
Sudah sekitar satu minggu Kinara bekerja di cafe milik Satria. Sampai saat ini ia tidak tahu bahwa cafe itu milik Satria karena ia pun tidak pernah melihat pemilik cafe itu. Pekerjaan juga selama ini berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala apapun. Ia juga sangat menikmati pekerjaannya saat ini.
Pagi ini setelah menyelesaikan semua pekerjaan rumah dan juga sarapan, Kinara akan berkebun. Ia akan menanam sayuran dan bunga yang sudah ia beli minggu lalu benihnya. Kinara membawa pot dan benih-benih itu ke halaman belakang rumah.
" Ayo kita mulai berkebun " ucap Kinara tersenyum.
Ia sangat bersemangat untuk memulai kegiatan berkebun di pagi ini.
Kinara memasukkan tanah subur yang sudah ia diamkan selama satu minggu itu ke dalam pot yang ia beli hingga terisi semua. Kinara mulai menanam benih-benih bunga dalam pot itu dan menyiramnya. Kinara meletakkan semua pot yang sudah ia tanami benih bunga ke teras belakang.
" Nah, cepat tumbuh ya " ucap Kinara setelah meletakkan semua pot itu di teras.
Kemudian Kinara pergi ke lahan yang sudah ia cangkul kemarin. Kinara menanam berbeda-beda sayuran setiap jalurnya. Kinara begitu telaten menanam sayuran itu karena ia sangat menyukai kegiatan yang sedang ia lakukan.
" Tinggal sedikit lagi " ucap Kinara sambil mengusap keringat di dahinya.
Kinara hanya tinggal menanam bibit tomat yang sudah ia semai. Kinara begitu hati-hati menanam bibit tomat itu agar tidak patah ataupun rusak.
" Lagi ngapain, Ra? " tanya Puspa mendekati Kinara.
" Eh, Kak Puspa. Ini Kak, lagi nanam tomat " jawab Kinara berdiri.
" Wah rajin banget kamu, Ra " ucap Puspa.
" Ketimbang gak ada kerjaan Kak, bosen aku " jawab Kinara tersenyum.
" Kakak kok tau aku di halaman belakang? " tanya Kinara pada Puspa.
" Kakak tadi panggil-panggil kamu tapi kamu gak ada. Kakak liat motor kamu ada di depan, ya Kakak ke belakang aja " jawab Puspa.
" Maaf aku gak denger, Kak " ucap Kinara tersenyum menunjukkan deretan giginya.
" Oh iya, ada apa Kakak cari aku? " tanya Kinara.
" Kakak mau minta tolong anterin ke butik sama kamu. Soalnya Mas Rendra gak pulang saat makan siang. Rere juga lagi di rumah Kakek Neneknya jadi ya Kakak ke butik aja siang ini. Bisa gak? " ucap Puspa mengatakan tujuannya mencari Kinara.
Puspa memang memiliki sebuah butik di Jakarta. Ia sangat suka menjahit dan mendesain pakaian. Ia juga belajar tentang fashion saat di bangku kuliah.
" Bisa kok, Kak " jawab Kinara.
__ADS_1
" Habis dzuhur Kakak ke sini ya " ucap Puspa.
" Gak usah, Kak. Biar aku aja yang jemput Kakak nanti, Kakak kan lagi hamil nanti capek jalan panas-panas ke sini " larang Kinara.
" Ya sudah " jawab Puspa.
Setelah itu Puspa pergi dari sana dan kembali ke rumahnya dengan berjalan kaki karena jaraknya dekat.
Kinara melanjutkan menanam bibit tomat setelah tadi terhenti karena kedatangan Puspa. Kinara juga membersihkan dan merapikan pinggir-pinggir kebun baru miliknya. Ia membuat pagar untuk kebunnya dengan menggunakan bambu yang sudah ia potong-potong. Kinara juga menyirami benih dan bibit sayuran yang baru saja ia tanam.
" Semoga hasilnya bagus nanti " ucap Kinara.
