Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
30. Terkunci di Toilet


__ADS_3

Keesokkan harinya, pagi-pagi sekali Satria sudah berolahraga dengan berlari keliling kompleks perumahannya. Setiap selesai sholat subuh, Satria selalu menyempatkan untuk lari. Ia harus rajin agar nanti saat tes masuk Akademi Polisi ia bisa lulus murni tanpa campur tangan kakak iparnya, walaupun sebenarnya bisa tapi Satria tidak mau. Ia ingin lulus dengan kemampuannya sendiri.


Satria kembali ke rumah setelah satu kali putaran mengelilingi kompleks. Keringat mengucur dari dahinya.


" Cepat mandi, ini sudah siang. Nanti kamu terlambat " ucap Bunda Wulan yang sedang membuat kopi untuk Ayah Arif.


" Iya Bun " jawab Satria.


Satria langsung pergi ke kamarnya dan mandi setelah mengeringkan keringatnya.


Satria turun ke lantai bawah setelah rapi dengan seragamnya. Satria duduk sebelahan ayahnya.


" Mau pakai selai apa? " tanya Bunda Wulan pada Satria.


Satria pagi ini sarapan dengan roti dan segelas susu.


" Coklat aja, Bun " jawab Satria.


Bunda Wulan pun mengoleskan selai coklat di dua lembar roti tawar lalu memberikannya pada Satria.


" Makasih, Bunda Cantik " ucap Satria pada Bunda Wulan.


Bunda Wulan pun tersenyum. " Sama-sama sayang " jawab Bunda Wulan.


" Gimana kafe kamu? " tanya Ayah Arif pada Satria.


" Alhamdulillah Yah, sekarang sudah mulai ada pelanggan dan mulai rame " jawab Satria sambil menikmati rotinya.


Satria memang baru membuka kafe di Jakarta tapi tidak ada yang tahu itu adalah miliknya selain keluarganya. Ia memang tidak ingin memberitahu orang kecuali orang itu tahu dengan sendirinya.


" Satria berangkat dulu " ucap Satria berdiri dari duduknya.


Satria mencium tangan kedua orang tuanya lalu pergi setelah mengucapkan salam.


Satria akan membawa mobil karena agar lebih gampang membawa hasil kelompoknya kemarin. Ia pun melajukan mobilnya menuju rumah Kinara.


Kinara sudah menunggu Satria di depan rumah. Satria turun dari mobilnya dan membantu Kinara untuk membawa hasil kelompok mereka.


" Kok bawa mobil? " tanya Kinara pada Satria.


" Biar gampang bawanya. Kalau naik motor takut kewalahan bawanya " jawab Satria.


Satria dan Kinara segera memasukkan semuanya ke dalam bagasi lalu mereka masuk ke dalam mobil. Satria langsung melajukan mobilnya menuju sekolah agar tidak terlambat.


Alisa yang baru saja sampai di sekolah melihat Kinara yang keluar dari sebuah mobil bersama Satria. Alisa sangat kesal melihat itu.


" Aku harus bener-bener buat perhitungan biar Kinara gak deketin Satria lagi " ucap Alisa lalu pergi dengan emosi.


Satria dan Kinara mengeluarkan semua yang mereka bawa dari bagasi mobil. Kebetulan juga Elsa datang dan menghampiri mereka di parkiran mobil. Mereka pun dengan cepat membawanya ke kelas.


" Woy tungguin gue " teriak Raka dari belakang.


Raka berlari menghampiri mereka begitu kemudian bersama-sama menuju kelas.


" Eh, aku ke toilet dulu ya " ucap Kinara setelah sampai kelas.

__ADS_1


" Jangan lama-lama Ra, bentar lagi masuk terus kita presentasi " ucap Elsa mengingatkan Kinara.


" Iya " jawab Kinara.


Kinara pun dengan segera pergi ke toilet karena perutnya sakit.


Setelah selesai menuntaskan hajatnya, Kinara keluar dari toilet. Tapi tiba-tiba Alisa menghadangnya.


" Minggir " ucap Kinara saat terus dihadang saat hendak pergi.


" Enggak " jawab Alisa tersenyum jahat.


" Joko, kunci dia di toilet " perintah Alisa pada Joko.


Joko yang ada di belakang Alisa pun langsung mendorong Kinara untuk masuk ke dalam toilet.


Kinara berusaha melawan. " Lepasin gue Joko " ucap Kinara memberontak.


