Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
44. Saling Merindukan


__ADS_3

Kinara dan teman-temannya melanjutkan kegiatan mereka setelah beristirahat sebentar dengan mengunjungi Padang Savana. Kinara naik ke atas jeep kembali dan Danang membantunya lagi.


" Kalo ada apa-apa nanti bilang aja sama aku, Ra " ucap Danang pada Kinara.


Kinara pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum canggung. Ia sebenarnya kurang nyaman karena Danang seperti sedang mencari perhatian.


Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu lama, Kinara dan teman-temannya pun sampai di Padang Savana. Kinara sungguh terpesona dengan pemandangan yang begitu indah dan menyegarkan mata.


Padang Savana ini berbeda dengan padang pasir yang berada di Mesir, karena Padang Savana terhampar rumput yang lembut seluas puluhan hektar. Mereka juga disuguhkan dengan suasana yang nyaman dan aman, sehingga sangat cocok untuk Kinara yang sedang ingin menenangkan hati dan pikirannya.


" Ya Allah, bagus banget disini " ucap Kinara tersenyum.


" Bikin tenang banget juga suasananya " lanjutnya berjalan ke sekeliling Padang Savana.


Kinara duduk di atas hamparan rumput seorang diri yang cukup jauh dari teman-temannya. Sedangkan teman-temannya yang lain asik bersua foto. Ia memang ingin mencari ketenangan. Jujur saja ia lebih rileks setelah melihat indahnya pemandangan dan hembusan angin yang menerpa wajahnya. Tapi ia juga menjadi teringat pada Satria. Dua hari tidak bertemu dengan Satria membuatnya rindu apalagi sebelumnya mereka berdua selalu bertemu hampir setiap hari. Hatinya juga kembali terasa sakit saat mengingat Alisa yang sedang menyandarkan kepalanya di dada Satria.


" Kenapa aku malah kangen sih sama Satria? Aku kan ke sini mau seneng-seneng disini malah keinget Satria lagi " ucap Kinara menghapus air matanya yang sempat jatuh di pipinya.


Kinara mencoba melupakan dulu Satria dan menikmati liburannya bersama teman-temannya.


" Ngapain disini sendirian, Ra? " tanya Danang yang baru saja duduk di sebelah Kinara.


Kinara pun menoleh ke arah Danang. " Pengen nikmatin pemandangan yang indah banget ini dengan tenang " jawab Kinara.


Kinara pun kembali melihat lurus ke arah depan yang menampilkan hamparan rumput yang indah.


" Aku boleh kan ikutan gabung disini? " tanya Danang.


Kinara pun menganggukkan kepalanya. Ingin melarang pun percuma karena Danang sudah duduk di sebelahnya.


Mereka pun saling diam dan menikmati pemandangan yang ada di depan mata mereka.


" Aku dengar dari Bagus, kamu mau mampir ke Surabaya to sebelum balik ke Jakarta, Ra? " tanya Danang setelah cukup lama mereka terdiam.


" Iyo, aku kangen sama Bude. Kangen juga suasana di Surabaya " jawab Kinara.


" Sama aku kangen juga gak, Ra? " tanya Danang menatap Kinara.


Kinara pun melihat Danang setelah mendapat pertanyaan itu. Apa maksud Danang menanyakan itu.


" Aku kangen sama semua teman-teman semua, termasuk juga kamu " jawab Kinara.


Danang pun tersenyum kecut. Ia berharap Kinara akan mengatakan rindu kepadanya.


" Kinara masih sama aja kayak dulu. Panggah angel di deketin " ucap Danang dalam hati.

__ADS_1


" Kita foto bareng yuk, Ra. Setelah ini kita kan gak tau kapan bakal ketemu lagi " ajak Danang.


" Boleh " jawab Kinara.


Kinara ingin menolaknya tapi ia tidak enak pada Danang. Lagi pula hanya sekedar foto bersama.


Kinara dan Danang berdiri dari duduk mereka. Danang memanggil salah satu teman mereka untuk meminta tolong untuk memfotonya dan Kinara.


" Oke satu, dua, tiga " ucap teman mereka menghitung untuk memfotonya.


Kinara dan Danang pun tersenyum menghadap kamera. Danang merangkul pundak Kinara.


" Maaf tangannya " ucap Kinara saat foto sudah selesai diambil.


" Eh, iya maaf " ucap Danang melepaskan rangkulannya di pundak Kinara.


