
Satria pulang ke rumah dengan wajah yang sangat lelah. Ia masuk ke kamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya. Ia masih terus memikirkan Kinara yang salah paham kepadanya.
" Kamu harus percaya sama aku Ra, aku bener-bener cinta sama kamu " ucap Kinara mengusap kasar wajahnya.
Karena hari yang sudah sangat larut dan tubuhnya yang sangat lelah, akhirnya Satria pun memejamkan matanya dan tidur.
Sementara itu di danau, Kinara memutuskan untuk pulang setelah ia sudah sedikit lebih tenang. Ia juga sudah membasuh wajahnya agar tidak terlihat bahwa ia habis menangis. Ia membuka ponselnya yang tadi sempat ia matikan. Kinara melihat banyak sekali panggilan telepon dan pesan dari Elsa yang menanyakan keberadaannya. Mungkin ia disuruh oleh Satria karena ia memblokir nomor dan semua sosial media Satria. Ia mengirimkan pesan pada Elsa dan mengatakan dirinya sudah berada di rumah.
Setelah itu Kinara langsung melajukan motornya menuju rumahnya.
Sesampainya di rumah, Kinara pun langsung masuk setelah sang ayah membukakan pintu.
" Gimana acaranya, Ra? " tanya Papa Lukman pada Kinara.
" Seru, Pa " jawab Kinara dengan senyum yang dipaksakan.
" Ara ke kamar dulu Pa, capek banget " ucap Kinara yang ingin cepat-cepat masuk ke kamarnya.
Papa Lukman pun menganggukkan kepalanya.
Kinara masuk ke dalam kamarnya. Ia meletakkan tasnya lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur tanpa mengganti pakaiannya terlebih dahulu. Air matanya kembali keluar saat teringat hal yang sangat menyakitkan itu.
" Kamu bener-bener tega sama aku, Sat hiks hiks " ucap Kinara sambil memukul tempat tidur melampiaskan sakit di hatinya.
Tak lama kemudian Kinara pun tanpa sadar tertidur karena lelah terlalu lama menangis.
***
Keesokkan paginya, Kinara sedang mengemas pakaian ke dalam tas yang cukup besar. Ia akan pergi ke Malang untuk berlibur dan bertemu teman-temannya sebelum ia pindah dari Surabaya. Sebenernya Kinara berniat tidak akan ikut karena ia ingin menghabiskan waktunya bersama Satria tapi malah ada kejadian yang tidak ia sangka. Akhirnya Kinara pun memutuskan untuk ikut berlibur ke Malang. Ia juga belum siap jika harus bertemu dengan Satria untuk sekarang ini. Ia ingin menenangkan pikirannya dulu. Lagipula ia akan libur mulai besok hingga hari kelulusan, ia pun sudah meminta izin kepada wali kelasnya agar hari ini ia bisa pergi ke Malang.
Kinara yang sudah rapi keluar dari kamarnya dengan membawa sebuah tas besar. Papa Lukman dan Mama Santi pun terkejut melihat itu. Kinara memang belum mengatakan apa-apa kepada mereka.
" Ra, kamu mau kemana bawa tas besar gitu? " tanya Mama Santi pada Kinara.
" Ara mau ke Malang, Ma. Teman-teman yang ada di Surabaya ngajak Ara buat liburan sekalian reuni " jawab Kinara.
" Kenapa gak bilang sama Papa Mama? " ucap Papa Lukman karena Kinara tidak mengatakan tentang hal itu pada mereka.
__ADS_1
" Teman Ara juga baru ngabarin, Pa " jawab Kinara.
" Boleh ya, Pa, Ma " ucap Kinara meminta izin pada kedua orang tuanya.
" Ya sudah, boleh " jawab Papa Lukman.
Papa Lukman tidak ingin terlalu mengekang anak-anaknya, lagipula Kinara jarang sekali liburan. Biarlah kali ini Kinara menyenangkan dirinya sendiri.
" Makasih ya " ucap Kinara tersenyum.
Kinara pun duduk di kursi meja makan untuk sarapan bersama.
" Berapa lama kamu di Malang, Ra? " tanya Mama Santi.
