
Keesokkan sorenya, Satria mengajak Kinara untuk pergi jalan-jalan. Ia memang ingin memanfaatkan waktu untuk bersama Kinara sebelum ia semakin sibuk nantinya sehingga ia mengajak Kinara pergi hampir setiap hari.
" Kita sebenarnya mau kemana? Kamu emang gak sibuk? " tanya Kinara di tengah perjalanan.
Kinara cukup heran karena Satria pulang kerja lebih awal dari biasanya dan mengajaknya untuk pergi. Beruntung Kinara sudah selesai kuliah sehingga ia bisa pergi bersama Satria.
" Ke suatu tempat, nanti juga kamu bakal tau " jawab Satria sedikit berteriak karena takut Kinara tidak mendengarnya karena angin yang cukup kencang sore itu.
Kinara pun akhirnya diam dan menunggu mereka sampai di tempat yang dimaksud oleh Satria. Karena jawaban Satria pasti akan terus sama jika ia bertanya lagi.
Tiga puluh menit kemudian, mereka sudah sampai di sebuah pantai yang tidak terlalu banyak pengunjungnya. Pantai yang begitu bersih dengan hamparan pasir putih yang membuat pantai itu semakin indah sekaligus menyuguhkan suasana yang tenang.
Kinara turun dari motor diikuti Satria dan ia melepaskan helm di kepalanya.
" Ayo kita ke sana " ajak Satria menggandeng tangan Kinara.
Kinara pun menurut dan mengikuti langkah Satria untuk menuju bibir pantai tapi sebelum itu mereka melepaskan sepatu mereka masing-masing agar tidak basah terkena air.
__ADS_1
" Indah banget ya, Mas " ucap Kinara tersenyum melihat ke sekeliling.
Kinara tidak menduga bahwa Satria akan membawanya ke tempat yang indah seperti ini. Apalagi matahari sudah mulai condong ke barat dan mereka bisa melihat sunset dari sana.
" Kamu suka aku ajak ke sini? " tanya Satria yang masih menggenggam tangan Kinara.
" Suka, Mas. Suka banget " jawab jawab Kinara.
Satria pun tersenyum mendengar jawaban Kinara. " Syukurlah, aku seneng kalau kamu suka ajak ke sini " ucap Satria.
" Makasih ya, Mas " ucap Kinara tanpa menoleh ke Satria.
Kinara terus menatap matahari terbenam di depannya.
" Makasih buat apa, Ra? " tanya Satria menoleh.
" Semuanya, dan juga sudah selalu ajak aku ke tempat yang indah " jawab Kinara menoleh lalu tersenyum pada Satria.
__ADS_1
" Kamu gak perlu berterima kasih. Aku akan lakuin semua buat kamu " ucap Satria tersenyum.
Kinara hanya bisa tersenyum sekarang. Satria benar-benar selalu membuatnya bahagia dengan perlakuan, tutur katanya, semua yang Satria lakukan memang lebih banyak membuatnya bahagia. Ia sangat beruntung dipertemukan dan dicintai oleh Satria walaupun masih dengan cara yang salah karena mereka belum menjadi pasangan yang halal. Tapi Kinara selalu berdoa agar Satria menjadi jodoh dan imamnya kelak.
" Kita foto yuk. Jarang-jarang kan ke pantai dapat pemandangan yang bagus gini " ucap Kinara pada Satria.
Kinara berdiri dari duduknya, begitu juga dengan Satria. Kinara meminta tolong pada salah satu pengunjung yang ada di sana untuk memotret mereka. Satria dan Kinara foto berdua dengan background sunset yang sangat. Foto yang hanya menunjukkan siluet tubuh mereka tetapi terlihat begitu romantis.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1