Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
126. Perasaan Tidak Enak


__ADS_3

Di Ibu Kota Jakarta, Bunda Wulan yang sedang menata meja makan untuk makan siang tiba-tiba menjatuhkan sebuah piring ke lantai hingga pecah.


" Astaghfirullahalazim " pekik Bunda Wulan sangat terkejut.


Mendengar suara keributan, Ayah Arif yang kebetulan baru saja sampai rumah untuk makan siang pun langsung menghampiri Bunda Wulan di ruang makan.


" Assalamualaikum " ucap Ayah Arif memasuki ruang makan.


Bunda Wulan pun menoleh dengan wajah yang masih terkejut. " Walaikumsalam " jawab Bunda Wulan.


Bunda Wulan mendekati Ayah Arif dan mencium tangannya.


" Ada apa, Bun? Tadi Ayah denger ada ribut-ribut dari luar " tanya Ayah Arif pada Bunda Wulan.


" Ini Yah, Bunda gak sengaja jatuhin piring terus pecah " jawab Bunda Wulan menunjuk pecahan piring itu.


Setelah mengetahui penyebab keributan itu, Ayah Arif pergi ke kamar untuk membersihkan tubuhnya dan melaksanakan sholat dzuhur sebelum makan siang. Sedangkan Bunda Wulan segera membersihkan bekas pecahan piring itu.


" Ya Allah, kenapa tiba-tiba perasaanku gak enak ya? Terus piring juga pecah padahal aku sudah sangat hati-hati " gumam Bunda Wulan merasa ada suatu hal buruk akan terjadi.


Bunda Wulan pun jadi teringat dengan putra bungsunya yang sudah hampir dua bulan ini tidak menghubunginya. Entah mengapa Bunda Wulan merasa Satria sedang tidak baik-baik saja, perasaannya yang mengatakan itu.


" Satria, semoga kamu baik-baik aja " ucap Bunda Wulan selalu berharap Satria dalam keadaan baik.


" Mungkin ini cuma perasaanku aja, Satria atau Puspa pasti baik-baik aja " lanjut Bunda Wulan berusaha untuk tetap berpikir positif.


Bunda Wulan kembali membersihkan bekas pecahan piring itu lalu membuangnya ke tempat yang aman. Setelah itu baru Bunda Wulan menyusul Ayah Arif ke kamar untuk sholat dzuhur berjamaah.


Saat sedang makan siang bersama, Ayah Arif merasa heran pada Bunda Wulan yang hanya diam dan terlihat murung. Bahkan makanan di piringnya dari tadi hanya dibolak-balik dan dimakan sedikit.

__ADS_1


" Bunda kenapa? Bunda ada masalah? " tanya Ayah Arif pada Bunda Wulan di tengah-tengah kegiatan makan siang mereka.


Bunda Wulan tersadar dan menoleh ke Ayah Arif. " Enggak, Yah. Bunda gak papa " jawab Bunda Wulan.


Ayah Arif tidak percaya begitu saja karena biasanya istrinya itu akan banyak bicara tidak seperti saat ini.


" Jangan bohong, kalau ada apa-apa tuh cerita sama Ayah. Kita sudah menikah hampir dua puluh tujuh tahun tapi Bunda masih aja ada yang ditutupin sama Ayah " ucap Bunda Wulan.


Bunda Wulan menghela napasnya, ia memang tidak bisa menutupi apa pun dari suaminya itu.


" Bunda kepikiran Satria, Yah. Tiba-tiba perasaan Bunda gak enak tentang Satria, Bunda takut kenapa-napa. Sudah dua bulan juga Satria gak kasih kabar ke kita. Apalagi tadi ada piring pecah padahal Bunda sudah sangat hati-hati, bukannya itu pertanda buruk " jawab Bunda Wulan mengatakan apa yang ia rasakan.


Memang semenjak kejadian piring pecah tadi perasaan Bunda Wulan semakin tidak enak. Ia terus saja memikirkan Satria dan takut terjadi apa-apa pada Satria.


