Kinara meyakinkan dirinya.
Kinara pun keluar dari kamarnya dan menuju ruang tamu. Ia bisa melihat Satria ada di sana bersama Papa Lukman.
Deg deg deg.
Jantung keduanya sama-sama berdetak kencang saat mereka saling menatap. Satria berdiri dari duduknya.
" Sebaiknya kalian selesaikan masalah yang terjadi diantara kalian berdua " ucap Papa Lukman saat melihat Kinara.
Papa Lukman pergi meninggalkan mereka berdua.
" Ra, aku mau ngomong sama kamu " ucap Satria pada Kinara setelah Papa Lukman pergi.
" Kita ngobrol di luar " ucap Kinara.
Ia tidak ingin pembicaraan mereka di dengar oleh orang tuanya ataupun adiknya.
Kinara pergi keluar rumah diikuti Satria di belakangnya. Kinara menyuruh Satria duduk di kursi yang ada di teras dan ia duduk di sampingnya.
__ADS_1
" Mau ngomong apa? " tanya Kinara menatap lurus ke depan.
Satria menarik napasnya panjang lalu menghembuskannya sebelum berbicara. " Ra, aku dateng ke sini buat jelasin semuanya ke kamu. Semua yang kamu liat malam itu cuma salah paham. Alisa sengaja lakuin itu biar kamu menjauh dari aku, Ra. Dia juga sudah mengakui semuanya. Aku juga bawa buktinya kalo itu semua rencana Alisa " ucap Satria pada Kinara.
" Kamu harus percaya sama aku, Ra. Aku bener-bener cinta sama kamu. Aku gak mau kamu menjauh dari aku karena kesalahpahaman ini " lanjutnya.
" Aku bener-bener kecewa malam itu sama kamu. Awalnya aku dateng buat langsung ketemu kamu, aku mau bilang perasaan aku ke kamu kalau aku juga sudah cinta sama kamu tapi aku malah melihat sesuatu yang buat hati aku sakit. Aku pergi buat nenangin hati dan pikiran aku. Sekarang aku sudah siap dengan apapun yang terjadi. Aku ikhlas kalau kamu sama Alisa " ucap Kinara tanpa menoleh ke arah Satria.
" Enggak Ra, aku cinta sama kamu. Aku masih nunggu kamu dan jelasin semuanya " jawab Satria meraih tangan Kinara.
" Aku bakal buktiin kalo itu cuma salah paham " ucap Satria pada Kinara.
Satria mengambil ponselnya dan menunjukkan rekaman cctv malam itu. Kinara melihat rekaman cctv itu dan memang semua itu adalah rencana dari Alisa.
" Sekarang kamu percaya kan sama aku, Ra? " tanya Satria menatap Kinara.
Kinara tampak terdiam dan berpikir tapi ia pun tidak bisa membohongi perasaannya pada Satria. Lagipula itu semua rencana dari Alisa dan bukan kesalahan Satria.
" Iya, aku percaya sama kamu " jawab Kinara.
Satria yang mendengar itu pun pun langsung tersenyum. Ia benar-benar sangat bahagia.
" Makasih ya, Ra. Aku juga bener-bener minta maaf sama kamu " ucap Satria.
" Iya Sat, lagian juga itu bukan sepenuhnya salah kamu " jawab Kinara tersenyum.
" Jadi kita baikan ya sekarang " ucap Satria.
Kinara menganggukkan kepalanya dan tersenyum pada Satria.
" Kalau gitu kamu buka blokiran nomor sama semua akun media sosial aku dong " ucap Satria.
" Iya, nanti aku buka " jawab Kinara.
" Kamu tau gak sih Ra, aku tu kangen banget sama kamu. Selama dua minggu gak ketemu ataupun komunikasi sama kamu. Aku bener-bener hampir gak kuat nahan kangen " ucap Satria pada Kinara.
Kinara tersenyum. " Jangan lebay deh " ucap Kinara.
" Aku tu gak lebay, Ra. Kamu tu gak bisa dihubungi sama sekali. Kamu juga blokir nomor temen-temen yang lain. Gimana coba aku cari tau keadaan kamu. Aku juga cemburu kamu foto dan dirangkul sama cowok lain " jawab Satria.
Kinara pun mengerutkan keningnya. " Emang ada? " tanya Kinara bingung.
" Nih liat aja " ucap Satria menunjukkan foto Kinara di postingan Danang yang ia minta dari Elsa.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1