Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
115. Perjalanan


__ADS_3

Di tengah laut yang begitu luas kapal terus bergerak untuk menuju pulau Sumatra. Satria akan menempuh perjalanan sekitar dua hari tiga belas jam untuk sampai di Pelabuhan Belawan, Medan. Satria memanfaatkan waktu itu untuk beristirahat dan berkumpul dengan rekan-rekannya agar tidak terlalu mengingat Kinara yang baru beberapa jam terpisah. Hendak menghubungi Kinara pun tidak bisa karena tidak ada jaringan di tengah laut.


" Asli belum genap sehari kita berangkat, gue sudah kangen aja sama keluarga gue " ucap Satria yang saat ini sedang bersama Sandi di luar kapal.


Mereka berdua sedang menikmati birunya air laut yang terpampang jelas di depan mereka.


" Kangen keluarga atau kangen Kinara? " tanya Sandi menggoda Satria.


" Dua-duanya lah, kangen Kinara juga " jawab Satria tanpa mengalihkan pandangannya dari laut.


" Untung gue belum punya pacar jadi gak semenyedihkan lo " ucap Sandi yang merasa tidak sesedih Satria.


Satria menatap Sandi kesal karena dia dibilang menyedihkan.


" Enak aja lo bilang gue menyedihkan. Gue sudah berusaha biasa aja ya tapi namanya juga kangen datang gitu aja " ucap Satria tidak terima.


" Tapi ya Sat, lo harus jadiin rasa kangen lo ini sebagai semangat dan kekuatan lo buat menyelesaikan tugas ini dengan baik dan cepat jadi lo bisa cepat pulang terus ketemu sama orang-orang yang lo sayang. Jangan jadiin rasa kangen lo kelemahan yang malah buat lo gak semangat dan gak fokus. Itu malah gak baik " ucap Sandi menasehati Satria.


" Kalau soal itu gue juga tau. Gue gak bakal lemah tapi gue bakal lebih semangat biar kita bisa tangkep tu bandar narkoba terus kita bisa pulang " jawab Satria yang memikirkan hal yang sama dengan Sandi.


" Bagus deh, itu baru sobat gue " ucap Sandi menepuk bahu Satria.


Satria hanya tersenyum mendengar ucapan Sandi.


" Kita masuk yuk, bentar lagi kayaknya masuk waktu sholat ashar. Mending kita siap-siap buat sholat ashar " ajak Sandi merangkul Satria.


Kemudian Satria dan Sandi pun masuk ke dalam kamar mereka yang ada di kapal itu.


***


Pada malam harinya setelah melakukan sholat isya bagi yang muslim, Satria dan rekan-rekannya yang lain pun bersiap untuk makan malam. Mereka bergantian membawa alat makan masing-masing untuk diisi dengan makanan.


Setelah itu baru mereka pergi untuk duduk di kursi masing-masing dan menikmati makan malam mereka.

__ADS_1


" Gila Sat, enak juga makanan kita di kapal " ucap Sandi lalu menggigit ayam saus mentega di tangannya.


" Udah makan aja jangan berisik nanti malah lo keselek " ucap Satria memperingati Sandi karena temannya itu sangat cerewet dan terus berbicara.


Sandi pun menurut dan makan dengan diam karena ia tidak ingin tersedak seperti yang dikatakan Satria.


***


Dua hari tiga belas jam sudah Satria dan rekan-rekannya lalui di dalam kapal selama perjalanan. Sebentar lagi mereka akan sampai di Pelabuhan Belawan Medan. Mereka semua tentunya sangat senang karena bisa melihat lautan lagi setelah tiga hari dua malam hanya melihat air laut.


Setelah kapal berlabuh di Pelabuhan Belawan Medan, mereka semua pun turun dari kapal dengan membawa barang-barang mereka masing-masing.


" Akhirnya gue bisa nginjek tanah lagi " ucap Sandi setelah turun dari kapal.


Sandi berjongkok agar bisa memegang tanah dan menyakinkan dirinya bahwa sekarang ia tidak berada di tengah laut lagi.


" Lebay lo " ucap Satria yang melihat Sandi memegang tanah seperti itu.


" Gue biasa aja " jawab Satria.


" Ayo cepat nanti malah kita ditinggal " ucap Satria berjalan menghampiri mobil yang akan membawa mereka ke hotel.


Sandi yang masih berjongkok pun langsung berdiri dan menyusul Satria yang sudah meninggalkannya.


" Eh Sat, tungguin " teriak Sandi mengejar Satria.


Untuk malam ini mereka akan menginap di sebuah hotel di Medan. Mereka tidak mungkin langsung melanjutkan perjalanan untuk menuju daerah pelaku bandar narkoba itu berada saat itu karena hari sudah mulai petang. Jadi mereka akan melanjutkan perjalanan pada keesokan harinya.


Sesampainya di hotel, Satria masuk ke dalam kamarnya untuk malam ini. Mereka semua mendapatkan kamar masing-masing jadi Satria bisa beristirahat dengan tenang karena tidak harus mendengarkan kecerewetan Sandi. Sudah pasti temannya itu yang akan menjadi teman satu kamarnya.


Satria memeriksa ponselnya apakah sudah ada jaringan atau belum untuk menghubungi keluarganya. Tapi ternyata ponselnya itu kehabisan daya karena Satria tidak pernah mengisi dayanya selama ada di kapal. Karena menurutnya percuma, lagipula tidak ada jaringan sehingga ia jarang sekali memainkan ponselnya.


" Aku lupa kalau gak pernah isi dayanya di kapal sampai mati gini " ucap Satria saat ponselnya tidak mau menyala.

__ADS_1


Satria mengambil charger dari tasnya dan mulai mengisi dayanya.


Sembari menunggu daya ponselnya terisi, Satria memilih untuk membersihkan tubuhnya karena sudah terdengar suara azan magrib di sana. Satria segera mengambil handuk dari dalam tasnya lalu masuk ke dalam kamar mandi.


***


Sementara itu di pulau yang berbeda, Kinara terlihat tidak bersemangat karena ia belum mendapatkan kabar dari Satria semenjak Satria berangkat.


" Mungkin nanti malam atau besok Satria juga udah hubungin kamu, Ra. Di laut juga mana mungkin ada sinyal. Kalau sesuai jadwalnya Satria bakal sampai Medan tuh sore ini " ucap Elsa pada Kinara yang dari tadi hanya murung.


Sekarang Kinara masih ada di kantin kampus bersama dengan Elsa. Ia dan Elsa sama-sama memiliki jadwal mata kuliah sore itu.


" Iya sih, tapi tetep aja aku khawatir dan gak tenang kalau belum dapet kabar dari Satria, Sa " jawab Kinara lalu menghela napasnya.


" Udah lo tenang aja dan gak usah berpikir yang enggak-enggak " ucap Elsa membuat Kinara sedikit tenang.


" Mending kita pulang yuk. Nanti malah magrib kita masih di jalan " ajak Elsa berdiri dari duduknya dan diikuti oleh Kinara.


Mereka berdua berjalan beriringan menuju area parkir dimana motor mereka berada.


" Oh iya Ra, aku lupa. Aku harus belanja dulu jadi kamu pulang duluan aja " ucap Elsa saat mereka berada di parkiran.


" Ya udah deh " jawab Kinara.


Kinara dan Elsa pun naik ke atas motor masing-masing dan berpisah saat keluar dari area kampus. Kinara yang akan langsung pulang dan Elsa yang akan berbelanja.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2