
Hari-hari begitu cepat berlalu. Lima bulan yang berat karena menahan rindu kini sudah berhasil dilewati oleh Satria dan Kinara. Hari ini Kinara akan bertemu dengan Satria setelah sekitar tujuh bulanan tidak bertemu karena Satria sedang menjalani pendidikan. Tepat hari ini Satria menyelesaikan pendidikan akademi polisi nya.
" Kok aku jadi deg-degan gini sih " ucap Kinara memegang dadanya.
Tidak bisa dipungkiri bahwa sekarang ia merasa bahagia sekaligus gugup karena sudah sangat lama tidak bertemu dengan Satria.
Kinara sudah menyiapkan sebuah buket bunga yang ia pesan khusus dan ia akan berikan pada Satria sebagai ucapan selamat kini Satria sudah bisa mencapai cita-cita untuk menjadi seorang polisi.
Kinara keluar dari rumah. Ia akan berangkat ke tempat untuk menjemput Satria bersama dengan Rendra dan Puspa serta Rere dan Risa, anak kedua Rendra dan Puspa yang sudah lahir sekitar dua bulan yang lalu.
Tit tit tit.
Bunyi klakson terdengar saat mobil milik Rendra berhenti di depan rumah. Kinara pun langsung masuk ke dalam mobil itu setelah menutup pagar rumah itu. Kinara duduk di kursi penumpang bersama dengan Rere. Sedangkan Rendra berada di depan bersama Puspa yang sedang memangku Risa.
" Gimana perasaan kamu mau ketemu Satria, Ra? " tanya Rendra pada Kinara.
" Jujur sih malah deg-degan Kak. Intinya ya seneng aja " jawab Kinara.
Rendra dan Puspa pun tersenyum mendengar jawaban dari Kinara.
Rendra mulai melajukan mobilnya menuju tempat mereka akan menjemput Satria. Ayah Arif dan Bunda Wulan juga sudah berangkat menuju ke sana dari rumah mereka.
Empat puluh lima menit kemudian, mereka pun sudah sampai. Mereka turun dari mobil dan menghampiri Ayah Arif dan Bunda Wulan yang sudah berada di sana.
" Assalamualaikum " ucap mereka.
" Walaikumsalam " jawab Ayah Arif dan Bunda Wulan.
Kinara mencium tangan Ayah Arif dan Bunda Wulan secara bergantian.
" Ayah sama Bunda sudah lama? " tanya Puspa pada Ayah Arif dan Bunda Wulan.
" Belum, kamu juga baru sampai " jawab Ayah Arif.
Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya mereka dan keluarga dari taruna-taruni sudah perbolehkan untuk menemui anak, saudara, ataupun kekasih mereka.
Jantung Kinara berdetak semakin kencang saat mengikuti langkah Ayah Arif dan Bunda Wulan untuk mencari Satria. Sedangkan Rendra dan Puspa tetap menunggu mereka di tempat tadi. Mereka tidak mungkin membawa anak kecil untuk berdesakan di sana.
" Dimana ya Satria, Yah " ucap Bunda Wulan pada Ayah Arif.
Mereka sudah mencoba mencari selama lima menit tapi belum juga menemukan Satria.
Deg.
Mata Kinara menangkap tubuh seseorang yang begitu mirip dengan Satria dan ia yakin bahwa itu adalah Satria.
" Om, Tante, itu Mas Satria " ucap Kinara menunjuk Satria yang sedang berdiri menunggu keluarganya.
Ayah Arif dan Bunda Wulan pun melihat ke arah yang ditunjuk oleh Kinara dan memang benar itu adalah Satria.
__ADS_1
" Iya Yah. Itu Satria " tambah Bunda Wulan.
Mereka pun langsung berjalan dengan cepat untuk menghampiri Satria.
" Satria " panggil Ayah Arif.
Satria langsung menoleh ke arah suara yang memanggilnya. " Ayah, Bunda " ucap Satria.
Satria langsung bersujud di kaki Ayah Arif dan Bunda Wulan secara bergantian. Ia benar-benar sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih karena tanpa mereka berdua ia bisa berada di posisi yang sekarang ini.
Bunda Wulan tidak bisa menahan air mata harunya dan menyuruh Satria bangkit. Ia begitu bangga melihat anaknya itu berhasil menggapai cita-citanya.