" Aku ke Ranti sama Bagus dulu " ucap Kinara tanpa menunggu jawaban Danang.


Kinara berjalan dengan cepat menjauh dari Danang.


" Kenapa inget Satria lagi " ucap Kinara.


Ia mengingatkan saat Kinara juga merangkul pundaknya saat mereka berfoto.


***


Sementara itu, Satria sedang berada di kafe miliknya bersama Raka dan Elsa. Tapi mereka tidak tahu bahwa kafe itu adalah milik Satria.


" Lesu banget lo, Sat " ucap Raka melihat Satria yang merebahkan kepalanya di meja.


" Gue kangen banget sama Kinara, apalagi gue gak bisa hubungin Kinara " ucap Satria menyadarkan kepalanya di meja.


" Yang sabar ya lo, mungkin Kinara pergi sebentar juga buat nenangin hati dan pikirannya " ucap Raka pada Satria.


Elsa yang sedang memainkan ponselnya dikejutkan dengan postingan Ranti yang berfoto bersama Kinara dan Bagus serta satu orang laki-laki yang tidak ia kenal. Ia cukup tahu Bagus dan Ranti karena Kinara pernah menceritakan tentang kedua temannya di Surabaya dan mereka saling mengikuti di kedua media sosial. Elsa melihat Ranti menandai laki-laki itu dan Elsa langsung membuka akun laki-laki itu karena penasaran. Elsa dibuat tambah terkejut saat melihat postingan laki-laki itu bersama Kinara dan merangkul pundak Kinara.


" Sat, coba liat deh " ucap Elsa pada Satria.


" Apaan sih, Sa? " tanya Satria mengangkat kepalanya.


" Liat deh " ucap Elsa menunjukkan postingan laki-laki yang akunnya bernama Danang di ponselnya.


Satria dan Raka pun melihat ke arah ponsel Elsa dan mereka pun terkejut. Satria juga menjadi panas melihat Kinara di rangkul oleh laki-laki lain.


" Siapa sih cowok itu? Berani-beraninya sembarangan ngerangkul Kinara gue " ucap Satria sambil menggertakkan giginya marah.

__ADS_1


" Nama akunnya si Danang. Mungkin ini temen Kinara di Surabaya, soalnya ini juga bareng temen Kinara yang gue tau " jawab Elsa.


Satria berdiri dari duduknya dan menyugar rambutnya. Dia tidak tenang sekarang, apalagi setelah melihat postingan itu. Hatinya terasa panas, ia juga cemburu.


" Gue pulang dulu " ucap Satria pergi meninggalkan Raka dan Elsa.


Satria mengendarai motornya dengan cukup kencang. Pikirannya benar-benar sedang kacau sekarang.


" Assalamualaikum " ucap Satria memasuki rumah.


" Walaikumsalam " jawab Bunda Wulan yang sedang membaca majalah di rumah keluarga.


Satria mencium tangan Bunda Wulan.


" Kamu kenapa, Sayang? " tanya Bunda Wulan melihat Satria yang sedang terlihat kacau.


Satria hanya diam dan langsung merebahkan tubuhnya di pangkuan sang bunda.


" Kenapa, Sayang? Cerita sama Bunda " ucap Bunda Wulan sambil mengusap rambut Satria.


Satria pun menceritakan semuanya pada Bunda Wulan apa yang ia rasakan sekarang termasuk rasa cemburunya melihat foto Kinara dan laki-laki lain.


" Satria kangen sama Ara, Bun " ucap Satria pada Bunda Wulan.


" Satria juga cemburu dan gak tenang Ara di sana deket-deket sama laki-laki lain " lanjut Satria.


" Kamu positif thinking aja, mungkin itu cuma teman Ara " ucap Bunda Wulan.


" Tapi Bun, Satria cinta sama Ara. Satria gak tenang, apalagi Ara lagi marah sama Satria " ucap Satria sudah berpikir yang tidak-tidak.


" Gimana kalo Bunda telepon Ara sekarang " ucap Bunda Wulan pada Satria.


" Beneran Bun? " ucap Satria bangkit dari pangkuan Bunda Wulan.


Bunda Wulan tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


" Cepat telepon, Bun. Setidaknya Satria bisa denger suara Kinara " ucap Satria tidak sabar.


Bunda Wulan mencoba menelepon Kinara beberapa kali tapi nomor Kinara tidak aktif.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2