Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
219. Pendarahan


__ADS_3

Satria berlari memasuki rumah sakit tanpa memperhatikan sekitar hingga beberapa kali ia harus menabrak orang yang dilewatinya. Pikirannya sekarang hanya tertuju pada Kinara yang sedang berada di ruang IGD. Satria yang sedang berada di kantor sangat terkejut dan panik saat Sandi menghubunginya dan mengatakan jika istrinya sedang berada di rumah sakit karena tidak sengaja tertabrak motor dari mahasiswa lain.


" Sandi, dimana Kinara? Gimana keadaan istri gue? " tanya Satria pada Sandi saat ia baru sampai di depan ruang IGD.


" Lo tenang dulu, Sat " ucap Sandi memegang kedua bahu Satria.


Satria berusaha mengatur napasnya yang terengah-engah karena berlari dari parkiran rumah sakit sampai ruang IGD.


" Gimana gue bisa tenang, San. Istri gue kecelakaan dan gue gak tau keadaannya gimana " ucap Satria yang tidak akan bisa tenang sebelum bertemu dengan sang istri dan memastikan keadaannya baik-baik saja.


" Iya, gue tau. Tapi lo harus tenang dulu, Kinara masih di dalam dan gue juga belum tau gimana keadaannya " jawab Sandi karena dari tadi dokter yang menangani Kinara belum keluar.


Satria mengusap wajahnya kasar dan menyandarkan tubuhnya di dinding rumah sakit. Ia tidak akan bisa hidup jika terjadi sesuatu yang buruk pada istrinya.


Sedangkan Ayla menangis karena semakin merasa bersalah, apalagi melihat Satria yang begitu cemas mengkhawatirkan Kinara. Ia semakin sadar jika memang sepantasnya ia tidak mencintai seseorang pria yang sangat mencintai istrinya. Rasa bersalahnya juga semakin besar pada Sandi yang sedang berusaha untuk menenangkan Satria.


" Maafkan aku, Sandi. Jika kita masih bisa bersama, aku janji akan berusaha mencintai kamu dan memperbaiki hubungan kita " ucap Ayla dalam hati sangat menyesal telah menyakiti pria yang begitu tulus mencintainya.


Beberapa saat kemudian, pintu IGD itu terbuka dan menampilkan seorang dokter yang menangani Kinara. Satria dan Sandi serta Ayla pun langsung menghampiri dokter itu, bahkan orang yang menabrak Kinara ingin mengetahui keadaannya.


" Keluarga dari Nona Kinara " ucap dokter itu mencari keluarga dari pasien yang ia tangani.


" Saya suaminya, Dok " jawab Satria.


" Bagaimana keadaan istri saya, Dok? " tanya Satria dengan wajah yang sangat cemas.


" Istri Anda baik-baik saja dan tidak ada luka yang cukup serius. Tapi istri Anda mengalami pendarahan yang bisa saja membahayakan kandungannya dan juga bisa terjadi keguguran, tapi beruntung janin di perut istri Anda sangat kuat. Sehingga sekarang keadaan istri Anda dan kandungannya baik-baik saja " jawab Dokter itu menjelaskan keadaan Kinara.


Deg.

__ADS_1


Satria terdiam sebentar dan mencoba mencerna apa yang dikatakan oleh dokter yang menangani istrinya itu. Jika memang benar demikian maka Satria akan merasa sangat bahagia dan juga ia sangat bersyukur janin di perut istrinya masih bertahan walaupun sempat mengalami pendarahan.


" Kandungan? Apa istri saya sedang hamil? " tanya Satria pada Dokter itu yang berpapan nama Lidya.


" Benar, Tuan. Istri Anda sedang mengandung sekarang " jawab Dokter Lidya.


" Apa Anda tidak mengetahui sebelumnya jika istri Anda sedang mengandung? " tanya Dokter Lidya karena melihat Satria yang sangat terkejut.


Satria pun menggelengkan kepalanya. " Saya tidak mengetahui jika istri saya sedang hamil, Dok " jawab Satria.


