
Satria sedang berada di ruang keluarga bersama Kinara juga Ayah Arif dan Bunda Wulan. Satria sebenarnya ingin menyampaikan sesuatu pada Kinara. Ia ingin Kinara yang mengelola cafe miliknya menggantikan Hadi yang sudah pulang kampung ke Kalimantan karena diantara semua karyawannya hanya Kinara yang ia percaya dan ia juga yakin Kinara bisa melakukannya.
" Ra, gimana kalau kamu aja yang gantiin Kak Hadi " ucap Satria pada Kinara.
Kinara yang mendengar itu pun terkejut. " Kenapa aku, Mas? Bukannya karyawan yang lain ada dan mereka sudah bekerja lama di cafe jadi mending mereka aja " ucap Kinara merasa tidak pantas.
" Cuma kamu yang aku percaya, Ra. Aku gak begitu kenal sama mereka-mereka karena selama ini aku jarang banget ke cafe dan setengah tahun terakhir juga kan aku pendidikan " jawab Satria.
" Sudahlah, Sayang. Satria gak percaya siapa-siapa yang ada di sana selain kamu " ucap Bunda Wulan pada Kinara.
" Iya Ra. Kamu juga tau kan Satria ada tugas sama negara yang mungkin nanti gak ada waktu buat mantau cafe itu sendiri jadi kalo kamu yang mengelolanya Satria pasti bakal tenang " tambah Ayah Arif.
Kinara terdiam dan berpikir tentang itu. " Ara gak enak sama yang lain dan Ara takut nanti gak bisa dan malah mengecewakan Mas Satria " ucap Kinara.
" Aku yakin kamu bisa, Ra. Aku juga yakin yang lain juga gak bakal mempermasalahkan itu karena aku lihat mereka juga orang-orang baik " ucap Satria meyakinkan Kinara.
" Ya sudah, aku mau buat gantiin Kak Hadi " jawab Kinara akhirnya.
Satria tersenyum senang karena Kinara menerima tawarannya untuk menggantikan Hadi mengelola cafe miliknya. Begitu juga dengan Ayah Arif dan Bunda Wulan.
" Aku juga mau kamu gak jadi pelayan lagi, Ra. Aku kamu fokus sama kuliah kamu. Kamu cuma perlu mengecek keadaan cafe dan buat laporan setiap bulannya terus kasih ke aku " ucap Satria pada Kinara.
" Tapi Mas... " ucapan Kinara terpotong oleh Satria.
" Gak ada tapi-tapian. Kamu bisa cari karyawan baru buat gantiin kamu sebagai pelayan tapi aku gak mau kamu terlalu sibuk melayani terus harus urus ini itu. Kamu boleh bantuin mereka sesekali buat melayani pengunjung tapi itu bukan pekerjaan kamu " ucap Satria tidak ingin dibantah.
" Iya Mas " jawab Kinara pasrah.
Ia sudah tidak bisa berbuat apa-apa jika Satria sudah berbicara seperti itu.
***
Pada malam harinya, Satria pergi ke cafe untuk memberitahukan kepada para karyawannya bahwa Kinara yang akan menggantikan Hadi mengelola cafe itu. Satria mengumpulkan semua karyawannya setelah jam makan malam.
" Selamat malam semuanya, ada sesuatu yang saya ingin sampaikan pada kalian semua. Saya menunjuk Kinara untuk menggantikan Hadi mengelola cafe ini dan saya mohon juga kerja samanya dari kalian semua untuk membuat cafe ini semakin berkembang. Terima kasih " ucap Satria pada mereka semua.
__ADS_1
" Baik " jawab mereka.
Sedangkan Kinara merasa tidak enak pada karyawan yang lain. Ia takut jika ada salah satu karyawan yang merasa tidak suka dengannya.
" Mohon bantuannya Kakak-kakak semua. Saya mohon jika saya melakukan kesalahan-kesalahan atau apapun tolong ingatkan saya dan juga tolong anggap saya seperti Kinara yang biasanya " ucap Kinara merasa tidak enak pada karyawan yang lain.