Kinara tersenyum melihat kebun yang ia kerjakan setengah hari ini. Halaman belakang yang sebelumnya hanya ada rumput sekarang terlihat rapi dengan keterampilan tangan Kinara.
Kinara memutuskan untuk menyudahi kegiatan berkebunnya karena ia sudah merasa lelah dan juga matahari sudah semakin terik. Kinara mencuci tangan dan kakinya sebelum memasuki rumah.
" Mandi aja ah. Gerah juga " ucap Kinara yang memang belum mandi dari pagi karena ia akan berkebun tadi.
Kinara masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Ia melepaskan hijab instan di kepalanya lalu melepaskan semua pakaiannya. Kinara mengguyur tubuhnya dengan air dingin dari shower agar terasa segar.
" Seger banget " ucap Kinara menikmati guyuran air dingin dari shower yang mengenai tubuhnya.
Lima belas menit kemudian, Kinara sudah menyelesaikan kegiatan mandinya. Kinara keluar dari kamar dengan menggunakan handuk di tubuhnya dan juga kepalanya. Kinara mengambil pakaiannya dan langsung memakainya.
Setelah melaksanakan sholat dzuhur, Kinara makan siang karena perutnya sudah sangat lapar. Ayam goreng mentega buatannya tadi pagi masih ada sehingga ia tidak pernah lagi memasak untuk makan siang.
Kinara mencuci piring bekas ia makan siang dan meletakkan di rak piring. Kinara bergegas ke kamarnya untuk bersiap-siap. Ia tidak ingin membuat Puspa menunggu terlalu lama.
Kinara menggunakan rok rajut berwarna hitam dan menggunakan kemeja serta hijab pashmina di kepalanya. Kinara mengambil tas dan kunci motor serta helmnya lalu keluar dari rumah.
Kinara melajukan motornya menuju rumah Rendra dan Puspa. Ternyata Puspa sudah menunggunya dengan helmnya di tangannya.
" Assalamualaikum " ucap Kinara di depan gerbang.
" Walaikumsalam " jawab Puspa.
Puspa yang tadi duduk di bangku yang ada di pos satpam pun keluar dari gerbang dan mendekati Kinara.
" Maaf ya Kak, aku lama " ucap Kinara tidak enak pada Puspa.
__ADS_1
" Enggak papa, Ra " jawab Puspa.
" Kita pergi sekarang aja ya " ucap Puspa.
Kinara pun menganggukkan kepalanya.
Puspa memakai helmnya dan naik ke atas motor Kinara. Kinara melajukan motornya setelah memastikan Puspa duduk dengan nyaman di belakang. Kinara melajukan motornya dengan hati-hati karena ia ingin terjadi sesuatu pada Puspa yang sedang hamil.
Setelah dua puluh menit mereka pun sampai. Puspa mengajak Kinara untuk masuk ke dalam butiknya yang cukup besar. Kinara begitu kagum saat melihat beberapa pakaian hasil dari desain Puspa yang sangat bagus. Di sana juga banyak pakaian-pakaian untuk muslimah.
" Bagus-bagus banget bajunya, Kak " ucap Kinara pada Puspa.
Puspa pun tersenyum. " Kalau ada yang kamu suka bilang aja, R. Nanti Kakak kasih buat kamu " ucap Puspa.
" Tapi aku suka semuanya Kak " ucap Kinara bercanda.
" Jangan dong. Nanti Kakak bangkrut " jawab Puspa tertawa.
Kinara pun ikut tertawa.
" Ayo kita ke ruangan Kakak " ajak Puspa pada Kinara.
Kinara pun berjalan mengikuti Puspa dari belakang untuk ke ruangannya.
" Duduk dulu, Ra " ucap Puspa saat sudah berada di ruangannya.
Kinara pun duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
" Mau minum apa, Ra? " tanya Puspa.
" Ah gak usah, Kak. Aku juga belum haus " tolak Kinara.
" Kalau kamu haus ambil aja tuh di kulkas " ucap Puspa pada Kinara menunjuk kulkas kecil yang ada di sana.
Kinara pun menganggukkan kepalanya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