" Bun, jangan terlalu dipikirkan. Satria pasti baik-baik aja di sana, dia kan lagi tugas dan di sana kan gak ada jaringan. Kita doakan saja supaya Satria dalam keadaan baik di sana " ucap Ayah Arif mencoba agar Bunda Wulan tidak terlalu khawatir.


" Dan piring jatuh itu mungkin cuma gak sengaja aja, bukan selalu tentang pertanda buruk. Sudah ya, jangan dipikirkan " lanjut Ayah Arif.


" Kalau gitu kita makan lagi. Bunda sudah capek-capek masak masa dianggurin makanannya " ucap Ayah Arif pada Bunda Wulan


Setelah itu Ayah Arif dan Bunda Wulan pun melanjutkan makan siang mereka yang sempat terhenti.


***


Tak jauh berbeda dengan Bunda Wulan, Kinara juga merasakan hal yang sama. Apalagi saat ia baru pulang kuliah dan meletakkan tasnya di atas meja belajar, tiba-tiba foto Satria yang ada di atas nakas tiba-tiba jatuh padahal tidak ada angin sedikit pun dan jendela kamar itu juga tertutup.


Prang.


" Astaghfirullahalazim " pekik Kinara sangat terkejut.

__ADS_1


Kinara pun langsung mendekati bingkai foto yang sudah pecah itu dan meraihnya. Ia benar-benar terkejut dan bingung mengapa foto Satria itu bisa terjatuh. Perasaan-perasaan tidak enak pun muncul dalam benaknya tentang Satria.


" Kok bisa jatuh sih? Padahal kan gak ada angin atau sesuatu yang jadi penyebab jatuh " ucap Kinara melepaskan foto Satria dari bingkainya.


Kinara mengusap selembar foto itu dan merasa dadanya menjadi sesak. Ia merasa seperti terjadi suatu hal yang buruk pada Satria. Tiba-tiba air matanya jatuh begitu saja membasahi pipinya.


" Pertanda apa ini? Kenapa tiba-tiba aku merasa kamu dalam bahaya, Mas " ucap Kinara memegang dadanya yang terasa sesak.


Kinara meletakkan lembar foto Satria di atas nakas dan cepat membersihkan bingkai foto yang sudah rusak agar nanti tidak melukai kakinya.


" Semoga kamu baik-baik aja, Mas. Aku gak mau kamu kenapa-napa di sana " gumam Kinara lalu pergi membuang bekas bingkai foto itu.


Setelah itu Kinara membersihkan dirinya lalu melaksanakan sholat dzuhur karena sekarang sudah hampir pukul satu siang.


" Ya Allah, Tuhan yang maha pengasih dan penyayang, hanya kepada-Mu lah hamba bisa meminta dan memohon. Ya Allah, hamba mohon tolong lindungi Mas Satria dimana pun dia berada. Berikan kesehatan dan keselamatan selama Mas Satria menjalankan tugasnya. Mas Satria adalah orang yang sangat berarti untuk hamba dan sekarang entah mengapa hamba merasa terjadi suatu hal yang buruk kepadanya. Tolong kabulkan doa hamba ini, Ya Allah. Aamiin ya rabbal alamin " doa Kinara dalam sholatnya.


Kinara melepaskan mukena yang ia pakai lalu meletakkannya ke tempatnya.


Hati Kinara sedikit lebih tenang setelah berdoa kepada sang pencipta untuk Satria. Walaupun begitu, rasa khawatir dan sesak di dada masih ada tapi ia berusaha meyakinkan agar Satria baik-baik saja.


" Oke Kinara, kamu gak perlu khawatir. Mas Satria pasti baik-baik aja, dia itu laki-laki yang hebat " ucap Kinara pada dirinya sendiri.


Kinara memilih untuk memasak makan siang sebelum anak-anak yang les kepadanya datang ke rumah.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2