" Iya tenang aja, Ra. Iya kan teman-teman? " ucap Dina.
" Iya " jawab mereka tersenyum.
Kinara merasa senang karena yang ia takutkan tidak terjadi. Apa yang dikatakan Satria benar bahwa mereka adalah orang-orang yang baik.
Setelah itu mereka semua pun kembali bekerja. Sedangkan Satria mengajak Kinara untuk masuk ke dalam ruangan yang selama ini hanya ia dan Hadi yang boleh masuk.
" Ini sekarang jadi ruangan kamu. Kamu bisa buat laporan dan istirahat di sini " ucap Satria saat mereka memasuki ruangan itu.
" Iya Mas " jawab Kinara.
Kinara melihat sekeliling ruangan itu karena selama ini ia cukup penasaran dengan ruangan yang hanya boleh masuki oleh Hadi dan juga pemilik cafe yang ternyata adalah Satria.
" Mas, untuk malam ini aku boleh ya jadi pelayan. Setidaknya untuk yang terakhir " ucap Kinara pada Satria.
" Makasih, Mas. Aku keluar dulu, gak enak sama yang lain " ucap Kinara tersenyum senang.
Satria pun menganggukkan kepalanya.
Kinara keluar dari ruangan itu dan membantu yang lain untuk mengantarkan pesanan pengunjung.
" Aku gak nyangka ya kalau kamu itu gebetannya pemilik cafe ini, Ra " ucap Dina saat mereka sedang menunggu pesanan pengunjung yang sedang disiapkan.
" Aku juga gak nyangka, Kak. Aku gak tau kalau Mas Satria itu punya cafe " jawab Kinara.
" Tapi aku gak enak deh sama kalian, Kak. Kalian yang sudah lama kerja di sini tapi malah aku yang ditunjuk buat gantiin Kak Hadi padahal aku masih baru " ucap Kinara merasa tidak enak.
" Santai aja Ra, kita juga tau kok alasan Satria pilih kamu. Dia itu percaya sama kamu dan yakin kamu bisa. Lagi pula Satria tuh kurang kenal sama kita-kita pasti dia akan susah buat percaya " jawab Dina.
__ADS_1
Kinara pun menganggukan kepalanya.
" Pesanan meja nomor lima " ucap Mbak Ani meletakkan pesanan yang sudah siap.
" Aku antar ini dulu, Kak " ucap Kinara membawa pesanan pengunjung.
Dina menganggukkan kepalanya mengiyakan. Ia masih harus menunggu pesanan yang akan ia antarkan.
" Silahkan, selamat menikmati " ucap Kinara ramah setelah meletakkan pesanan di meja pengunjung.
Setelah itu Kinara pun melanjutkan pekerjaannya untuk mencatat dan mengantarkan pesanan. Terkadang juga ia harus melayani pengunjung yang memanggilnya.
Satria tersenyum melihat Kinara yang begitu semangat dan rajin dalam bekerja. Ia tidak salah menjadikan Kinara sebagai tambatan hatinya.
Tepat pada pukul sepuluh malam, cafe itu pun tutup. Satria masih berada di cafe itu karena ia ingin mengantarkan Kinara pulang.
" Sudah selesai? " tanya Satria saat melihat Kinara mengambil tasnya di dalam loker.
" Sudah, Mas " jawab Kinara.
" Ayo sekarang pulang. Aku anterin " ajak Satria.
Satria dan Kinara pun berjalan keluar dari cafe menuju parkiran. Kinara sebenarnya membawa motor sendiri tapi Satria memaksa untuk mengantarkannya pulang.
" Padahal aku bisa pulang sendiri, Mas. Kamu gak perlu repot-repot anterin aku " ucap Kinara sambil memasang helmnya.
" Gak papa, Sayang. Mumpung aku belum tugas dan bisa habisin waktu sama kamu " jawab Satria.
Kinara pun tersenyum mendengar jawaban Satria.
Setelah itu mereka pun melajukan motor mereka masing-masing beriringan untuk mengantarkan Kinara pulang dengan selamat.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