
Hari yang paling ditunggu oleh Satria dan Kinara akhirnya tiba. Hari dimana mereka akan mengukir sejarah dalam perjalanan cinta mereka. Di hari itu juga Satria dan Kinara akan menjadi pasangan yang halal di mata agama dan hukum.
Satria sudah duduk di hadapan Papa Lukman dan petugas dari kantor urusan agama untuk melaksanakan proses akad nikah. Jantung Satria berdebar-debar dan ia merasa sangat gugup, bahkan lebih gugup dari menangkap seorang penjahat. Satria mencoba untuk tenang dengan mengatur napasnya secara perlahan.
Setelah sambutan dan doa, penyerahan mas kawin, dan ijab qobul, kini prosesi akad nikah pun dimulai. Satria diminta untuk menjabat tangan Papa Lukman untuk menjadikan Kinara sebagai istrinya.
" Ananda Satria Bimantara bin Arif Bimantara, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandung saya yang bernama Kinara Larasati binti Lukman Hakim dengan mas kawin logam mulia dengan berat 8 gram, 9 gram, 20 gram, dan 23 gram dibayar tunai " ucap Papa Lukman dengan suara yang bergetar menikahkan putrinya.
" Saya terima nikah dan kawinnya Kinara Larasati binti Lukman Hakim dengan mas kawin tersebut dibayar tunai " ucap Satria dengan suara lantang dan dalam satu tarikan nafas.
" Bagaimana para saksi? Sah? " tanya petugas KUA pada para saksi dari kedua belah pihak.
Keluarga Satria menunjuk Komandan Anton untuk menjadi saksi nikah dari pihak pengantin pria. Sedangkan dari pengantin wanita, keluarga Kinara menunjuk anak dari Bude Darti yang merupakan keluarga Kinara sendiri.
" Sah " jawab mereka bersamaan.
" Alhamdulillah " ucap mereka semua setelah mendengar kata sah.
Satria menangkupkan kedua tangannya di wajahnya untuk mengucap syukur. Perasaan tegang dan gugup kini berubah menjadi lega karena ia berhasil melakukan akad nikah dan Kinara telah resmi menjadi istrinya.
Sedangkan Kinara yang dari tadi menunggu dengan harap-harap cemas langsung menangis dan memeluk Mama Santi saat kata sah terdengar di luar. Ia tidak bisa menyembunyikan perasaan haru dan bahagia yang ia rasakan.
" Selamat Sayang, kamu sudah menjadi seorang istri " ucap Mama Santi yang juga tidak bisa menahan air matanya.
Kinara tidak bisa berkata-kata apa-apa lagi dan air matanya terus mengalir tanpa bisa ia tahan.
" Sudah Sayang, jangan menangis. Nanti make up kamu luntur loh " ucap Mama Satria mencoba untuk menghapus air mata Kinara.
Kinara menganggukkan kepalanya dan mencoba untuk mengendalikan dirinya.
Elsa yang berada di samping Kinara pun ikut terharu dan tidak menyangka jika sahabatnya sudah menjadi seorang istri.
" Selamat ya Ra, aku gak nyangka kamu sudah jadi istri Satria " ucap Elsa pada Kinara.
Kinara pun langsung memeluk Elsa dan Elsa membalasnya. Kinara sangat bahagia karena sahabatnya hadir di hari bahagianya.
Setelah itu, Kinara diminta keluar ruangan untuk menemui Satria yang sudah menjadi suaminya dan menandatangani surat-surat pernikahan mereka. Kinara berjalan dengan Mama Santi dan Elsa yang ada di sampingnya.
Senyum kebahagiaan terus terpancar dari bibir manis Kinara saat berjalan mendekat ke arah Satria. Begitu pun dengan Satria yang terus tersenyum dan tidak mengalihkan pandangannya pada Kinara. Kinara benar-benar terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin melayu berwarna putih yang senada dengan Satria yang menggunakan baju kurung atau baju Melayu pria dengan peci hitam. Satria dan Kinara benar-benar terlihat serasi apalagi saat mereka sudah berdiri dengan berhadapan.
Kinara terus menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap Satria yang berada tepat di hadapannya.
__ADS_1
" Bacakan doa untuk istrimu, Nak " ucap Papa Lukman pada Satria.
Satria meletakkan tangannya di atas kepala Kinara dan membacakan doa kebaikan untuk Kinara yang sudah menjadi istrinya. Kinara kembali meneteskan air matanya saat mendengar doa yang Satria bacakan untuk dirinya.
" Allaahumma innii as-aluka khoirohaa, wa khoiro maa jabaltahaa 'alaihi, wa a'uudzu bika min syarrihaa, wa syarri maa jabaltahaa 'alaihi " ucap Satria membaca doa untuk sang istri.
Setelah itu Kinara meraih tangan Satria dan menciumnya dengan sangat khusuk sebagai tanda baktinya sebagai seorang istri. Satria juga meraih kepala Kinara dan mencium keningnya untuk yang pertama kalinya cukup lama dan penuh cinta. Kinara memejamkan matanya dan meresapi kehangatan dari ciuman Satria di keningnya.