" Mungkin seminggu sampai sepuluh hari " jawab Kinara.
" Kalau boleh Ara juga mau ke Surabaya. Selama pindah ke Jakarta kan kita gak pernah pulang ke Surabaya jadi Ara kangen banget. Nanti Ara nginep di rumah Bude " ucap Kinara.
Mama Santi masih memiliki sepupu yang tinggal di Surabaya.
" Mungkin sehari atau dua hari sebelum hari kelulusan, Pa. Setelah itu kan Ara akan kuliah jadi Ara mau puas-puasin healing dulu " jawab Kinara.
" Jangan lupa bawa oleh-oleh lho, Kak " ucap Alina yang dari tadi hanya sebagai pendengar.
" Iya, nanti Kakak bawakan oleh-oleh yang kamu mau " jawab Kinara tersenyum.
Setelah sarapan, Papa Lukman mengantar Kinara ke stasiun kereta. Kinara akan menggunakan kereta api untuk sampai di Malang.
" Papa pulang aja, nanti malah Papa telat ngajarnya " ucap Kinara setelah selesai membeli tiket.
Keberangkatan kereta api yang akan dinaikinya masih satu jam lagi. Ia tidak mau Papa Lukman sampai terlambat jika harus menemaninya di stasiun.
" Ya sudah, kamu baik-baik ya selama di Malang " ucap Papa Lukman mencium kening putri sulungnya.
" Iya Pa. Papa tenang aja " jawab Kinara.
" Nanti kalo Ara jarang ngabarin, mungkin aja di sana gak ada sinyal. Ara sama teman-teman mau ke daerah gunung jadi mungkin nanti sudah buat ngabarin " ucap Kinara pada Papa Lukman.
__ADS_1
Setelah itu, Papa Lukman pun pergi meninggalkan stasiun. Kinara duduk di sebuah kursi tunggu seorang diri.
" Mungkin untuk sekarang ini yang terbaik " ucap Kinara memblokir semua nomor temannya lalu mematikan ponselnya.
Kinara memasukkan kembali ponselnya ke dalam tasnya. Ia ingin pergi sebentar dari Satria dan teman-temannya. Ia yakin Satria pasti akan terus menemuinya dan ia belum siap bertemu dengan Satria.
Satu jam telah dilewati Kinara hingga kereta api yang akan dinaikinya pun akan segera berangkat. Kinara memasuki kereta api itu setelah memberikan tiketnya. Ia duduk di salah satu kursi di dekat jendela.
" Selamat tinggal Jakarta. Aku akan kembali setelah hati dan pikiranku tenang " ucap Kinara saat kereta api itu mulai melaju.
***
Di tempat lain, Satria baru saja keluar dari kamarnya dan wajahnya terlihat sangat lesu. Satria bergabung dengan kedua orang tuanya yang sudah berada di meja makan.
" Kenapa lesu banget muka kamu, Sayang? " tanya Bunda Wulan mengambilkan makanan untuk Satria.
" Gak papa, Bun. Ini cuma masih ngantuk doang " jawab Satria.
" Emang kamu pulang jam berapa tadi malam? " tanya Ayah Arif pada Satria.
" Jam dua belas, Yah " jawab Satria.
" Pantes aja. Makanya kalo main jangan pulang malam-malam. Kamu harus cukup tidur dan jaga kesehatan kamu. Kamu lusa kamu sudah tes masuk Akpol, kamu harus siapin diri kamu baik-baik " ucap Ayah Arif.
" Iya Yah " jawab Satria.
Setelah sarapan, Satria langsung pergi ke sekolah menggunakan motornya. Ia ingin cepat-cepat bertemu dengan Kinara dan memperlihatkan bukti yang sudah Raka dapat dan Kinara tidak akan salah paham lagi.
" Aku harus ngomong sama Kinara lagi. Aku gak bisa terus-terusan gini. Aku juga harus fokus buat tes lusa " ucap Satria segera melajukan motornya.
Satria juga akan menemui Alisa dan membuatnya agar mengakui itu semua bahwa kejadian kemari itu adalah rencananya pada Kinara.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1