Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
97. Meminta Maaf


__ADS_3

Sesampainya di rumah keluarga Satria, mereka semua pun langsung masuk ke dalam rumah. Mereka semua berkumpul di ruang tamu untuk mengobrol.


" Tante tinggal buat minuman dulu ya " ucap Bunda Wulan pada mereka.


" Ara bantuin ya, Tante " ucap Kinara berdiri dari duduknya.


" Iya Sayang " jawab Bunda Wulan.


Kinara dan Bunda Wulan pun pergi ke dapur. Mereka akan membuat minuman dan juga mengambil cemilan.


" Biar Ara aja, Tante " ucap Kinara saat Bunda Wulan akan mengambil sirup.


" Ya sudah kalau gitu Tante ambil cemilannya dulu " jawab Bunda Wulan dan Kinara menganggukkan kepalanya.


Kinara pun mulai membuat minuman di beberapa gelas.


Setelah selesai, Kinara dan Bunda Wulan membawa minuman dan camilan itu ke ruang tamu. Tapi langkah mereka terhenti saat melihat tamu yang datang ke rumah itu. Ada Tuan Bambang, Nyonya Liza dan juga Ela di sana.


" Kenapa mereka datang ke sini segala? " ucap Bunda Wulan geram saat mengingat perbuatan Ela pada Satria.


" Sayang, bawa kembali ini ke dapur. Tante harus bicara pada mereka " ucap Bunda Wulan pada Kinara.

__ADS_1


" Iya Tante " jawab Kinara.


Kinara kembali ke dapur. Ia memutuskan untuk menunggu saja di dapur karena ia merasa tidak sanggup melihat perempuan yang menjebak Satria. Hatinya terasa begitu sakit jika mengingat kejadian itu.


Sedangkan Bunda Wulan bergabung dengan mereka. Bunda Wulan menatap tajam Ela.


" Ada perlu apa kalian ke sini? Apa mau menjebak anak saya lagi? " ucap Bunda Wulan emosi.


" Bunda " ucap Satria memegang tangan sang bunda.


Satria meminta Bunda Wulan untuk duduk di sampingnya.


" Saya dan istri saya meminta maaf sebesar-besarnya atas kesalahan yang dilakukan oleh Ela. Kami juga tidak menyangka Ela akan berusaha untuk menjebak Satria " ucap Tuan Bambang meminta maaf.


Satria hanya diam karena ia sudah muak dengan mereka. Ia menyerahkan semuanya pada ayahnya.


" Satria tolong maafin aku. Aku lakuin itu karena aku cinta sama kamu " ucap Ela tanpa punya malu.


Satria tidak menghiraukan ucapan Ela.


" Saya kira sudah cukup kalian di sini. Sekarang kalian pergi dari sini dan saya memutuskan semua kerja sama kita " ucap Ayah Arif pada mereka.

__ADS_1


" Saya mohon Pak Arif jangan putuskan semua kerja sama kita " ucap Tuan Bambang memohon.


Jika Ayah Arif memutuskan semua kerja sama mereka maka perusahaan Tuan Bambang akan mengalami banyak sekali kerugian.


" Ini sudah keputusan saya, masih beruntung saya tidak memenjarakan Ela. Mulai sekarang jangan ganggu keluarga kami lagi, anak buah saya akan selalu mengawasi kalian " jawab Ayah Arif.


" Sekarang kalian pergi " usir Ayah Arif.


Tuan Bambang dan Nyonya Liza serta Ela pun pergi meninggalkan rumah keluarga Satria.


" Ini semua gara-gara kamu, perusahaan Papa terancam bangkrut karena Pak Arif menarik semua kerja sama itu " ucap Tuan Bambang marah pada Ela.


" Maaf Pa, aku lakuin itu buat dapetin Satria. Aku cinta Pa sama dia " jawab Ela.


" Cinta sudah buat kamu gak berpikir jernih. Setelah ini kamu harus terima hukuman dari Papa " ucap Tuan Bambang.


Nyonya Liza hanya diam tidak membela putrinya karena ia juga merasa sangat kecewa dan marah dengan apa yang dilakukan Ela.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2