Karena tenaganya kalah dengan Joko, akhirnya Kinara masuk kembali dari toilet dan dikunci dari luar.


" Joko, Alisa buka pintunya. Keluarin gue dari sini " teriak Kinara menggedor-gedor pintu toilet.


Di luar Alisa tersenyum senang. " Rasain tuh, gue ingetin sama lo jangan deket-deket sama Satria lagi " ucap Alisa lalu pergi.


" Lo mau kunciin Kinara sampai kapan? " tanya Joko pada Alisa.


" Ya sampai ada orang yang bukain. Biar dia gak ikut presentasi sekalian " jawab Alisa.


Bukan hanya tidak suka karena Kinara dekat dengan Satria, tapi Alisa juga tidak suka karena Kinara adalah saingannya untuk mendapat juara kelas karena Kinara ia terus menjadi yang kedua.


" Elo jangan coba-coba buat bukain atau kasih tau orang. Lo udah gue bayar " ucap Alisa pada Joko.


" Tolong, siapa pun di luar tolong buka pintunya " teriak Kinara meminta tolong.


Tapi di sekitar toilet itu tidak ada orang, apalagi lonceng masuk sudah berbunyi sehingga para sudah berada di kelas.


" Gimana ini, mana hp aku di tas " ucap Kinara bingung.


Sementara itu, Elsa menunggu Kinara yang tak kunjung kembali.


" Kinara kok gak balik-balik sih? Mana udah bel masuk " ucap Elsa khawatir.


" Biar gue susulin deh " ucap Satria berdiri dari duduknya.


Satria pergi ke toilet untuk menyusul Kinara.


Kinara sudah hampir menyerah karena tidak ada yang mendengar teriakannya. Tapi tiba-tiba ia mendengar suara langkah kaki mendekat.


" Tolong bukain pintunya. Siapa pun tolong " teriak Kinara pada orang yang entah itu siapa.


Kinara mendengar suara langkah kaki itu semakin mendekat.


" Siapa di dalam? " tanya orang itu yang Kinara kenali suaranya.


" Fajar " ucap Kinara karena itu adalah suara Fajar.

__ADS_1


" Fajar tolong buka pintunya. Aku dikunci dari luar " teriak Kinara pada Fajar.


" Kinara? Oke kamu tenang biar aku dobrak pintunya " ucap Fajar dari luar.


Fajar pun mencoba mendobrak pintunya beberapa kali tapi belum juga terbuka.


Satria yang baru sampai di toilet melihat Fajar sedang berusaha mendobrak pintu toilet perempuan.


" Ada apa? " tanya Satria pada Fajar.


" Kinara ke kunci di dalam " jawab Fajar.


Satria pun terkejut mendengar itu.


" Ra, kamu baik-baik aja kan di dalam? " tanya Satria dari luar.


Kinara yang mendengar suara Satria pun merasa lega sekaligus senang.


" Satria tolongi aku " teriak Kinara dari dalam toilet.


" Kamu tenang, Ra. Aku bakal keluarin kamu " ucap Satria.


" Kita dobrak bareng pintunya " ucap Satria pada Fajar.


Satria dan Fajar mendobrak pintu itu secara bersamaan. Setelah beberapa kali mencoba akhirnya pintu itu pun terbuka.


Fajar yang ingin masuk menghampiri Kinara keduluan oleh Satria. Satria dengan cepat menghampiri Kinara.


" Kamu gak papa, Ra? " tanya Satria khawatir memegang kedua bahu Kinara.


" Aku gak papa kok, Sat " jawab Kinara.


" Kamu baik-baik aja Ra? " tanya Fajar pada Kinara.


" Iya, aku baik-baik. Makasih ya " jawab Kinara.


Fajar pun menganggukkan kepalanya.


" Siapa yang kunciin kamu? " tanya Satria.


" Alisa sama Joko " jawab Kinara.


" Mereka bener-bener keterlaluan " ucap Satria marah.


" Aku bakal kasih pelajaran mereka " lanjut Satria.


" Udah gak usah Sat, lagian aku juga baik-baik aja " larang Kinara.


" Mending kita ke kelas aja. Hari ini kita presentasi " ucap Kinara karena mereka hampir terlambat.


" Kita duluan " pamit Kinara pada Fajar.


Kinara menarik tangan Satria dan meninggalkan toilet.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2