Tanpa sadar air mata Satria menetes saat ia mencium kening Kinara. Ia merasa sangat bersyukur dan beruntung berada di titik ini dan menikahi Kinara, pujaan hatinya. Begitu lama waktu yang harus mereka lewati dan begitu banyak tantangan yang harus mereka hadapi membuat Satria tidak bisa menahan air matanya lagi karena berhasil menjadi Kinara sebagai pendamping hidupnya.
" Nak Satria, jika ada yang ingin disampaikan kepada istrimu, sampaikanlah " ucap petugas KUA yang melihat Satria meneteskan air matanya.
Satria menarik napasnya lalu menghembuskannya untuk mengendalikan dirinya. Ia mengusap air mata di sudut-sudut matanya. Sedangkan Kinara terus meneteskan air matanya karena ia tidak menyangka Satria pun akan menangis.
" Kinara Larasati, terima kasih kamu sudah menerima aku sebagai suamimu setelah kita melewati begitu banyak sekali masalah dalam menuju hubungan yang halal ini. Terima kasih juga telah setia menungguku dan bersedia mendampingiku walaupun kamu tahu jika mungkin kedepannya akan banyak hal yang lebih berat yang harus kita hadapi. Aku benar-benar sangat beruntung bisa menikah dengan kamu dan menjadikan kamu istriku. Aku hanya minta kamu tetap berada di sampingku dan kita harus terus saling percaya ke depannya. Semoga keluarga kita menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah dan selalu dilimpahi keberkahan " ucap Satria dengan air mata yang kembali mengalir.
Kinara semakin tersedu-sedu setelah mendengar apa yang Satria katakan.
" Aku juga sangat berterima kasih sama kamu, Mas. Terima kasih sudah membuktikan keseriusan kamu hingga akhirnya kita bisa mengikat hubungan kita ke dalam tali pernikahan. Aku akan selalu berada di samping kamu dan selalu mendampingi kamu. Semoga kita selalu bersama hingga di surganya Allah nanti " jawab Kinara dengan sesunggukan.
Semua orang yang ada di sana ikut menangis karena merasa terharu. Bahkan Papa Lukman tidak bisa menutupi rasa sedih dan bahagianya karena putrinya yang selama ini ia jaga sudah menjadi istri dari pria yang ia percaya bisa menjaganya. Mama Santi berusaha untuk menenangkan Papa Lukman karena ia tahu bagaimana perasaan suaminya itu.
" Selamat ya buat kalian berdua. Gue bahagia akhirnya kalian bisa bersatu " ucap Raka memberikan selamat kepada Satria dan Kinara.
" Makasih ya, Bro " jawab Satria tersenyum.
Satria pun memeluk sahabatnya itu dan Raka langsung membalasnya.
" Inget ya Sat, lo harus jagain bestie gue ini " ucap Elsa merangkul Kinara.
" Pasti Sa, gue pasti jaga bidadari gue ini " jawab Satria tersenyum.
Kinara tersenyum dan pipinya sedikit memerah karena mendengar ucapan Satria.
" Jangan lupa juga kasih gue keponakan yang lucu, secepatnya " ucap Sandi menggoda Satria dan Kinara.
" Tenang aja kalau itu mah " jawab Satria menarik sudut bibirnya.
" Wah, gue gak sabar liat mereka pasti lucu banget " ucap Jeki membayangkan betapa lucunya wajah anak-anak Satria dan Kinara nanti.
" Kalian ini, kita baru nikah kok kalian udah bahas anak sih " ucap Kinara dengan wajah yang memerah.
__ADS_1
" Gak papa kali, Ra. Biar kalian gak nunda-nunda " jawab Raka tertawa.
Kinara pun semakin malu dan wajahnya semakin memerah.
" Selamat ya, Satria, Kinara. Semoga kalian selalu bahagia " ucap Ayla memberikan selamat.
" Terima kasih ya, Ayla " jawab Kinara tersenyum.
Setelah itu mereka menikmati makanan yang sudah disediakan bersama-sama dengan tamu-tamu yang lain. Mereka memang tidak mengundang banyak orang, hanya keluarga, sahabat dan tetangga terdekat saja.
Di tengah-tengah acara makan bersama, Elsa diikuti oleh para sahabat Satria dan Kinara yang lain datang dengan membawa kue ulang tahun. Lagu ulang tahun pun dinyanyikan di sana karena hari itu juga bertepatan dengan hari ulang tahun Satria dan Kinara.
Satria dan Kinara merasa sangat terharu karena mereka sebenarnya tidak terlalu memikirkan hari lahir mereka itu karena terlalu sibuk dengan prosesi pernikahan mereka.
" Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, happy birthday to you " semua orang menyanyi untuk Satria dan Kinara.
" Sekarang kalian tiup lilinnya bersama-sama " ucap Elsa yang membawa kue ulang tahun itu.
Tangan Satria dan Kinara saling menggenggam lalu mereka pun meniup lilin itu bersama-sama. Suara tepuk tangan pun terdengar dari semua orang yang ada di sana.
" Selamat ulang tahun, Sayang " ucap Satria pada Kinara.
" Selamat ulang tahun juga, Mas " balas Kinara tersenyum.
Setelah itu orang tua, keluarga dan para sahabat mengucapkan selamat ulang tahun kepada Satria dan Kinara.
***
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia, Suamiku Seorang Bodyguard dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1