Satria tidak mengetahui itu dan sepertinya Kinara juga belum mengetahui jika dirinya sedang berbadan dua.


" Setelah ini tolong dijaga lagi istri Anda agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Setelah ini kami akan memindahkan istri Anda ke ruang perawatan " ucap Dokter Lidya pada Satria.


" Baik, Dok " jawab Satria.


Setelah itu Dokter Lidya kembali masuk ke dalam ruang IGD untuk segera memindahkan Kinara ke ruang perawatan.


" Selamat ya, Sat. Lo bakal jadi ayah " ucap Sandi memeluk sahabatnya itu.


" Makasih ya, San. Makasih juga lo udah selametin istri gue dan bawa ke rumah sakit " ucap Satria membalas pelukan Sandi.


" Sama-sama, Sat " jawab Sandi.


Sandi pun melepaskan pelukannya, ia merasa senang karena di balik musibah ini ada kabar gembira.


" Tapi gimana ini biasa terjadi? Lo harus jelasin semuanya ke gue " ucap Satria pada Sandi.


Sandi menghela napasnya dan ia memang harus menceritakan semuanya kepada Satria karena selama ini mereka selalu terbuka. Sandi menceritakan yang semuanya berawal dari Kinara yang mendengar pembicaraannya dengan Ayla hingga Kinara berlari dan akhirnya tertabrak motor.

__ADS_1


Satria menatap Ayla yang sedang menundukkan kepalanya setelah mendengar semuanya dari Sandi.


" Ayla, aku mohon mulai sekarang hilang rasa cinta kamu untuk aku. Aku tidak ada berniat untuk menyakiti kamu tapi ini untuk kebaikan kita semua. Coba lihat Sandi yang begitu tulus mencintai kamu dan jangan sampai kamu menyesal saat sudah kehilangan Sandi nanti. Apalagi hanya demi rasa cinta yang seharusnya tidak pantas kamu miliki. Ingat, pria di hadapan kamu ini adalah suami wanita lain yang tidak pantas kamu cintai " ucap Satria dengan tegas.


Hati Ayla begitu tertohok mendengar ucapan Satria yang sangat benar, ia mengaku salah dan tidak ingin menyesal jika harus kehilangan Sandi yang begitu tulus mencintainya.


" Maafkan aku, Satria. Setelah ini aku janji akan menghapus rasa cintaku ke kamu dan gak akan mengganggu kalian lagi " jawab Ayla dengan menangis.


Satria tidak mengatakan apapun lagi karena yang terpenting baginya sekarang ada Kinara dan calon anak mereka.


" Maafkan aku. Aku benar-benar tidak sengaja menabrak dia " ucap pria yang merupakan orang yang menabrak Kinara.


" Sat, lebih baik kamu maafkan dia. Ini bukan salah dia sepenuhnya " ucap Sandi karena pria itu tidak sepenuhnya bersalah.


Satria menganggukkan kepalanya karena ia tidak ingin memperpanjang masalah itu, yang terpenting sekarang istri dan calon anaknya baik-baik saja.


" Aku sudah memaafkanmu dan tidak akan memperpanjang masalah ini " ucap Satria pada pria itu.


Pria itu sangat senang dan mengucapkan banyak terima kasih kepada Satria.


Setelah itu, Dokter Lidya dan beberapa perawat keluar dari ruang IGD dengan mendorong brankar Kinara. Satria bisa melihat wajah istrinya yang pucat dan tidak sadarkan diri. Satria mengikuti Dokter Lidya yang membawa Kinara ke ruang perawatan.


" Cepatlah sadar, Sayang. Aku tidak bisa melihat kamu seperti ini " ucap Satria dalam hati dengan terus berjalan mengikuti brankar Kinara.


Sandi dan Ayla juga mengikuti mereka dari belakang, sedangkan pria yang menabrak Kinara pergi meninggalkan rumah sakit.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Ada juga karya saya di akun ini " Menikahi Ayah Nadia, Suamiku Seorang Bodyguard dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘


Tolong follow ig saya @tyaningrum_05 dan akun NT saya Gadis Taurus ya 😘


__ADS_2