" Bangun lah, Sayang " ucap Bunda Wulan mengangkat tubuh Satria.
Satria bangkit dan langsung memeluk Bunda Wulan dengan sangat erat.
" Bunda bangga banget sama kamu, Sayang " ucap Bunda Wulan pada Satria.
" Makasih, Bunda. Ini semua berkat doa Bunda " jawab Satria.
Satria melepaskan pelukannya pada Bunda Wulan lalu beralih pada Ayah Arif dan juga memeluknya.
" Jagoan Ayah ini berhasil. Ayah sangat bangga sama kamu " ucap Ayah Arif menepuk-nepuk punggung putranya.
" Makasih Ayah, Ayah selalu mendukung apa yang Satria pilih " ucap Satria tersenyum.
Satria melepaskan pelukannya pada Ayah Arif. Ia melihat seorang gadis berhijab yang sedang berdiri di belakang kedua orang tuanya dan tersenyum.
Deg deg deg.
Jantung mereka berdua berdetak lebih cepat saat kedua mata mereka bertemu. Di mata Satria, Kinara semakin terlihat cantik setelah mereka tidak bertemu sekian lama. Di mata Kinara, Satria terlihat begitu gagah dan tampan dengan seragam polisi di tubuhnya dan kepala yang hanya ditumbuhi sedikit rambut.
" Ra " panggil Satria berjalan mendekat pada Kinara.
Kinara sudah tidak bisa menahan air matanya lagi saat mendengar suara Satria memanggilnya. Satria merentangkan kedua tangannya dan meminta Kinara untuk memeluknya. Kinara mengusap air mata di pipinya lalu memeluk Satria dengan begitu erat. Mereka saling berpelukan dan melepas semua rasa rindu yang mereka berusaha tahan selama ini.
" Sudah, jangan nangis lagi. Aku ada di sini sekarang " ucap Satria mengusap air mata Kinara.
Kinara pun menganggukkan kepalanya.
Kemudian Kinara memberikan buket bunga yang ia bawa kepada Satria.
" Selamat ya, Mas. Sekarang sudah jadi Pak Polisi " ucap Kinara tersenyum.
" Makasih, Sayang " jawab Satria tersenyum dan mengusap kepala Kinara.
Ayah Arif dan Bunda Wulan hanya tersenyum melihat Satria dan Kinara.
" Lebih baik kita pergi sekarang. Kakak kamu sudah menunggu " ucap Ayah Arif pada Satria.
__ADS_1
" Iya Yah " jawab Satria.
Setelah itu mereka pun pergi menuju tempat dimana Rendra dan Puspa serta kedua anaknya berada.
" Satria " panggil Puspa saat melihat sang adik.
Puspa pun langsung memeluk sang adik yang sudah lama tidak bertemu itu.
" Selamat ya, Adiknya Kakak " ucap Puspa pada Satria.
" Makasih, Kakakku Sayang " jawab Satria mencium pipi Puspa.
" Hey, enak aja cium-cium istri Abang " ucap Rendra tidak terima melihat Satria mencium istrinya.
" Biarin, wlek " jawab Satria menjulurkan lidahnya.
" Kalian ini baru ketemu sudah berantem aja " ucap Puspa kesal.
" Iya, kita gak berantem lagi kok " jawab Rendra.
Satria menghampiri Rendra yang sedang menggendong Risa. Mereka pun saling berpelukan.
" Selamat ya, Sat " ucap Rendra pada Satria.
" Makasih ya, Bang " jawab Satria tersenyum.
" Om Satria gak mau peluk Rere? " ucap Rere yang terlihat marah.
" Aduh, Om Satria lupa " ucap Satria tersenyum.
Satria berjongkok agar sejajar dengan Rere lalu memeluknya. Ia juga sangat merindukan keponakannya itu.
" Om Satria, sekarang Rere sudah jadi Kakak " ucap Rere pada Satria.
" Wah, ponakan Om Satria sudah besar ya sudah jadi Kakak " ucap Satria mengusap kepala Rere.
Satria kembali berdiri dan melihat bayi perempuan yang sedang tertidur di gendongan sang ayah.
" Halo Cantik " ucap Satria menoel pipi gembul keponakan keduanya itu.
Setelah itu mereka pun mencari restoran untuk makan siang bersama.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1